Contoh Laporan Pengamatan

contoh laporan pengamatan

contoh laporan pengamatan – Pengamatan adalah suatu penelitian yang ditunaikan untuk memandang dan memperoleh suatu hasil penelitian atau informasi yang diinginkan.

Saat ini dalam dunia pendidikan kerap kali siswa sampai mahasiswa melakukan penelitian untuk merampungkan tugas-tugasnya.

Suatu pengamatan terhitung haruslah ditunaikan bersama dengan terstruktur dan terencana dan juga mempunyai suatu tujuan.

Contoh Laporan Pengamatan

Beberapa perihal yang wajib kita pahami dalam melakukan pengamatan pada lain :

Objek pengamatan atau perihal yang bakal diamati
Waktu dan tempat pelaksanaan pengamatan
Tujuan melakukan pengamatan
Hasil dan anggapan dari pengamatan yang telah kita lakukan
Contoh Laporan Pengamatan Sederhana
Objek Pengamatan

– Tanah Di Desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang

Waktu Pengamatan

– Jumat, 27 Oktober 2017

Tempat Pengamatan

– Desa Bandar Baru Kabupaten Deli Serdang

Tujuan Pengamatan

– Untuk mengetahui Sifat Fisik Tanah di wilayah Desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang

– Untuk mengetahui Sifat Fisik Tanah di wilayah Desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang

Hasil Pengamatan
Sifat Fisik Tanah

1. Warna Tanah

Berdasarkan hasil observasi kita dilapangan warna tanah terhadap susunan pertama berwarna cokelat, warna tanah terhadap susunan ke dua berwarna kehitaman, dan warna tanah terhadap susunan ketiga berwarna abu-abu.

2. Tekstur Tanah

Berdasarkan hasil observasi kita dilapangan, tektsur tanah terhadap susunan pertama mempunyai tekstur simak atau lempung, tekstur tanah terhadap susunan ke dua mempunyai tekstur lempung tetapi tidak selempung susunan pertama, dan tekstur tanah terhadap susunan ketiga mempunyai tekstur pasir.contoh laporan pengamatan

3. Struktur Tanah

Berdasarkan hasil observasi kami, susunan terhadap susunan pertama berstruktur halus, terhadap susunan ke dua berstruktur halus, tetapi lebih halus dari susunan yang pertama, dan susunan susunan ketiga berstruktur kasar.

Sifat Kimia Tanah

1. Kandungan Zat Kapur

Berdasarkan hasil pengujian sederhana yang kita melakukan untuk memandang ada atau tidaknya kandungan zat kapur terhadap susunan tanah yang kita jadikan sample dalam penelitian kita yaitu bersama dengan memberikan larutan HCL 3% dan tanah.

Maka kita peroleh hasil bahwasannya terhadap susunan tanah pertama tidak mempunyai kandungan zat kapur, perihal ini ditandai dalam penelitian tidak ditemukan bui terhadap tanah yang telah dicampurkan bersama dengan larutan HCL 3%.

Pada susunan tanah ke dua terhitung tidak mempunyai kandungan zat kapur, perihal ini ditandai dalam penelitian tidak ditemukan bui terhadap tanah yang telah dicampurkan bersama dengan larutan HCL 3%.

Pada susunan tanah ketiga terkandung kandungan zat kapur dalam jumlah yang sedikit perihal ini ditamdai bersama dengan ditemukannya bui dalam jumlah yang sedikit terhadap tanah yang telah dicampurkan bersama dengan larutan HCL 3%.

2. Kandungan Bahan Organik (BO)

Berdasarkan hasil pengujian sederhana yang kita melakukan untuk mengetahui Bahan Organik terhadap susunan tanah yang kita jadikan sample dalam penelitian kita yaitu bersama dengan memberikan larutan H2O2 dan tanah.contoh laporan pengamatan

Maka kita peroleh hasil bahwasannya terhadap susunan tanah pertama mempunyai kandungan banyak bahan organik perihal ini nampak terhadap hasil penelitian terkandung banyak bui terhadap tanah yang telah dicampur larutan H2O2.

Pada susunan tanah ke dua mempunyai kandungan banyak bahan organik, perihal ini nampak terhadap hasil penelitian terkandung banyak bui terhadap tanah yang telah dicampur larutan H2O2 bahkan jumlah bui yang nampak terhadap susunan tanah ke dua lebih banyak daripada yang terkandung terhadap larutan pertama.

Pada susunan tanah ketiga tidak mempunyai kandungan bahan organik, perihal ini nampak terhadap hasil penelitian tidak terkandung bui terhadap tanah yang telah dicampur larutan H2O2.

3. Kandungan OH

Berdasarkan hasil pengujian sederhana yang kita melakukan untuk mengetahui jumlah OH tanah terhadap susunan tanah yang kita jadikan sample dalam penelitian kita yaitu bersama dengan memberikan larutan H2O2 10% dan tanah.

Maka kita peroleh hasil bahwasannya terhadap susunan tanah pertama PH tanah 5, terhadap susunan tanah ke dua ph tanah 4, dan terhadap susunan tanah ketiga ph tanah 5.

4. Kandungan pH Potensial

Berdasarkan hasil pengujian sederhana yang kita melakukan untuk mengetahui jumlah pH Potensial terhadap susunan tanah yang kita jadikan sample dalam penelitian kita yaitu bersama dengan memberikan larutan KCL dan tanah.

Maka kita peroleh hasil bahwasannya terhadap susunan tanah pertama pH tanah 5, terhadap susunan tanah ke dua ph tanah 5, dan terhadap susunan tanah ketiga ph tanah 5.

5. Kandungan pH Aktual

Berdasarkan hasil pengujian sederhana yang kita melakukan untuk mengetahui jumlah pH Aktual terhadap susunan tanah yang kita jadikan sample dalam penelitian kita yaitu bersama dengan memberikan air dan tanah.

Maka kita peroleh hasil bahwasannya terhadap susunan tanah pertama pH tanah 7, terhadap susunan ke dua 5, dan terhadap susunan ketiga 6.

Kesimpulan Pengamatan :

Dari penelitian yang telah ditunaikan yaitu berupa observasi dan wawancara maka anggapan yang mampu di ambil adalah : pembawaan fisik dari ketiga susunan tanah yang kita jadikan sample adalah tanah susunan pertama berwarna cokelat, bertekstur liat, dan berstruktur halus.

Sifat fisik dari tanah susunan ke dua berwarna kehitaman, bertekstur liat, dan berstruktur halus sedangkan pembawaan fisik dari tanah susunan ketiga berwarna abu-abu, bertekstur pasir, dan berstruktur kasar.

Sifat kimia susunan tanah dari ketiga lapisn tanah yang kita jadikan sample penelitian adalah terhadap tanah susunan pertama tidak mempunyai kandungan zat kapur, banyak mempunyai kandungan bahan organik, pH OH 5, pH potensial 5 dan pH aktual 7.

Pada tanah susunan ke dua tidak mempunyai kandungan zat kapur, banyak mempunyai kandungan bahan organik, pH OH 4, pH potensial 5 dan pH aktual 5.

Pada tanah susunan ketiga mempunyai kandungan zat kapur, tidak mempunyai kandungan bahan organik, pH OH 5, pH potensial 5 dan pH aktual 6.

Contoh di atas merupakan salah satu semisal laporan pengamatan secara singkat.

Pada dasarnya susunan laporan pengamatan dituliskan cocok keperluan instalansi spesifik yang butuh laporan pengamatan tersebut.

Namun, untuk wujud secara umum suatu laporan pengamatan wajib mencantumkan informasi perihal objek pengamatan, pas dan tempat pengamatan, target pengamatan, hasil dan anggapan dari pengamatan yang telah dilakukan.

Ciri – Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

1. Ditulis secara lengkap dan sempurna.

2. Bersifat objektif, global, dan universal.

3. Objek yang bakal dibicarakan atau dibahas adalah objek tunggal.

4. Ditulis berdasarkan fakta cocok pengamatan yang telah dilakukan.

5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang telah terbukti kebenarannya.

6. Tidak mempunyai kandungan prasangka/dugaan yang menyimpang atau tidak tepat.

7. Saling mengenai bersama dengan pertalian berjenjang pada kelas dan subkelas yang terkandung di dalamnya.

8. Tidak adanya bagian penutup dari penulis. Penulis cuma melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil anggapan dan juga observasinya.

9. Menitikberatkan terhadap pengelompokkan segala suatu hal ke dalam jenis-jenis bersama dengan ciri atau keadaannya secara umum.

10. Disajikan secara menarik, baik kata, bahasa, isinya berbobot maupun susunannya logis.

11. Teks laporan hasil observasi menggambarkan suatu hal secara umum dan cocok fakta, tanpa adanya opini penulis.

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi

Tujuan utamanya, yaitu untuk memberikan informasi secara objektif dan fakta yang ada di lapangan cocok hasil pengamatan yang didapatkan.

Tujuan yang lainnya yaitu :

1. Untuk penelitian.

2. Untuk memberikan informasi terbaru.

3. Untuk menanggulangi suatu persoalan.

4. Untuk menemukan tehnik atau langkah terbaru.

5. Untuk menyita keputusan yang lebih efektif.

6. Untuk melakukan pengawasan dan/atau perbaikan.

7. Untuk mengetahui pertumbuhan suatu permasalahan.

 

Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan observasi mempunyai kegunaan atau kegunaan bagi diri sendiri maupun orang lain, fungsinya:

1. Sebagai bahan penelitian

2. Sebagai sumber yang mampu dipercaya

3. Sebagai laporan tugas dan kegiatan pengamatan

4. Sebagai dokumentasi

5. Sebagai pengetahuan pengetahuan

6. Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan.

 

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi secara umum mempunyai tiga susunan di antaranya:

1. Pernyataan Umum, yaitu terkandung pembukaan, berisi pembuka atau informasi secara umum perihal yang bakal disampaikan. Bagian ini berisi perihal umum perihal objek yang bakal dikaji, mengatakan secara garis besar perihal objek tersebut.

2. Deskripsi Bagian, yaitu terkandung isi, rincian, pembahasan, dan penjelasan secara lebih detail.

3. Deskripsi Manfaat, yaitu berisi kegunaan atau kegunaan tiap tiap objek yang dilihat dalam kehidupan.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi amat mengenai bersama dengan penelitian dan pengetahuan, maka perihal ini terhitung ke dalam tipe teks resmi yang mengharuskan bhs yang baku atau cocok kaidah bhs indonesia yang baik dan benar, dan juga ringan dipahami. Kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi di antaranya:

1. Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.

2. Menggunakan verba relasional, layaknya : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menunjukkan definisi terhadap makna teknis atau makna yang digunakan secara spesifik terhadap bidang tertentu).

3. Menggunakan verba aktif alam, perihal ini untuk mengatakan perilaku, layaknya : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.

4. Menggunakan kata penghubung, untuk menunjukkan :

-Tambahan: dan, serta

-Perbedaan: tidak sama dengan

-Persamaan: sebagaimana, layaknya halnya, demikianlah halnya, perihal demikian, sebagai, perihal yang sama

-Pertentangan: sedangkan, tetapi, namun, melainkan, pas itu, padahal berbanding terbalik

-Pilihan: atau

5. Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks.

6. Penggunaan kalimat definisi dan kalimat deskripsi.

7. Menggunakan kata keilmuan atau teknis, layaknya : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *