Belajar Huruf Hijaiyah

belajar huruf hijaiyah

belajar huruf hijaiyah – Bahasa Arab merupakan tidak benar satu bahasa didalam rumpun bahasa semit tak hanya Aramaik, Ibrani, Suryani, Kaldea, dan Babilonia.

Hal ini yang sebabkan huruf-huruf basic didalam bahasa Arab terhitung miliki kesamaan bersama dengan lebih dari satu bahasa tersebut.

Yang menarik, bentuk-bentuk huruf hijaiyah miliki kemiripan yang tinggi bersama dengan huruf-huruf didalam bahasa kaldea.

Secara umum, huruf hijiaiyah terhitung mampu dikatakan miliki kaitan dan hubungan bersama dengan sesama rumpun bahasa Timur Tengah.

Berbeda bersama dengan negara-negara di Timur Tengah, abjad yang lazim digunakan di didalam tata bahasa penulisan di Indonesia adalah abjad latin.

Meskipun begitu, keberadaan dan perhatian terhadap abjad huruf hijaiyah tidak boleh dihilangkan.

Terlebih Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim, maka mestinya hubungan bersama dengan huruf-huruf hijaiyah dan postingan Arab terlampau intens.

Salah satu hal yang paling terbujuk dari penguasaan huruf hijaiyah adalah untuk membaca Al-Qur’an.

Belajar Huruf Hijaiyah

Huruf merupakan unit terkecil didalam susunan sebuah lafaz ataupun kata.

Agar mampu membuahkan sebuah makna, huruf harus dirangkai bersama dengan huruf-huruf yang lain sehingga membentuk banyak variasi kosakata.belajar huruf hijaiyah

Istilah hijaiyah diambil dari makna asal bahasa Arabnya الهجائية, ia berakar dari هجا- يهجو- هجاء yang berarti mengeja atau ejaan.

Jadi mampu kita pahami bahwa huruf hijaiyah merupakan huruf basic didalam ejaan, pembentukan kata, dan kata-kata didalam bahasa Arab.

Singkatnya, huruf hijaiyah adalah suatu hal yang harus diketahui oleh seluruh umat Islam.

Di luar posisinya sebagai unit terkecil didalam bahasa Arab, huruf hijaiyah jadi syarat utama sehingga kita mampu membaca Al-Qur’an.

Bahkan, mengenal huruf-huruf hijaiyah adalah materi yang paling awal diajarkan kala seseorang baru mempelajari agama Islam.

3 Ebook Islami Gratis

Oh iya, kami terhitung sebabkan ebook-ebook islami. Tiga di antaranya kita memberikan secara gratis. Mana tau anda berminat, silahkan klik gambar di bawah untuk pelajari lebih lanjut ya..

Jumlah Huruf Hijaiyah

Ada tiga macam perhitungan tidak serupa berkaitan bersama dengan kuantitas huruf hijaiyah yakni 28, 29, dan 30.belajar huruf hijaiyah

Pada hakikatnya, ketiga macam perhitungan berikut cuma didasarkan terhadap menghitung huruf spesifik sebagai satu huruf yang berdiri sendiri atau memasukkannya sebagai anggota huruf yang lain.

Jika menyita huruf terbanyak, maka kuantitas total huruf hijaiyah adalah 30 huruf, bersama dengan rincian sebagai berikut:

ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و ه لا ء ي

Adapun perhitungan yang menjelaskan kuantitas huruf hijaiyah sebanyak 29 huruf adalah bersama dengan mengeluarkan huruf لا (lam Alif) sebagai sebuah huruf mandiri.

Huruf berikut diakui cuma sebagai gabungan pada huruf ل dengan huruf ا.

Di segi lain, perhitungan 28 huruf disebabkan oleh terdapatnya anulir satu huruf lagi, yakni bersama dengan menghitung huruf ا (alif) dan ء (hamzah) sebagai satu huruf yang sama.

Namun, pertimbangan ini agaknya tidak cukup tepat. Karena ke-2 huruf berikut memilki lebih dari satu beberapa syarat tersendiri yang tidak mampu digantikan satu serupa lain, walau keduanya mempunyai lebih dari satu kesamaan tertentu.

Saat memberi tambahan pengajaran dan pengenalan huruf hijaiyah, umumnya guru agama cenderung menyita perhitungan terbanyak yakni 30 huruf layaknya di atas.

Mengenal Huruf Hijaiyah, Arab, Latin dan Cara Membacanya
No. Huruf Arab Nama Huruf Transliterasi latin Cara Membaca
1. ا Alif Tidak dilambangkan Melambangkan bunyi panjang untuk baris fathah sebelumnya
2. ب Ba’ B Ba-Bi-Bu
3. ت Ta’ T Ta-Ti-Tu
4. ث Tsa’ TS Tsa-Tsi-Tsu
5. ج Jim J Ja-Ji-Ju
6. ح Ḥa’ Ḥ Ḥa- Ḥi- Ḥu
7. خ Kha’ KH Kha-Khi-Khu
8. د Dal D Da-Di-Du
9. ذ Dzal DZ Dza-Dzi-Dzu
10. ر Ra’ R Ra-Ri-Ru
11. ز Za’ Z Za-Zi-Zu
12. س Sin S Sa-Si-Su
13. ش Syin SY Sya-Syi-Syu
14. ص Shad SH Sha-Shi-Shu
15. ض Dha’ DH Dha-Dhi-Dhu
16. ط Tha’ TH Tha-Thi-Thu
17. ظ Zha’ ZH Zha-Zhi-Zhu
18. ع ‘Ain ‘ (Tanda petik dilanjutkan bersama dengan huruf vokal a, I, atau u kalau juruf berikut berharakat) ‘a-‘i-‘u
19. غ Ghain GH Gha-Ghi-Ghu
20. ف Fa’ F Fa-Fi-Fu
21. ق Qaf Q Qa-Qi-Qu
22. ك Kaf K Ka-Ki-Ku
23. ل Lam L La-Li-Lu
24. م Mim M Ma-Mi-Mu
25. ن Nun N Na-Ni-Nu
26. و Waw W Wa-Wi-Wu
27. ه Ha’ H Ha-Hi-Hu
28. لا Lam Alif L La (dengan bunyi panjang)
29. ء Hamzah A, I, U cocok bersama dengan harakat, setelahnya ditambahkan sinyal petik (‘) A-I-U
30. ي Ya’ Y Ya-Yi-Yu

Penjelasan didalam tabel di atas belum seutuhnya memadai untuk tunjukkan bagaimana membunyikan dan membaca huruf-huruf Hijaiyah bersama dengan benar.

Penyebabnya dikarenakan ada lebih dari satu huruf yang tidak terdapat padanannya di didalam abjad latin.

Selain itu, walau sekilas ada lebih dari satu huruf Hijaiyah yang serupa atau sepadan bersama dengan tidak benar satu huruf abjad latin, tetap barangkali ditemui perbedaan didalam daerah terlihat suara dan teknik melafalkannya.

Berbicara soal melafalkan huruf-huruf hijaiyah, anda harus melalui pembelajaran tentang makhraj atau daerah keluarnya huruf serta sifat berikut teknik pengucapannya terutama dahulu.

Khusus makhraj, anda harus mempelajarinya bersama dengan mendengarkan langsung dari para ustaz, ya!

Catatan:

Artikel dan ebook yang kita sediakan akan berfaedah untuk anda mempelajari huruf-huruf hijaiyah dari dasar.

Namun, kami terlampau memberi saran sehingga anda mempelajari huruf hijaiyah beserta teknik pengucapannya ke para guru atau ustaz secara langsung.belajar huruf hijaiyah

Huruf Hijaiyah Bersambung dan Tidak Bersambung

Dalam penulisannya, huruf hijaiyah miliki perbedaan mendasar bersama dengan penulisan huruf abjad latin.

Jika penulisan huruf latin selamanya didalam situasi terpisah-pisah satu serupa lain, huruf Arab miliki ketetapan yang lebih rumit.

Dari segi tersambung atau terpisahnya bersama dengan huruf lain didalam sebuah kata yang sama, huruf-huruf hijaiyah terbagi jadi dua. Simak penjelasan kami berikut ini.

1. Huruf yang Dapat Disambung bersama dengan Huruf Sebelumnya dan Sesudahnya

Huruf semacam ini:

ditulis secara tersambung bersama dengan huruf selanjutnya kalau ia berada di awal kata,
dapat disambung bersama dengan huruf pada mulanya dan sesudahnya kalau ia berada di pertengahan kata,
dan mampu disambung bersama dengan huruf pada mulanya kalau ia berada di akhir kata. Huruf-huruf berikut adalah:

ببب – تتت- ثثث – ججج-  ححح – خخخ – سسس – ششش – صصص – ضضض – ططط – ظظظ – ععع – غغغ – ففف – ققق – ككك – للل – ممم – ننن –ههه – يييي

2. Huruf yang Tidak Dapat Disambung bersama dengan Huruf Sesudahnya

Huruf semacam ini tidak mampu disambung bersama dengan huruf sesudahnya, akan namun ia mampu disambung bersama dengan huruf pada mulanya kalau berada di pertengahan atau akhir sebuah kata.

Huruf-huruf berikut adalah:

ا – د – ذ – ر – ز – و

Ketentuan Penulisan Hamzah (ء)

Dalam penulisannya, huruf hamzah tidak mampu disamakan bersama dengan huruf-huruf yang lain.

Berbeda bersama dengan huruf-huruf lain, hamzah terhadap mulanya tidak miliki lambang atau batang tubuh huruf apapun.

Kemudian, didalam perkembangannya dibuatlah lambang (ء) sebagai sinyal hamzah. Namun, didalam penulisannya lambang berikut miliki ketetapan sebagai berikut:

A. Hamzah yang terletak di tengah-tengah kata ditulis diatas batang tubuh huruf ya’ jika:
Hamzah berbaris kasrah. Misal: أَفْئِدَة
Ia berbaris fathah atau dhummah dan huruf pada mulanya berbaris kasrah. Misal: الوِئَام dan نَاشِئُون
Huruf hamzah berbarist fathah dan huruf pada mulanya adalah ya’ sukun. Misal: هَيْئِة
B. Hamzah yang terletak di tengah-tengah kata dan ditulis diatas huruf waw (و) jika:
Ia berbaris dhummah dan huruf pada mulanya berbaris fathah. Misal: أقْرَؤُهُم
Hamzah berbaris dhummah dan huruf sebelumnya sukun. Misal: مَسْؤُول
Terletak berbaris sukun dan huruf pada mulanya berbaris dhummah. Misal: المُؤْمِنِيْن
Ia berbaris fathah dan huruf pada mulanya berbaris dhummah. Misal: فُؤَادٌ
C. Hamzah terletak di tengah-tengah kata dan ditulis sendirian jika:
Ia berbaris fathah dan terletak sehabis huruf alif sukun. Misal: يَتَسَاءَلُون
Jika ia berbaris fathah dan terletas sehabis huruf wawusukum. Misal: مُرُوْءِةٌ
Apabila setelahnya alif tanwin-nashob dan huruf pada mulanya bukan huruf ya’ sukun. Misal: امْرَءاً
D. Hamzah yang terletak di akhir kata
Kalau hamzah di akhir kalimat, ditulis diatas ALIF (ا) kalau ia didahului huruf yang berbaris fathah. Misal: قَرَأَ
Apabila hamzah di akhir kata-kata ditulis diatas huruf ya’jika didahului huruf yang berbaris kasroh. Misal: شَاطِئ
Jika hamzah di akhir kata-kata ditulis diatas huruf wawjika didahului huruf yang berbaris dhommah. Misal: الّتَّكافُؤ
Posisi hamzah di akhir kata-kata ditulis sendirian kalau didahului huruf yang berbaris sukun. Misal: المَرْء, جَزَاء, وُضُوْء, شَيْء
Mengajarkan Huruf Hijaiyah kepada Anak

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, pengajaran dan pengenalan huruf hijaiyah harus dilaksanakan sejak dini.

Saat ini, ada banyak variasi metode yang ada untuk mengajarkan huruf hijaiyah kepada anak. Pembelajaran berikut setidaknya harus mencakup pengenalan postingan dan cara melafalkannya.

Pengajaran pelafalan huruf hijaiyah terhitung harus mencakup pengajaran daerah keluarnya huruf dan terhitung sifat-sifat didalam melafalkannya.

Beberapa metode yang lazim digunakan selagi ini layaknya manfaatkan kaidah Baghdadiyah, metode Iqra’, metode A, Ba, Ta, Tsa’, metode asy-Syafi’iy, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, sehabis mengenal seluruh huruf-huruf hijayah mencakup postingan dan cara membacanya, seorang anak mampu mempelajari membaca Al-Qur’an berikut tulisan-tulisan Arab yang lain.

Huruf Hijaiyah dan Pentingnya Belajar Bahasa Arab

Pembelajaran bahasa apapun di dunia haruslah di mulai dari unit terkecil, yakni mengenal aksara penulisannya.

Jadi, pembelajaran bahasa Arab pun di mulai bersama dengan mengenal huruf-huruf hijaiyah.

Selain untuk keperluan mempelajari bahasa Arab, segi penting yang paling utama dari huruf hijaiyah tentu saja untuk membaca Al-Qur’an.

Jika tidak mampu mengenal dan membedakan huruf-huruf hijaiyah, tentu saja seseorang tidak akan mampu membaca Al-Qur’an.

Peran Huruf Hijaiyah didalam Aksara Arab

Dahulu, aksara Arab adalah suatu hal yang lazim digunakan didalam penulisan Arab Melayu sehingga nenek moyang kita lebih akrab bersama dengan bahasa Arab walau mereka tidak mampu berbahasa Arab.

Namun didalam satu abad belakangan, pemakaian aksara Arab merasa menghilang dan digantikan bersama dengan abjad latin.

Oleh dikarenakan itu, pengenalan aksara Arab harus manfaatkan momentum spesifik sejak umur belia.

Jika tidak, ada potensi dia akan malu studi kala dewasa dan hidup didalam situasi tidak mengenal huruf arab dan tidak mampu membaca Alquran. Na’udzubillah.

Huruf hijaiyah sebagai anggota dari perangkat bahasa Arab merupakan suatu hal yang terlampau penting bagi orang Islam.

Pasalnya, bahasa Arab merupakan suatu hal yang menempel didalam banyak hal berkaitan bersama dengan agama Islam.belajar huruf hijaiyah

Sama halnya layaknya hubungan pada bahasa latin didalam ilmu biologi atau bahasa Yunani didalam dunia filsafat.

Lebih daripada itu, bahasa Arab terhitung merupakan bahasa yang digunakan di didalam Al-Qur’an, sumber utama seluruh ajaran Islam.

Segenap hubungan dan akses menuju Al-Qur’an tentu saja harus melalui bahasa Arab. Mulai dari membaca sampai menafsirkan dan mengerti isinya.

Bahasa Arab terhitung merupakan bahasa hadis yang jadi sumber informasi berkaitan bersama dengan Rasulullah saw, yang merangkum merasa dari perkataan sampai tingkah laku beliau.

Oleh dikarenakan itu, tentu saja seluruh wujud penggalian informasi dari dua sumber utama baik Al-Qur’an maupun hadis, harus manfaatkan bahasa Arab.

Jadi, tak mampu dimungkiri bahwa bahasa Arab jadi modal utama bagi seseorang yang hendak mempelajari agama Islam terhadap tingkatan basic sampai yang lebih tinggi.

Terutama, pembelajaran Al-Qur’an dan bahasa Arab bermula dari mengenali huruf-huruf hijiayah sebagai unit terkecil dari konstruksi ungkapan kata-kata di didalam bahasa Arab.

Nasihat Bagi yang Belum Bisa Membaca Al-Qur’an

Lantas, bagaimana mereka yang belum mampu membaca huruf hijaiyah, terutama Al-Qur’an?

Mari merenungkan sebuah pesan dari ayat Al-Qur’an didalam Surat Fathir (ayat 29-30) yang berbunyi:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ لِيُوَفِّيَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ غَفُورٞ شَكُورٞ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang selamanya membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan lebih dari satu dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka bersama dengan diam-diam dan terang-terangan,

mereka itu menghendaki perniagaan yang tidak akan merugi,” (29)

“agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan tingkatkan kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun kembali Maha Mensyukuri.” (30)

Dalam ayat tersebut, membaca Al-Qur’an diumpamakan layaknya sebuah perdagangan yang tidak dulu rugi.

Dengan kata lain, ia merupakan ibadah yang terlampau besar nilainya di mata Allah Swt.

Maka, terlampau penting kekuatan membaca huruf hijaiyah. Kalau tak mampu, jangankan Al-Qur’an, membaca juz amma saja tentu sulit dilakukan.

Keutamaan Al-Qur’an Berdasarkan Hadis

Terdapat banyak keutamaan dari membaca Al-Qur’an, di antaranya sebagaimana dijelaskan hadis berikut:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى قَال سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ الْقُرَظِيَّ قَال سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

وَيُرْوَى هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَرَوَاهُ أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَفَعَهُ بَعْضُهُمْ وَوَقَفَهُ بَعْضُهُمْ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ سَمِعْت قُتَيْبَةَ يَقُولُ بَلَغَنِي أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ الْقُرَظِيَّ وُلِدَ فِي حَيَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمُحَمَّدُ بْنُ كَعْبٍ يُكْنَى أَبَا حَمْزَةَ

Telah menceritakan kepada kita Muhammad bin Basyar, telah menceritakan kepada kita Abu Bakar Al Hanafi telah menceritakan kepada kita Adl Dlahhak bin Utsman dari Ayyub bin Musa ia berkata:

Aku mendengar Muhammad bin Ka’ab Al Quradli berkata; Aku mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan jadi sepuluh kali,

aku tidak menjelaskan ALIF LAAM MIIM itu satu huruf, namun ALIF satu huruf, LAAM satu huruf dan MIIM satu huruf.”

Selain jalan ini, hadis berikut terhitung diriwayatkan dari lebih dari satu jalan dari sahabat Ibnu Mas’ud.

Abul Ahwas telah meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Mas’ud, lebih dari satu perawi menyambungkannya sampai kepada Nabi dan lebih dari satu yang lain mewakafkannya dari sahabat Ibnu Mas’ud.

Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih gharib dari jalan ini, aku telah mendengar Qutaibah berkata; telah sampai berita kepadaku bahwa Muhammad bin Ka’ab Al Quradli lahir terhadap era Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap hidup, dan Muhammad bin Ka’ab dijuluki Abu Hamzah.

Penjelasan Hadis Mengenai Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Dalam hadis di atas, Rasulullah saw. menjelaskan betapa besarnya balasan dan keutamaan untuk tiap tiap ayat apalagi huruf yang kita baca dari Al-Qur’an.

Hal ini senada bersama dengan contoh yang dijelaskan didalam ayat pada mulanya bahwa membaca Al-Qur’an ibarat sebuah perdagangan yang tidak akan dulu sebabkan kita rugi sedikitpun.

Al-Qur’an adalah kalam Allah, sumber mata air seluruh ajaran Islam. Jelas, ketidakmampuan untuk membacanya adalah sebuah kerugian besar.

Ancaman terhadap Orang yang Tidak Bisa Membaca Al-Qur’an

Beberapa anggota dari kewajiban didalam agama islam terhitung berkaitan bersama dengan huruf hijaiyah layaknya bacaan-bacaan didalam salat wajib, salat sunnah, apalagi ibadah lain seperti salat hajat.

Tanpa kekuatan membaca Al-Qur’an bersama dengan baik tentu saja salat seseorang tidak akan prima pelaksanaannya. Jika demikian, tentu saja ini merupakan dosa besar.

Kemampuan membaca Al-Qur’an tidak mengharuskan seseorang untuk miliki kecerdasan yang luar biasa.

Buktinya, ada banyak orang yang tingkat kecerdasannya biasa-biasa saja, namun mampu membaca Al-Qur’an bersama dengan baik. Kuncinya sebatas hasrat untuk mempelajarinya.

Orang yang tidak mampu membaca Al-Qur’an telah mestinya untuk bersegera dan habis-habisan studi sehingga mampu membacanya.

Apalagi, kalamullah merupakan modal utama tiap tiap umat Islam didalam lakukan perintah agamanya.

Maka, lumrah kalau dikatakan kalau orang yang tidak mampu membaca Al-Qur’an serupa saja sedang pandang remeh pondasi-pondasi agamanya sendiri.belajar huruf hijaiyah

Ancaman terhadap ketidakmampuan membaca kalamullah juga tersirat didalam ayat Al-Qur’an, yakni terhadap Surat Al Furqan (30) yang berbunyi:

وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِي ٱتَّخَذُواْ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورٗا

Artinya:

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, memang kaumku menjadikan Al-Qur’an itu suatu hal yang tidak diacuhkan.”

Ketidakmampuan membaca Alquran mampu dikatakan sebagai sebuah wujud pengacuhan terbesar terhadap Al-Qur’an. Jika untuk membacanya saja tidak bisa, bagaimana seseorang mampu berinteraksi bersama dengan Al-Qur’an.

Masalah ini adalah suatu hal yang harus diperhatiakn betul-betul oleh umat Islam, mengingat ada banyak orang yang apalagi sampai dewasa belum mampu membaca Al-Qur’andengan baik.

Ditambah kembali bagi banyak orang dewasa, studi membaca mushaf dan tajwid adalah suatu hal yang memalukan. Alhasil, mereka lebih memilih untuk selamanya didalam standing buta aksara Al-Qur’an ketimbang mempelajarinya.

Padahal kekininian, majelis dan metode pembelajaran Al-Qur’an telah terlampau berkembang dan memudahkan.

Akan tetapi, kesadaran pribadi tiap tiap umat Islamlah yang harus dipupuk, terutama berkaitan bersama dengan penghormatan dan pemuliaan terhadap Al-Qur’an.

Pentingnya Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini

Pendidikan Al-Qur’an adalah hal yang perlu perhatian besar dari orang tua terhadap anak-anaknya.

Jika memang orang tua tidak mampu atau tidak sempat untuk mengajarkan anaknya, solusinya harus bagi orang tua untuk memasukkan anak mereka terhadap instansi pendidikan Al-Qur’an.

Tidak cuma itu, masing-masing orang tua harus pula memperhatikan pertumbuhan kekuatan anak-anak mereka didalam membaca Al-Qur’an.

Pengajaran akan kekuatan membaca Al-Qur’an seorang anak serupa pentingnya bersama dengan pendidikan ilmu anak secara umum. Bahkan, jauh lebih penting.

Masa kanak-kanak merupakan peristiwa keemasan untuk meyakinkan seorang anak telah mampu membaca Al-Qur’an bersama dengan baik.

Karena sehabis remaja apalagi sehabis dewasa, seorang anak akan berhadapan bersama dengan kegiatan yang lebih banyak dan beragam.

Maka, mempelajari Al-Qur’an sehabis dewasa akan jadi lebih merepotkan ketimbang merasa mempelajarinya sedari kecil.

Penutup

Jangan malu untuk studi huruf hijaiyah kalau memang anda belum mampu membacanya. Datangilah guru-guru paling dekat di daerah tinggal kamu. Gunakan ilmu basic yang anda dapatkan dari artikel kami.

Mengenal, mengerti cara pelafalan, sampai penulisan dari tiap tiap huruf hijaiyah adalah basic sehingga anda mampu membaca Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi.belajar huruf hijaiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *