Contoh Laporan Prakerin

contoh laporan prakerin

contoh laporan prakerin – Buat kalian yang duduk di bangku sekolah menengah kejuruan tentu akan mengalami yang namanya Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) atau biasa termasuk disebut Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pada intinya serupa saja Prakerin dan PKL, hanya orang-orang saja yang kadang waktu beda dalam menyebutnya.

Prakerin ini merupakan kurikulum sekolah menengah kejuruan yang dikerjakan guna menguji keahlian para siswa waktu bekerja di industri atau lapangan. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, kebanyakan prakerin dikerjakan terhadap akhir semester 4 atau awal semester 5.

Syarat utamanya dalam membuat laporan prakerin ini, sebelumnya kami memang kudu jalankan dan melewati masa prakerin. Setelah teknis prakerin itu dilaksanakan, barulah kami membuat laporannya sebagai bahan pertanggungjawaban atas kegiatan kami waktu berada di tempat magang. Dalam kurikulumnya, prakerin memang menjadi kewajiban yang kudu dilaksanakan, karena sebagai syarat untuk ikut dan juga dalam Ujian Nasional SMK.

Contoh Laporan Prakerin

Tak jarang di antara para siswa SMK yang jadi ada masalah waktu menempuh proses pembuatan laporan ini, karena memang saya privat dulu mengalami perihal itu. Dengan ini saya akan membuat artikel berkenaan semisal laporan prakerin yang baik dan benar, terlebih bagi kalian yang di jurusan administrasi perkantoran. Buat yang tak hanya jurusan administrasi perkantoran tenang aja sob, ini termasuk sanggup menjadi referensi membuat kalian.

CONTOH LAPORAN PRAKERIN

A. Susunan Sampul atau Cover Lapora

Pembahasan rincian :

1. Di anggota atas adalah judul dari laporan, dituliskan “Laporan Praktek Kerja Industri”.

2. Setelah judul laporan, di bawahnya dituliskan nama tempat di mana kamu jalankan prakerin, dituliskan terhadap semisal “Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon”. Jangan lupa sisipkan kata penghubung Di- atau Pada.contoh laporan prakerin

3. Bagian ketiga, judul pembahasan laporan tersebut, berkenaan apakah materi pembahasan yang kamu akan buat. Dalam semisal dituliskan “Pengelolaan Aset Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon”.

4. Bagian keempat ada kalimat tambahan, sifatnya opsional. Namun, agar lebih efektif sebaiknya dituliskan saja, kalimat itu adalah teks pengajuan laporan. Contoh “Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Nasional dan Uji Kompetensi.”

5. Lalu dibagian kelima adalah logo instansi pendidikan atau sekolah yang kamu tempati. Letak logo tepat di anggota tengah sampul.

6. Bagian keenam, tuliskan data diri kamu guna tandanya bahwa laporan berikut hasil susunan dan milik kamu. Cukup tuliskan nama, nomer induk siswa, dan kelas.

7. Lalu yang paling akhir terhadap anggota ketujuh adalah identitas pendek sekolah kamu. Cukup tuliskan jurusan di sekolah yang kamu tempuh, nama instansi pendidikan atau sekolah, akreditasi dari sekolah tersebut, dan alamatnya.

B. Lembar Pengesahan Laporan Prakerin

Dalam lembar pengesahan ini digunakan sebagai legalitas bahwa laporan yang kamu membuat udah lulus melewati proses koreksi yang dikerjakan oleh para guru pembimbing. Ada tiga lembar pengesahan dalam laporan, yakni lembar pengesahan sekolah, lembar pengesahan perusahaan, dan lembar pengesahan penguji sekolah. Berikut contohnya :

a. Lembar Pengesahan Sekolah
b. Lembar Pengesahan Perusahaan
c. Lembar Pengesahan Penguji Sekolah
C. Identitas Sekolah, Siswa, dan Perusahaan
a. Identitas Sekolah

Dalam identitas sekolah ada 5 point yang kudu kamu tulis, yakni nama sekolah, alamat, status sekolah, nomer telepon dan faxsimile, email, web site sekolah, kepala sekolah, nomer induk kepala sekolah, dan program keahlian yang ada di sekolah kamu.

b. Identitas Siswa

Dalam identitas siswa ada 9 point yang kudu kamu tuliskan, yakni nama kamu, nomer induk siswa, tempat dan tanggal lahir kamu, kompetensi keahlian kamu di sekolah, nama sekolah, alamat rumah kamu, nomer handphone, dan pembimbing kamu di sekolah.

c. Identitas Perusahaan

Dalam rincian identitas termasuk ada 9 point yang kudu dipenuhi, yakni nama perusahaan atau industri, alamat perusahaan, status perusahaan atau industri tersebut, nomer telepon dan faxsimile, web site perusahaan, nama pimpinan atau direktur terhadap perusahaan tersebut, nomer induk kepegawaian pimpinan, dan bergerak di bidang apakah perusahaan tersebut.

D. Contoh Kata Pengantar Laporan yang Baik dan Benar

Setelah lembar pengesahan kamu buat, maka setelah itu adalah membuat kata pengantar. Kami sajikan semisal kata pengantar yang baik dan benar. Simak berikut ini.

KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang udah melimpahkan rahmat dan taufik-Nya kepada kami semua. Sehingga penyusun sanggup membuat laporan dan penyusun termasuk menyadari masih banyak kekurangan yang kudu diperbaiki dalam Laporan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) ini.

Walaupun demikian, penyusun udah mengupayakan bersama semaksimal barangkali demi kesempurnaan penyusunan laporan ini baik dari hasil kegiatan belajar mengajar di sekolah, maupun dalam jalankan praktek kerja di dunia industri. Saran dan kritik yang sifatnya membangun amat diharapkan oleh penyusun demi kesempurnaan dalam penulisan laporan berikutnya.

Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang udah mendukung dalam penyusunan Laporan Praktik Kerja Industri ini, diantaranya:

 

Bapak Tobroni, M.Pd., M.Si., selaku Kepala SMK NU Kaplongan.
Ibu Neah, SE., selaku Kepala Program Administrasi Perkantoran.
Bapak H. Asdullah, S.A., M.M., selaku Pimpinan Umum Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon
Bapak Zuhri Ariyanto, S.Sos., selaku Pembimbing dari pihak perusahaan.
Bapak Abadi Haripriyanto, S.Pd., selaku Pembinbing dari pihak sekolah.
Rekan se-angkatan.

Akhir kata, penyusun hanya berharap laporan ini sanggup berguna bagi pembaca dan juga sanggup mendukung bagi kemajuan dan juga pertumbuhan SMK NU Kaplongan. Sekali lagi penyusun ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang udah membantu, semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan kalian. Amin.

Indramayu, ………………………
Penyusun

Rolif Refo Ferdian

 

Pembahasan rincian :

1. Judul “Kata Pengantar” ditempatkan terhadap posisi tengah.

2. Setiap awal kalimat terhadap paragraf sebaiknya di-Tab (tekan tombol Tab) satu kali.

3. Paragraf pertama merupakan ucapan puji syukur kepada Allah.SWT.

4. Paragraf kedua mengungkap usahanya dalam membuat laporan dan memohon kritik dan saran dari pembaca.

5. Paragraf ketiga adalah ucapan terima kasih dan di bawahnya melampirkan nama orang yang berperan penting.

6. Penutup kata pengantar.

7. Bagian paling akhir ini adalah kolom isyarat tangan penyusun, ada nama kota, tanggal laporan dibuat, lantas nama penyusun.

E. Contoh Daftar Isi dan Daftar Gambar Laporan Prakerin
a. Contoh Daftar Isi

Daftar isikan ini berguna sebagai penunjuk tata letak dari setiap poin utama, agar memudahkan dalam pencarian. Setiap poin utama maupun sub poin dalam daftar isi, di anggota segi kanan harusnya diberikan nomer halaman yang memperlihatkan letak dari poin tersebut.

b. Contoh Daftar Gambar

Sama halnya bersama daftar isi, daftar gambar ini guna memperlihatkan letak gambar terhadap setiap halaman tertentu. Rinciannya, terhadap “Gambar II-1” memperlihatkan terkandung gambar “Struktur Organisasi Dinas Pendidikan”.

F. Contoh Pembahasan BAB I Laporan Prakerin

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Menyadari akan pentingnya mengadakan program Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) sebagai aspek yang mendasar dalam bidang pendidikan untuk terjun secara segera dalam dunia kerja bersama meningkatkan wawasan sekaligus pengalaman untuk siswa/siswi sebagai kontribusi secara segera mengenal proses kerja bersama konkrit.

1.2. Tujuan Praktik Kerja Industri

Kegiatan Praktik Kerja Industri yang udah dikerjakan oleh setiap siswa/siswi SMK NU Kaplongan merupakan program keahlian yang tentu saja mempunyai obyek yang udah direncanakan dan diharapkan sanggup dicapai oleh siswa/siswi. Adapun obyek penyelenggaraan Praktik Kerja Industri ini adalah sebagai berikut:

a. Tujuan Umum

Keahlian profesi adalah andalan utama untuk pilih kelebihan keahlian profesional tenaga kerja dan yang terlibat di dalamnya. Dalam proses memproduksi di Indonesia butuh tenaga kerja yang ahli dan profesional untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi global di masa kini.contoh laporan prakerin

Maka dimulai dari tahun 1994 di Indonesia dikerjakan proses “Magang” yang punya tujuan untuk saling isikan dan melengkapi pada pendidikan sekolah bersama keahlian produktif yang didapat lewat kegiatan Praktik Kerja Industri, agar kegiatan PRAKERIN menjadi keliru satu modal pendidikan yang efektif.

b. Tujuan Khusus

1. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan-pelatihan tenaga kerja yang memiliki kualitas dan profesional.

2. Memberikan pernyataan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai anggota proses pendidikan.

3. Menghasilkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian profesional bersama tingkat ilmu dan etos kerja yang cocok bersama tuntutan lapangan kerja.

4. Memperkokoh link dan match antara dunia pendidikan bersama dunia kerja.

5. Memperluas pandangan dan wawasan siswa/siswi terhadap jenis-jenis pekerjaan yang ada di bidang mengenai dan di tempat praktek bersama segala persyaratan.

6. Untuk merealisasikan ilmu yang didapat dari sekolah bersama pekerjaan yang memang di perusahaan.

7.  Menyiapkan siswa/siswi agar sanggup mengaplikasikan kemampuan, berkompetensi tinggi, dan mengembangkan diri.

1.3. Alasan Pemilihan Tempat

Adapun alasan pemilihan tempat ini dipilih bersama berdasarkan ruang lingkup kantor, karena lokasi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon terletak terhadap komplek Pemerintah Daerah (PEMDA) Kabupaten Cirebon, Sumber – Cirebon.

Dengan letaknya yang strategis, komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon merupakan lingkungan yang menerapkan rencana K3, yakni kesehatan dan keselamatan dalam kerja. Konsep K3 ini diterapkan agar para pegawai, mahasiswa/i atau pelajar SMK yang tengah jalankan kegiatan magang atau prakerin sanggup bekerja lebih efektif dan efisien.

1.4. Metode Pengumpulan Data

1. Metode Wawancara atau Interview

Cara pengumpulan data terhadap metode ini adalah bersama mengadakan bertanya jawab secara segera bersama sumber data atau responden.

2. Metode Litatur

Cara pengumpulan data bersama jalur menyita data atau mencari referensi dari buku-buku yang mengenai bersama topik yang digunakan sebagai bahan data.

3. Metode Observasi

Cara pengumpulan data bersama mengadakan pengamatan secara segera terhadap proses kegiatan yang dijadikan data.

1.5. faedah Prakerin

Dengan terdapatnya kegiatan Praktik Kerja Industri ini beri tambahan fungsi yang baik bagi para siswa/siswi SMK NU Kaplongan dan juga SMK lainnya. Ada lebih dari satu point fungsi yang penyusun dapatkan sesudah jalankan kegiatan Praktik Kerja Industri di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Siswa/siswi meraih kompetensi yang tidak mereka peroleh di sekolah.

b. Siswa/siswi sanggup beri tambahan kontribusi tenaga kerja di kantor atau industri yang mereka tempatkan.

c. Memberi motivasi dan meningkatkan etos kerja bagi siswa.

d. Mempererat hubungan sekolah bersama partner instansi atau industri.

e. Sebagai fasilitas promosi alumni SMK NU Kaplongan.

1.6. Kerangka Laporan.

Kerangka laporan ini merupakan gambaran struktur laporan secara rinci, yang diulas dari jadi sampulnya sampai poin akhir. Hampir serupa seperti daftar isi.

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

2.1. Data Umum Perusahaan

Poin pertama yang ditulis terhadap BAB II Profil Perusahaan adalah data pejabat yang ada terhadap perusahaan atau instansi. Terutama pejabat yang mempunyai tanggung jawab tertentu, seperti ketua umum, sekretaris, bendahara, dan ketua setiap bidang dan juga setiap bagian.

2.2. Sejarah Perusahaan

Poin setelah itu adalah berkenaan sejarah perusahaan, bagaimana awal mula perusahaan berikut berdiri, siapakah pemimpinnya dari masa ke masa atau di setiap periodenya, mengapa perusahaan berikut terbentuk. Nah, seputar itulah yang ditulis terhadap sejarah perusahaan. Langsung aja lihat semisal di bawah ini.

SEJARAH
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN CIREBON

Berdirinya Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon adalah terdapatnya otonomi tempat yang udah ditetapkan undang-undang nomor: 22 Tahun 1999 berkenaan Pemerintah Daerah di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan merupakan kewenangan yang kudu dikerjakan oleh Kabupaten/Kota, untuk jalankan kewenangan berikut maka Dinas Pendidikan dibentuk Peraturan Daerah (PERDA) bersama persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat:

Peraturan Daerah (PERDA) Nomor : 32 Tahun 2000 berkenaan pembentukan Dinas Pendidikan (Lembaran Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 50 Tahun 2000 Seri D 30).
Peraturan Daerah (PERDA) Nomor : 33 Tahun 2000 berkenaan Organisasi dan Tenaga Kerja Dina Pendidikan (Lembaran Daerah Kabupaten Cirebon).
Peraturan Daerah (PERDA) Nomor : 32 Tahun 2001 berkenaan rincian tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan (Lembaran Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 77 Tahun 2001 Seri D70).

2.3. Visi dan Misi Perusahaan

VISI
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN CIREBON

Terwujudnya pendidikan yang mandiri, profesional dan memiliki kualitas guna mendukung tercapainya masyarakat yang berilmu ilmu dan teknologi, berlandaskan iman dan taqwa.

MISI
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN CIREBON

Menuntaskan wajar pendidikan dasar 9 tahun.
Mewujudkan peserta didik yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cerdas, dan terampil.
Meningkatkan kualifikasi dan kesejahteraan tenaga kependidikan.
Menerapkan langkah manajemen berbasih bersekolah dan manajemen berbasis masyarakat.
Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam penyelenggara pendidikan.
Muwujudkan masyarakat gemar belajar dan berkarya.
Meningkatkan wawasan kebangsaan bagi generasi muda lewat kapabilitas yang produktif, kreatif, inovatif, dan kompetitif.
Mewujudkan masyarakat gemar berolahraga.
Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan tempat dalam rangka memperkaya kebudayaan Nasional.
Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan

2.4. Profil Perusahaan

PROFIL SINGKAT
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN CIREBON

Nama Perusahaan : Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon

Status  Perusahaan : Negeri

Bidang Usaha : Pendidikan

Pimpinan Perusahaan : Drs. H. Asdullah, S.A., MM.

Alamat Perusahaan : Jalan Sunan Drajat No. 10, Sumber – Cirebon

2.5. Aset Dinas Pendidikan

ASET
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN CIREBON

Aset yang terkandung terhadap Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon yakni berbentuk elektronik, kendaraan, ATK, dan Furniture.

No Nama Jenis Merk/Type Jumlah
1 PC Laptop ATK Asus 8
2 Meja Furniture Olympic 430
3 Mobil Dinas Kendaraan Carry 2

2.6. Tata Tertib Perusahaan

Tata Tertib
Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon

Tata Tertib Umum
Tata teratur lazim ini berlaku bagi seluruh pegawai, baik itu PNS atau Non PNS yang bekerja di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Berikut tata tertibnya;

1. Mentaati jam kerja kantor;
2. Wajib mengikuti apel pagi;
3. Dianjurkan berpartisipasi dalam kegiatan Jum’at bersodaqoh;
4. Berseragam cocok prosedur keputusan Pemerintah Daerah;
5. Membudayakan senyum, salam, dan sapa;
6. Saling menghargai satu serupa lain;
7. Wajib jalankan kegiatan religius cocok keyakinan masing-masing;
8. Bekerja bersama berlandaskan iman dan taqwa;

Tata Tertib Khusus
Berdasarkan keputusan Pemerintah Republik Indonesia nomer 53 tahun 2010 berkenaan tata teratur khusus ini kudu ditaati bagi seluruh pegawai Negeri Sipil (PNS).

1. Wajib mengucapkan sumpah/janji PNS;
2. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS bersama penuh ketulusan;
3. Membimbing bawahan dalam jalankan tugas;
4. Bekerja bersama jujur, tertib, dan teliti dan juga bersemangat untuk kepentingan negara;
5. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi, seseorang, atau golongan;
6. Menaati ketentuan jam kerja;
7. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
8. Menggunakan dan pelihara barang-barang milik negara bersama sebaik mungkin;
9. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

2.7. Jam Kerja Perusahaan

Jam Kerja
Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon

Jam kerja perusahaan berjalan selama 9 jam setiap harinya (dalam 5 hari kerja). Berikut rincian jam kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon:

HARI JAM
Masuk Istirahat Masuk Pulang
Senin 07.00 – 11.30 11.30 – 13.00 13.00 – 16.00 16.00
Selasa 07.00 – 11.30 11.30 – 13.00 13.00 – 16.00 16.00
Rabu 07.00 – 11.30 11.30 – 13.00 13.00 – 16.00 16.00
Kamis 7.00 – 11.30 11.30 – 13.00 13.00 – 16.00 16.00
Jum’at 7.00 – 11.30 11.30 – 13.00 13.00 – 16.00 16.00
Sabtu LIBUR
Minggu
BAB III
URAIAN KHUSUS
Mengelola Barang Milik Daerah

3.1. Dasar Teori

Barang milik tempat adalah barang yang berasal/dibeli bersama dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanka Daerah (APBD) atau sumbangan berbentuk pemberian, hadiah, donasi, wakaf, swadaya, kewajiban pihak ketiga, dan sumbangan pihak lain.

Adapun barang-barang yang dikelola adalah barang yang beroperasional di bawah pengawasan anggota Aset terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.

3.2. Pembahasan

Sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 berkenaan Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 18 Tahun 2006 berkenaan Pengelolaan Barang Milik Daerah kudu disempurnakan.contoh laporan prakerin

Barang milik tempat sebagai keliru satu unsur mutlak dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dan pelauanan masyarakat kudu dikelola bersama baik dan benar bersama mencermati asas-asas sebagai berikut;

Asas Fungsional, yakni pengambilan ketentuan dan pemecahan persoalan di bidang pengelolaan barang milik tempat yang dikerjakan oleh kuasa pengguna barang, pengguna barang, pengelola barang, dan Bupati cocok fungsi, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing.
Asas Kepastian Hukum, yakni pengelolaan barang milik tempat kudu dikerjakan berdasarkan hukum dan keputusan perundang-undangan.
Asas Transparansi, yakni penyelenggaraan pengelolaan barang milik tempat kudu transparan terhadap hak masyarakat dalam meraih informasi yang benar.
Asas Efisiensi, yakni pengelolaan barang milik tempat diarahkan agar barang milik tempat digunakan cocok batasan-batasan standar keperluan yang dibutuhkan dalam rangka mendukung penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pemerintahan secara optimal.
Asas Akuntabilitas, yakni setiap kegiatan pengelolaan barang milik tempat kudu sanggup dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
Asas Kepastian Nilai, yakni pengelolaan barang milik tempat kudu mendapat dukungan oleh terdapatnya ketepatan kuantitas dan nilai barang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan dan pemindahtanganan barang milik tempat dan juga penyusunan negara Pemerintah Daerah.
Sistem Pengelolaan Barang

Sistem pengelolaan barang ini meliputi kegiatan pembukuan, inventarisasi, pelaporan, dan pengelolaan barang milik daerah. Adapun barang yang dikelola diantaranya adalah tanah, bangunan/gedung, peralatan/mesin, jalan/irigasi/jaringan, konstruksi dalam pengerjaan, dan aset selamanya lainnya.

A. Inventarisasi

1. Peran dan Fungsi Inventarisasi

Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk jalankan perhitungan, pengurusan, penyelenggaraan, pengaturan, pencatatan data, dan pelaporan barang milik tempat dalam unit pemakaian.

Adanya buku inventaris yang lengkap, teratur dan konsisten mempunyai fungsi dan peran yang amat mutlak dalam rangka:

a. Pengendalian, pemanfaatan, pengamanan, dan pengawasan setiap barang.

b. Usaha utuk manfaatkan manfaatkan setiap barang secara maksimal cocok bersama obyek dan fungsinya masing-masing.

c. Menunjang pelaksanaan tugas Pemerintah

Barang inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh Pemerintahan Daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatata, dan juga didaftar dalam Buku Inventaris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *