Cara Mengembalikan Semangat Hidup

cara mengembalikan semangat hidup

cara mengembalikan semangat hidup – Katanya target akhir hidup manusia adalah kematian. Dan, memahami kenyataan itu justru membuatnya kehilangan motivasi. Jika dipikir-pikir, apa yang dikatakannya itu tersedia benarnya. Bagaimana tidak? Tujuan akhir hidup memanglah kematian. Bagi beberapa orang, kenyataan itu tidak menjadi masalah. Tapi, bagi beberapa yang lainnya, kenyataan itu memicu mereka jadi hidup mereka sia-sia. Sudah capai-capai hidup, telah capai-capai berjuang demi kebahagiaan, eh ujung-ujungnya ditinggal mati. Akhirnya, gara-gara jadi hidup mereka sia-sia, mereka pun kehilangan stimulus untuk hidup.

Cara Mengembalikan Semangat Hidup

Dulu, penulis dulu membawa asumsi yang identik seperti itu, yang maka dari itu penulis kehilangan motivasi. Tetapi, bersamaan perjalanan hidup, penulis memahami dua hal. Ya, dua perihal yang memicu penulis berpikir berbeda. Dua perihal itu telah memulihkan lagi stimulus hidup penulis.

Nah, sekarang, apakah Anda memiliki asumsi yang serupa bersama asumsi komentator di atas dan kehilangan stimulus hidup karenanya?

Jika ya, tepat sekali Anda mendatangi blog ini. Karena, penulis akan mengajak Anda untuk perhitungkan dua perihal berkenaan hidup. Dua perihal ini telah sukses membangkitkan stimulus hidup penulis. Semoga, dua perihal ini termasuk mampu mengubah asumsi Anda dan membangkitkan stimulus hidup Anda yang kini hilang.

Membangkitkan Semangat Hidup: Jalani Hidup tanpa Penyesalan

Jika Anda jadi bahwa target akhir hidup adalah kematian dan kehilangan stimulus karenanya, lalu bagaimana untuk membangkitkan lagi stimulus hidup Anda?

Coba perhitungkan perihal tersebut ini:

Ya, barangkali target akhir hidup adalah kematian. Tetapi, Anda telah terlanjur hidup. Jika Anda menjalaninya 1/2 hati, sekadar untuk menunggu ajal menjemput, betapa sia-sianya hidup Anda.

Bagaimana kalau sebelum akan meninggal, Anda isikan hidup Anda bersama aktivitas-aktivitas yang Anda sukai? Bagaimana kalau sebelum akan meninggal Anda isikan hidup Anda untuk mengejar keinginan-keinginan Anda yang sekarang belum terwujud?

Tentu, hidup Anda akan jauh lebih berarti.

Coba bandingkan dua perihal tersebut ini, mana lebih kurang yang menurut Anda lebih bermakna:

Kita meninggal dalam suasana kami tidak nikmati hidup.

Atau

Kita meninggal dalam suasana kami telah puas nikmati hidup.

Bagi penulis, yang ke-2 lebih berarti dibanding yang pertama. Jika target akhir hidup adalah kematian, mengapa tidak menikmatinya sementara kami masih bisa? Mengapa menyia-nyiakannya bersama meniti hidup tanpa semangat? Mengapa menyia-nyiakannya bersama meniti hidup tanpa keinginan dan keinginan?.cara mengembalikan semangat hidup

Coba renungkan perihal di atas. Renungan di atas telah sukses mengubah pikiran penulis dan sukses memicu stimulus hidup penulis bangkit kembali. Siapa tahu, bersama merenungkan perihal di atas, pikiran Anda termasuk beralih dan Anda menjadi lebih bersemangat dalam meniti hidup.

Harapan Membantu Anda Membangkitkan Semangat Hidup

Di samping merenungkan perihal di atas, harapan termasuk menolong membangkitkan stimulus hidup.

Apa itu harapan?

Menurut ilmuan senior Gallup, Shane J. Lopez, harapan adalah kepercayaan bahwa masa depan akan lebih baik daripada sekarang. Orang yang memiliki harapan senantiasa yakin:

adanya masa depan yang lebih baik,
bahwa dia mampu mewujudkan masa depan yang lebih baik itu,
dia mampu mengendalikan masa depannya,
adanya banyak cara untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik tersebut.

Mengapa harapan mampu menolong kami membangkitkan stimulus hidup?

Salah satu penyebab seseorang kehilangan stimulus hidup yakni ia mengira bahwa masa depannya suram, penuh ketidakpastian. Ia menjadi pesimis gara-gara berpikir hidupnya berada di luar kendalinya.

Ketidakpastian (Chaos) dan Hilangnya Harapan

Dulu, penulis termasuk dulu kehilangan harapan seperti itu. Sebabnya, penulis memandang dunia ini penuh ketidakpastian. Seolah kehidupan manusia berjalan tanpa hukum yang mengaturnya. Semuanya kacau.

Bisakah Anda memikirkan dunia yang tidak memiliki hukum yang mengaturnya?

Kita tidak mampu meramalkan apapun gara-gara bahkan hukum sebab-akibat tidak ada. Semuanya berjalan bersama kacau, tidak sesuai bersama hukum sebab-akibat. Jika menurut hukum sebab-akibat, sebuah reaksi keluar gara-gara adanya aksi, maka dalam dunia yang kacau (chaos), sebuah reaksi keluar bersama sendirinya tanpa wajib pemicu.

Apa berarti ini? Artinya, kami tidak mampu mengendalikan apa yang berjalan di dunia. Kita tidak mampu mengendalikan apa yang berjalan terhadap hidup kita. Semuanya sungguh di luar kendali.

Selama ini, apa yang memicu kami mampu meramalkan masa depan dan mengendalikan apa yang berjalan di kehidupan kami adalah hukum sebab-akibat. Hukum itu sesuaikan bahwa untuk sukses dibutuhkan perjuangan keras. Untuk maju dibutuhkan studi yang tekun.

Belajar bersama tekun adalah sebab. Akibatnya adalah kemajuan dalam berpikir. Sama halnya, perjuangan keras adalah sebab. Akibatnya adalah kesuksesan hidup.

Bayangkan kalau hukum sebab-akibat tidak ada. Maka, kami tidak memahami apa yang membuat/menyebabkan kami sukses. Sukses mampu berkunjung kapan pun, di mana pun, kepada siapa pun tanpa wajib alasan/penyebab. Bisa jadi, tanpa wajib berjuang, seseorang mampu sukses. Bisa menjadi juga, orang baru sukses sehabis berjuang keras.

Tanpa memahami penyebab kesuksesan seseorang, maka kami tidak akan dulu memahami bagaimana cara untuk raih sukses. Kita cuma mampu pasrah menunggu keberuntungan berpihak kepada kita. Dan, kami tidak mampu mengelak kalau-kalau kesialan menimpa kita.

Nah, itulah mengapa, ketidakpastian (chaos) terkesan amat menakutkan. Banyak orang kuatir menghadapi ketidakpastian. Banyak yang kehilangan harapan karenanya.

Lalu, apa yang dulu memicu penulis beranggapan bahwa dunia ini penuh ketidakpastian alias chaos?

Penulis memandang tindak kriminalitas, kekerasan, ketidakadilan, dan penindasan di mana-mana. Ada orang yang meskipun telah berjuang keras senantiasa saja hidupnya sensara. Sebaliknya, tersedia yang bersama sedikit perjuangan, hidupnya mampu sejahtera. Bukan cuma itu, bahkan seolah yang tidak baik senantiasa menang dan yang baik senantiasa kalah.

Sekarang, apakah Anda termasuk memiliki asumsi yang serupa bersama asumsi penulis di atas?

Anda berasumsi dunia ini penuh kekacauan dan ketidakpastian di mana Anda jadi tidak berdaya menghadapinya?

Jika, ya, wajib Anda ketahui, itu jugalah salah satu penyebab mengapa Anda kehilangan stimulus hidup. Semangat hidup Anda hilang gara-gara Anda jadi hidup Anda tidak memiliki harapan yang cerah.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Bagaimana cara membangkitkan lagi stimulus hidup Anda?

Anda wajib memiliki HARAPAN.

Tetapi, bukankah harapan keluar disaat kami percaya adanya masa depan yang lebih baik? Bukankah harapan keluar disaat kami percaya kami mampu mewujudkan masa depan yang lebih baik itu? Mana barangkali kami memiliki harapan kalau kami berasumsi hidup ini penuh ketidakpastian dan kami tidak mampu mengendalikannya?

Mencari Penjelasan

Agar Anda memiliki harapan, maka Anda wajib merenung. Yup! Merenung dan mencari memahami apakah benar hidup ini berjalan tanpa kepastian, apakah benar Anda tidak mampu mengendalikan kehidupan Anda, apakah benar seluruh momen di dunia ini di luar kendali Anda.

Itulah yang termasuk penulis lakukan sementara dulu penulis berasumsi bahwa hidup ini penuh ketidakpastian. Penulis tidak berdiam diri dan cuma menyesalinya. Sebaliknya, penulis mencari penjelasan mengapa hidup mampu begitu terlihat kacau dan penuh ketidakpastian. Apakah sebenarnya seperti itu realitasnya. Atau, jangan-jangan kedangkalan asumsi penulis saja yang memicu penulis menyimpulkan bahwa dunia ini penuh ketidakpastian.

Akhrinya, lewat pencarian itu, penulis mendapatkan sebuah penjelasan yang luar biasa, sebuah penjelasan yang mampu terhubung pikiran penulis bahwa ternyata hidup tidaklah sesempit apa yang penulis lihat, bahwa hidup bukanlah sekadar gerak yang tanpa arti, bahwa manusia, termasuk penulis mampu mengendalikan kehidupan ini gara-gara kehidupan ini berjalan bersama teratur, bukan secara acak/ chaos.

Kini, penjelasan itu telah membangkitkan lagi harapan penulis. Dan, bersama bangkitnya harapan penulis, maka terbangkitkan pula stimulus hidup penulis. Penulis lagi bersemangat hidup gara-gara penulis memahami bahwa apa yang penulis perjuangkan tidaklah sia-sia.

Nah, kalau penulis mampu membangkitkan lagi harapan penulis bersama mencari penjelasan berkenaan kehidupan ini, maka Anda termasuk mampu lakukan cara yang sama. Anda dapat membaca buku, artikel, atau berdiskusi bersama orang yang memiliki harapan yang besar akan masa depannya dan masa depan kehidupan umat manusia. Siapa tahu, penjelasan berasal dari buku, artikel, atau orang tersebut mampu terhubung pikiran Anda bahwa hidup bukanlah pergerakan tanpa arti, bahwa Anda mampu mengendalikan kehidupan Anda.

Akhirnya, bersama bangkitnya harapan Anda, bangkit pula stimulus Anda dalam meniti hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *