Besaran Turunan Fisika Lengkap

besaran turunan fisika lengkap

besaran turunan fisika lengkap – Halo sahabat pembelajar sekalian, kali ini kami akan menyajikan pembahasan tentang besaran turunan. Pengetahuan mengenai besaran ini sudah pasti terlalu perlu untuk diketahui, khsusunya bagi seorang yang sebetulnya bergelut di dalam bidang fisika. Baik itu praktisi, pengajar maupun pelajar. Karena dapat dibilang ilmu mengenai besaran ini ada pondasi untuk memperkuat dan mempermudah pemahaman di dalam mengerjakan bervariasi rumus dan soal fisika nantinya.

Besaran Turunan Fisika Lengkap

Sesuai bersama namanya, Pengertian dari besaran turunan itu sendiri adalah besaran fisika yang diturunkan dari satu ataupun lebih Besaran Pokok. Nah menjadi sahabat termasuk mesti mengerti bahwa tak sekedar besaran turunan, termasuk ada makna lain yang tidak kalah pentingnya yaitu besaran pokok. Baca lebih lanjut.

Secara mendasar perbedaan dari besaran pokok dan besaran turunan adalah sebagai berikut:

Besaran pokok satuannya sudah lebih-lebih dahulu ditetapkan dan tidak diturunkan. Dan besaran turunan merupakan besaran yang dapat diturunkan (dibuat hasil turunannya) dari besaran pokok.

Baca penjelasan mengenai contoh besaran pokok di postingan sebelumnya.

Contoh besaran turunan

Maksud kata ‘diturunkakan’ di sini merupakan penguraian besaran. Misal di dalam umpama besaran Luas merupakan hasil dari turunan (hasil kali) 2 besaran panjang (p x l).

Contoh besaran turunan lainnya yaitu Volume. Volume termasuk ke di dalam besaran turunan sebab merupakan hasil paduan / perkalian dari tiga besaran panjang. Jika diuraikan di dalam rumus, ketiga besaran panjang berikut yaitu (panjang, lebar dan tinggi) bersama satuan m (meter).

Dengan demikian, secara simple dapat diambil kesimpulan bahwa besaran turunan adalah besaran yang elemennya terdiri dari beberapa besaran pokok.

Dalam Fisika ada banyak sekali umpama besaran turunan. Dan di artikel kali ini dapat di sediakan pengenalan mengenai umpama besaran turunan fisika secara lengkap, disertai rumus dan Dimensinya. Tentang dimensi besaran turuan, ada pembahasannya di anggota bawah.besaran turunan fisika lengkap

Besaran Luas (L) dan rumus + satuannya

Memiliki lambang (L). Besaran ini salah satu yang paling simple dan kerap digunakan.

Rumusnya adalah (L=pxl). Yang mana p termasuk besaran panjang (dengan satuan meter) dan l termasuk termasuk besaran panjang (m).

Jadi hasil perkalian keduanya menghasilkan satuan mtr. persegi (m2).

Besaran luas ini adalah hasil turunan dari dua besaran panjang. Yang jikalau dijabarkan yaitu terdiri dari panjang dan lebar.

Besaran Volume (V) dan rumusnya

Volum termasuk besaran turunan sebab merupakan hasil paduan perkalian 3 besaran panjang (pokok).

 

Rumus volume adalah V= p x l x t. Yang ketiganya sama=sama miliki satuan mtr. (m). Sehingga hasil perkaliannya menghasilkan satuan besaran volume yaitu mtr. kubik (m3).

Besaran Volume diturunkan dari 3 besaran panjang, bersama penjabaran : panjang, lebar termasuk tinggi.

Besaran turunan – Kecepatan (v)

Kecepatan atau kelajuan dilambangkan bersama (v). Merupakan hasil turunan hasil besaran panjang/jarak (s) bersama satuan mtr. dibagi pas tempuh (t) bersama satuan (sekon).

Sehingga menghasilkan rumus fisika v=s/t. Dan praktis, satuan kecepatan yang dihasilkan adalah meter per sekon atau (m/s=ms-1)

Jadi kecepatan adalah besaran turunan dari 2 besaran, yaitu satu besaran panjang (jarak) bersama satuan mtr. (m). Dan yang kedua yaitu besaran pas bersama satuan sekon/detik.

Percepatan (a) – Satuan dan rumusnya

Percepatan atau perlajuan bersama lambing (a)adalah besaran hasil turunan dari besaran kecepatan (m/s) dibagi pas (s). Sehingga rumus yang dihasilkan adalah a=v/t.

Dan satuan yang dihasilkan dari pembagian berikut adalah mtr. per sekon kuadrat (m/s2=ms-2).

Kesimpulan: Percepatan diturunkan dari satu besaran panjang dan dua bearan waktu.

Besaran Masa  jenis (ρ)

Masa type adalah besaran hasil turunan dari besaran massa (kg) dibagi besaran Volume (m3).  Jadi rumus fisika yang dihasilkan adalah ρ=m/V. Dan satuan nya adalah ‘kilogram per mtr. kubik’ (kg/m3).

Jadi masa type diturunkan dari satu besaran masa (kg) dan tiga besaran panjang (m3).

Besaran Gaya (F) – Rumus dan satuannya

Gaya (F) merupakan besaran turunan hasil kali pada masa (m) bersama percepatan (a). Dan layaknya sudah dibahas di atas, percepatan (a) adalah hasil turunan dari besaran kecepatan (v) dan besaran pas (t) bersama satuan akhir yaitu (m/s2).

Jadi rumus/persamaan fisika yang dihasilkan adalah F=m x a.

Sehingga satuan dari Gaya adalah kilogram mtr. persekon kuadrat (kg m/s2). Yang kemudian disebut bersama satuan Newton (N)

Jadi Gaya (F) itu diturunkan dari satu type besaran masa, satu besaran panjang dan satu besaran waktu.

Usaha (W)

Usaha (W) adalah besaran hasil turunan perkalian pada Gaya (F) bersama Perpindahan (x). Jadi rumus yang dihasilkan adalah W=F.x.  Gaya (F) miliki satuan (kg m/s2). Dan pemindahan bersama satuan meter. Jadi satuannya adalah kgm(s)-2 * (m) = kg(m)2(s)-2. Yang kemudian dikenal bersama satuan Joule (J).

Muatan listrik (Q)

Besara muatan listrik, dilambangkan bersama (Q) merupakan hasil perkalia besaran kuat arus listik (I) bersama satuan A (amphere) bersama besaran pas (t) bersama satuan sekon (s).

Sehingga rumus fisika yang dihasilkan untuk Muatan Listrik adalah Q=l . t. Dan satuan yang dihasilkan adalah Amphere Sekon (A.s). Satuan ini kemudian disebut bersama satuan Coloumb (C).

 

Molaritas Zat (M)

Molaritas zat, dilambangkan bersama (M) dapat diturunkan dari besaran mol zat (N) dan besaran Volume. Sehingga menghasilkan rumus M=N/V

Besaran Energi potensial

Merupakan hasil turunan dari perkalian besaran masa, percepatan dan tinggi. Besaran masa (m) bersama satuan kg, percepatan (a) bersama satuan m/s2.  Dan tinggi, yang termasuk besaran panjang bersama satuan mtr. (m).

Frekuensi (f)

Frekuensi termasuk termasuk group besaran turunan yang membuktikan kuantitas pergerakan/getaran atau putaran kembali per moment di dalam satuan detik. Memiliki satuan Hertz. Kita dapat mengukur pas pada dua buah perihal / moment (kemudian disebut periode (T)). Kemudian mengkalkulasi frekuensi sebagai kebalikan dari periode.

Besaran Tekanan (T)

Berikutnya adalah besaran Tekanan. Dilambangkan bersama (T), merupakan hasil turunan dari bearan Gaya (F) berbanding Luas penampang per satuan (A). Gaya miliki satuan kg m/s2  dan Luas miliki satuan (m2) .

Daya (P)

Besaran Daya (P) adalah hasil turunan dari besaran bisnis (W) berbanding / dibagi besaran pas (t). Dengan satuannya masing-masing,

Note:

Yang mesti diperhatikan adalah di dalam satu type besaran yang mirip kadang kala terkandung makna yang berbeda. Cotohny terhadap besaran panjang, terhadap penerapannya kami dapat mengenal panjang, lebar dan tinggi. Namun biarpun demikian, ketiganya berikut merupakan termasuk type besaran yang sama, yaitu besaran panjang bersama satuan mtr. (m).

Adapun kami dapat mengerti nilai dari suatu besaran itu bersama memakai alat ukur. Misal untuk mengerti nilai besaran panjang, kami dapat memakai alat berbentuk mistar/jidar, meteran, dan lainnya. Untuk besara massa, kami dapat memakai alat ukur berbentuk timbangan.

Dimensi Besaran Turunan

Di atas kami sudah mengenal contoh-contoh besaran turunan yang kerap digunakan. Di anggota ini kami dapat mengupas mengenai Dimensi besaran turunan. Apa itu dimensi? Istilah Dimensi di dalam besaran ini adalah penggambaran suatu wujud besaran turunan di dalam besaran-besaran pokok sebagai penyusunnya. Ditulis bersama pemanfaatan kurung siku membuka tutup yang mengapit lambang dimensinya -> ( [ ) dan ( ] )

Sehingga untuk mengerti dimensi dari suatu besaran turunan, lebih-lebih dahulu kami mesti mengerti dimensi dari besaran pokoknya dulu. Berikut adalah table dimensi besaran Pokok yang terdiri dari 7 type besaran.

Fungsi Dimensi Besaran Turunan

Lebih dari itu, faedah dimensi besaran adalah termasuk sebagai sarana untuk memeriksa kebenaran dari sebuah persamaan fisika. Kegiatan mengecek kebenaran suatu besaran turunan ini disebut termasuk bersama makna Analisa Dimensional. Dengan melaksanakan Analisa Dimensional, kami dapat menjabarkan dan menganalisis benar atau tidaknya sebuah persamaan.

Adapun aturannya itu terdiri dari 2 poin:

Dimensi terhadap ruas kanan itu mirip dgn dimensi terhadap ruas kiri
Masing-masing suku miliki dimensi yang sama
Contoh Soal 1

Bila sebuah benda bergerak diperlambat dgn perlambatan (a) senantiasa terhadap kecepatan awal v0. Benda berikut kemudian menempuh jarak sejauh S. Dengan keadaan tersebut, maka dapat berlaku persamaan V02=2aS.

Buat analisa dimensional untuk membuktikan bahwa persamaan di atas adalah benar!

Penyelesaian: Analisa dimensional

Analisa Dimensional:

Kecepatan awal v0 = m/s >>  dimensi [v0] = [L][T]-1
Percepatan      a = m/s2  >> dimensi [a]  = [L][T]-2
Jarak Tempuh S = m  >> dimensi [S]  = [L]
Persamaan : V02=2aS

Masukkan dimensi masing-masing besaran ke persamaan:

Hasilnya kedua ruas, baik yang kiri maupun yang kanan menghasilkan dimensi yang sama. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa persamaannya adalah benar.

Contoh Soal 2

Dalam bab pergantian momentum, berlaku persamaan : Perubahan momentum adalah mirip bersama Hasil pada Gaya (F) dikalikan selang pas (t).

Buat analisa dimensional yang membuktikan bahwa persamaan berikut benar!

Persamaan:

Penyelesaian:

Hasil dimensi ruas kiri dan kanan membuktikan persamaan. Itu berarti persamaan di atas adalah benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *