Apa Itu Penyakit Lupus

apa itu penyakit lupus

apa itu penyakit lupus – Penyakit lupus adalah penyakit autoimun sistemik yang berjalan disaat proses kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ di dalam tubuh. Lupus terhitung ke di dalam penyakit mematikan dan lebih banyak menyerang wanita.

Penderita lupus di Indonesia diperkirakan mencapai 1.250.000 orang terhadap th. 2016. Nama Penyakit Lupus Kategori Penyakit Umum (menyerang lebih berasal dari 0,5% berasal dari populasi) Sifat Penyakit Kronis (bertahan untuk pas yang lama atau seumur hidup) Diagnosis Membutuhkan tes pencitraan atau laboratorium Penularan Tidak menular Pengobatan Perawatan hanya membantu meringankan gejala, tidak untuk menyembuhkan Apa Itu Penyakit Lupus? Penyakit lupus adalah penyakit autoimun sistemik. Penyakit autoimun sendiri merujuk terhadap penyakit yang membuat proses imun atau kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringan dan organ di dalam tubuhnya sendiri.

Apa Itu Penyakit Lupus

Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat mempengaruhi nyaris seluruh proses di dalam tubuh jadi berasal dari persendian, ginjal, sel darah, otak, kulit, jantung, paru-paru, dan organ lainnya. Kasus lupus di Indonesia diperkirakan menyerang kira-kira 0,5% berasal dari jumlah populasi.

Pada th. 2016, diperkirakan terkandung 1.250.000 masalah lupus. Namun banyak penderita penyakit lupus yang tidak jelas kondisinya. Diagnosis penyakit lupus sebenarnya tidak enteng dilakukan, mengingat penyakit ini mengakibatkan gejala yang serupa bersama penyakit lainnya. Akibatnya lupus sering kali baru terdeteksi disaat sudah parah, padahal deteksi dini penyakit ini dapat sangat membantu di dalam penanganan gejala. – Iklan – Banyak orang yang mempertanyakan penyakit lupus menular atau tidak.apa itu penyakit lupus

Faktanya, biarpun lumayan berbahaya, tetapi penyakit ini bukan merupakan penyakit menular. Jenis Penyakit Lupus Penyakit lupus dibagi jadi sebagian model berdasarkan manifestasi klinisnya. Berikut adalah jenis-jenis lupus:

1. Lupus Eritematosus Sistemik Systemic lupus erythematosus (SLE) atau lupus eritematosus sistemik adalah bentuk paling umum. Oleh gara-gara itu, disaat orang menyebut penyakit lupus, kebanyakan yang dimaksud adalah LES. Lupus model ini dapat enteng atau berat. Beberapa komplikasi nyata-nyata yang dapat berjalan akibat penyakit lupus ini seperti: Peradangan ginjal (lupus nephritis). Kondisi ini mempengaruhi kekuatan tubuh untuk menyaring limbah dan darah. Biasanya peradangan ginjal sangat gawat agar dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal dibutuhkan. Peradangan terhadap proses saraf dan otak. Kondisi ini membuat masalah memori, kebingungan, sakit kepala, sampai stroke. Peradangan terhadap pembuluh darah otak. Kondisi ini dapat membuat demam tinggi, kejang, dan perubahan perilaku. Pengerasan arteri atau arteri koroner. Penumpukan plak di dinding arteri koroner ini dapat membuat serangan jantung.apa itu penyakit lupus

2. Lupus Eritematosus Kutaneus Cutaneous lupus erythematosus (CLE) atau lupus eritematosus kutaneus adalah penyakit lupus yang terbatas terhadap kulit. Kondisi ini dapat membuat beragam model ruam dan luka terhadap kulit. Namun yang paling umum keluar disebut ruam diskoid. Ruam ini timbul, bersisik, dan merah, tetapi tidak membuat gatal. Area ruam keluar seperti disk atau miliki bentuk lingkaran. Jenis ruam lain yang terhitung umum terhadap penyakit lupus adalah ruam di pipi dan jembatan hidung yang disebut sebagai ruam kupu-kupu. Ruam lainnya dapat keluar di wajah, leher, kulit kepala, mulut, hidung, sampai vagina. Gejala lain berasal dari CLE adalah perubahan warna kulit dan rambut rontok. Sekitar 10% pasien CLE terhitung miliki lupus sistemik. Namun terkandung bisa saja terhitung bahwa di awalnya pasien tersebut sudah miliki lupus sistemik dan ruam kulit merupakan gejala utamanya.

3. Lupus Imbas Obat Lupus imbas obat atau penyakit lupus yang diinduksi obat adalah penyakit serupa lupus yang disebabkan oleh pemanfaatan obat tertentu. Ciri-ciri penyakit lupus ini serupa bersama lupus sistemik, tetapi kebanyakan tidak mempengaruhi organ utama. Beberapa model obat yang dianggap jadi penyebab lupus ini adalah seperti: Hydralazine. Obat untuk menangani tekanan darah tinggi atau hipertensi. Isoniazid. Obat untuk perawatan TBC. Procainamide. Obat untuk menangani irama jantung tidak teratur. Jenis lupus ini lebih sering berjalan terhadap pria dibandingkan wanita, gara-gara pemanfaatan obat-obatan di atas lebih didominasi oleh pria. Lupus imbas obat miliki gejala yang serupa bersama lupus terhadap umumnya, tetapi penyakit lupus ini kebanyakan dapat pulih sesudah 6 bulan pemanfaatan obat dihentikan.

4. Lupus Neonatal Lupus neonatal bukan merupakan bentuk lupus yang sebenarnya. Ini merupakan suasana langka yang berjalan terhadap bayi bersama ibu penderita lupus. Kondisi ini disebabkan oleh antibodi berasal dari ibu bekerja terhadap bayi pas di dalam rahim. Lupus neonatal dapat membuat bayi lahir bersama suasana seperti ruam kulit, masalah hati, sel darah rendah, atau kelainan jantung serius, Namun gejala ini kebanyakan dapat hilang sebagian bulan sesudah kelahiran dan tidak membuat dampak jangka panjang.

5. Lupus Eritematosus Sistemik Overlap Sindrom Sebagian pasien lupus sistemik terhitung dapat mengalami gejala yang serupa bersama penyakit autoimun yang lain seperti arthritis rheumatoid, skleroderma, atau myositis. Jika gejala yang dialami mencukupi persyaratan diagnosis penyakit lain tersebut maka disebut bersama mixed connective tissue disease (MCTD). Sedangkan apabila gejalanya belum mencukupi persyaratan diagnosis, maka disebut bersama undifferentiated connective tissue disease (UCTD).

Penyebab Penyakit Lupus Penyebab penyakit ini tidak diketahui bersama pasti. Diduga kombinasi sebagian aspek dapat membuat penyakit ini. Berikut adalah sebagian aspek risiko penyebab penyakit lupus: Faktor genetik. Sekitar 7% pasien penyakit lupus sistemik miliki keluarga dekat yang terhitung didiagnosis penyakit ini. Hingga pas ini, terkandung kira-kira 30 variasi gen yang dikaitkan bersama penyakit lupus sistemik. Faktor lingkungan.

Beberapa aspek yang berasal berasal dari lingkungan seperti stres, infeksi, makanan, antibiotik grup sulfa dan penisilin, sinar ultraviolet, pemanfaatan obat tertentu, merokok, dan paparan kristal silika dapat jadi pemicu penyakit lupus.

Faktor hormonal. Penyakit lupus lebih banyak menyerang wanita daripada pria dan dianggap aspek hormonal berperan di dalam perihal ini. Angka pertumbuhan penyakit lupus meningkat sebelum saat periode menstruasi atau selama kehamilan, agar estrogen dianggap jadi pemicu penyakit ini. Gejala Penyakit Lupus Kelelahan Nyeri atau pembengkakan sendi Ruam terhadap kulit Demam Sakit kepala Anemia Nyeri dada Sensitivitas terhadap sinar matahari meningkat Rambut rontok Perdarahan yang tidak biasa Sariawan di mulut Peradangan di hidung Jari-jari beralih pucat atau kebiruan (fenomena Raynaud) Gejala penyakit lupus di atas adalah gejala umumĀ  yang dapat menyerang wanita maupun pria. Ciri-ciri lupus terhadap dasarnya sangat beragam, tergantung terhadap model lupus maupun organ yang terkena.

Penyakit Lupus Diagnosis penyakit lupus dapat dikatakan lumayan sulit, gara-gara penyakit ini miliki gejala yang serupa atau tumpang tindih bersama gejala penyakit lain. Diagnosis lupus dapat di dukung bersama kombinasi sebagian pengecekan seperti pengecekan fisik, pengecekan laboratorium, sampai tes pencitraan.

Berikut adalah beragam pengecekan yang kebanyakan dijalankan untuk membantu diagnosis lupus: Pemeriksaan darah lengkap. Complete blood count atau pengecekan darah lengkap adalah pengecekan darah untuk mengukur sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, dan juga jumlah hemoglobin. Hasil berasal dari pengecekan ini dapat menunjukkan apabila Anda mengalami anemia, salah satu gejala umum lupus. Rendahnya sel darah putih dan trombosit terhitung dapat jadi gejala lupus. Tingkat sedimentasi eritrosit (laju endap darah). Pemeriksaan ini memilih tingkat di mana sel-sel darah merah mengendap di dasar tabung di dalam satu jam. Tingkat sedimentasi yang tinggi dapat mengindikasikan lupus.

Namun tak sekedar gara-gara lupus, sebagian penyebab lain seperti infeksi, peradangan lain, atau kanker terhitung dapat membuat nilai tes ini jadi tinggi. Pemeriksaan ginjal dan hati. Pemeriksaan ini menilai seberapa baik faedah ginjal dan hati, gara-gara lupus berpotensi besar menyerang organ ini. Urinalisis. Pemeriksaan urin dapat menunjukkan peningkatan takaran protein di dalam urin atau terdapatnya darah di dalam urin. Kondisi ini dapat berjalan jikalau lupus mempengaruhi ginjal. Tes ANA (Antinuclear antibody).

Tes ini dijalankan untuk lihat keberadaan antibodi tersebut. ANA dihasilkan oleh proses kekebalan tubuh yang distimulasi. Kebanyakan orang bersama lupus miliki hasil tes ANA positif, tetapi seseorang yang miliki ANA positif tidak selamanya mengidap penyakit lupus. Dokter bisa saja dapat menyarankan tes antibodi yang lebih spesifik apabila hasil tes ANA kamu positif. Rontgen dada. Tes pencitraan ini kebanyakan dijalankan apabila lupus dicurigai mempengaruhi paru-paru. Tes ini dapat mengungkap bayangan abnormal yang dapat menunjukkan terdapatnya cairan atau peradangan terhadap paru-paru.

Ekokardiogram. Tes pencitraan ini dapat mendeteksi masalah terhadap katup dan anggota lainnya terhadap jantung. Ekokardiogram memanfaatkan gelombang nada untuk membuahkan gambar real-time jantung.

Biopsi. Biopsi adalah pengecekan bersama cara menyita sampel kecil berasal dari jaringan. Umumnya biopsi yang dijalankan adalah biopsi ginjal untuk memilih model kerusakan ginjal yang berjalan akibat penyakit lupus agar pengobatan yang pas dapat dilakukan. Biopsi kulit terhitung kadang waktu dijalankan untuk membantu diagnosis CLE. Pengobatan Penyakit Lupus Hingga kini belum terkandung obat maupun perawatan yang dapat menyembuhkan lupus. Meskipun begitu, perawatan lupus tetap dapat dijalankan untuk mengendalikan gejala. Jenis perawatannya pasti berbeda-beda tergantung terhadap model gejala yang muncul. Berikut adalah sebagian model obat yang umum digunakan untuk menangani gejala penyakit lupus: Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini dapat digunakan untuk menangani nyeri, pembengkakan, dan demam yang perihal bersama penyakit lupus. Hati-hati pemanfaatan obat OAINS jangka panjang dan di dalam dosis besar dapat mengakibatkan dampak samping seperti pendarahan lambung, masalah ginjal, dan masalah jantung. Obat antimalaria. Obat untuk menyembuhkan malaria seperti hydroxychloroquine dapat mempengaruhi proses kekebalan tubuh dan mengurangi flare (kambuh) lupus. Efek samping berasal dari obat ini adalah sakit perut dan kerusakan terhadap retina mata. Meskipun dampak samping terhadap mata lumayan jarang, tetapi pengecekan mata rutin selama pemanfaatan obat ini sangat disarankan. Imunosupresan. Obat ini menghimpit proses kekebalan tubuh dan kebanyakan digunakan terhadap masalah lupus serius. Efek samping pemanfaatan obat ini pada lain seperti peningkatan risiko infeksi, kerusakan hati, penurunan kesuburan, dan peningkatan risiko kanker. Kortikosteroid. Beberapa model obat kortikosteroid dapat membantu menangani peradangan terhadap lupus. Methylprednisolone kebanyakan digunakan untuk mengendalikan gejala lupus nyata-nyata yang melibatkan ginjal dan otak. Efek samping berasal dari pemanfaatan kortikosteroid jangka panjang dan dosis tinggi meliputi kenaikan berat badan, osteoporosis, tekanan darah tinggi, diabetes, dan peningkatan risiko infeksi. Belimumab.

Belimumab adalah antibodi monoklonal manusia, yang merupakan salah satu agen biologi yang boleh digunakan untuk perawatan lupus sistemik. Belimumab diberikan secara intravena. Efek samping belimumab meliputi diare, mual, dan infeksi. Depresi terhitung dapat jadi dampak samping tetapi jarang terjadi. Rituximab. Obat ini dapat digunakan untuk masalah lupus yang resisten dan tidak dapat diatasi bersama obat lain. Rituximab terhitung sering digunakan untuk penyakit autoimun lain dan kanker tertentu. Hidup bersama Penyakit Lupus Penyakit lupus sebenarnya tidak dapat disembuhkan, tetapi tetap dapat hidup normal.

Berikut adalah sebagian tips yang dapat diterapkan penderita lupus agar tidak memburuk:

  • Hindari kegiatan fisik yang terlalu berlebih
  • Hindari rokok
  • Berhati-hati terhadap perubahan cuaca gara-gara dapat mempengaruhi proses inflamasi
  • Hindari stress dan trauma fisik
  • Terapkan pola makan sehat sesuai bersama gejala yang dialami
  • Hindari paparan sinar UV seperti berasal dari paparan matahari segera terhadap jam 10 pagi sampai 3 sore atau sumber sinar UV lainnya
  • Hindari pemanfaatan kontrasepsi atau obat lain yang mengandung hormon estrogen
  • Minum obat secara tertata dan periksakan diri Anda ke dokter secara rutin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *