contoh majas alegori

contoh majas alegori

contoh majas alegori – Majas atau model bahasa merupakan penggunaan bermacam ragam bahasa untuk meraih efek-efek khusus yang membuat sebuah karya sastra jadi tambah hidup, layaknya majas alegori.

Beberapa group penulis sastra miliki ciri, cara khas dalam mengemukakan ide, pikiran, dan perasaan mereka baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Majas yang digunakan dalam penulisan karya sastra, termasuk di dalamnya tersedia puisi dan prosa.

Pada umumnya, puisi gunakan lebih banyak majas jika dibandingkan bersama dengan prosa.

Dalam obrolan sehari-hari di masyarakat, kadang kala mereka termasuk kenakan majas atau model bahasa tanpa disadari.

Pengertian Majas Alegori

Majas alegori adalah majas yang tunjukkan maksud sesuatu terhadap kata-kata secara tidak harfiah, lewat kiasan atau penggambaran.

Sama seperti majas hiperbola dan majas metonimia, majas alegori termasuk dalam kategori jenis majas perbandingan.

Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang kala sulit ditebak kedalamannya, yang senang menerima segala sampah, dan yang terhadap akhirnya berhenti ketika bersua bersama dengan laut.contoh majas alegori

Ciri-ciri Majas Alegori

Ada lebih dari satu beberapa ciri yang dimiliki oleh majas alegori, yaitu :

Dalam kata-kata majas alegori merujuk kepada penggunaan retrorika, yaitu keterampilan berbahasa secara efektif.
Menyatakan sesuatu di dalam kata-kata bersama dengan gunakan kiasan atau penggambaran.
Kiasan atau penggambaran terkandung dalam sebuah cerita atau deskripsi yang bakal membuat lebih kompleks.
Contoh Majas Alegori

Contoh penerapan dalam kata-kata :

Alur kehidupan ini bagaikan menekuni sebuah perjalanan yang senantiasa berubah-ubah, kadang lurus dan tersedia banyak kelokan.
Anak manusia yang baru saja lahir (bayi) ibarat sebuah kertas putih tanpa noda.
Semua kenikmatan yang berada di dunia ini layaknya fatamorgana yang semu.

Penjalasan kata-kata selanjutnya :

Pada kata-kata pertama di atas mengungkap masalah dan halangan dalam rangkaian kehidupan manusia yang layaknya jalur lurus dan kadang berkelok.
Pada kata-kata ke-2 di atas mengungkap kondisi seorang anak manusia yang baru saja lahir (bayi) diibaratkan sebuah kertas putih tanpa noda. Maksudnya tetap bersih, suci, dan belum tersedia dosa.
Pada kata-kata ketiga di atas menggungkapkan mengenai seluruh kenikmatan di dunia ini layaknya fatamorgana yang semu. Maksudnya kenikmatan di dunia ini merupakan suatu perihal yang berbentuk khayalan semata serta penuh tipu dan muslihat.
Contoh 1
Di zaman sekarang ini, mendapatkan seseorang yang miliki kepribadian jujur ibarat meraih jarum dalam tumpukan jerami.
Menjalani pertalian di kehidupan berumah tangga layaknya menekuni sebuah bahtera di lautan yang sangat luas. Terkadang, kami bakal menyaksikan keindahan panorma lautan yang sangat mempesona, tapi tak jarang pula hantaman ombak dan badai menerpa serta membuat guncangan dahsyat ke tubuh kita.
Lidah manusia itu bagaikan harimau, yang bisa menerkam manusia, supaya kami wajib bijak dalam menggunakannya.
Tadi siang dia memasak sup ayam, rasa kuah sup masakannya layaknya air di lautan.
Hubungan pada sesama manusia bagaikan rangkaian huruf. Seindah apapun huruf yang terukir, maka tidak bakal tersedia maknanya jika tanpa ada spasi, tidak bisa dimengerti tanpa ada jeda, kasih sayang tidak bakal keluar tanpa ada jarak.
Hidup itu bagaikan baling-baling kincir angin. Titik yang berada di bawah bakal merasakan ketinggian, begitu termasuk sebaliknya. Seberapa besar keinginan berada dalam satu titik, baling-baling wajib senantiasa berputar supaya bisa membuahkan listrik.
Hidup itu layaknya naik sepeda. Untuk menjaga keseimbanganmu, kamu wajib terus mengayuh.
Hidup di dunia laksana rangkaian keyboard piano. Ada keyboard berwarna putih dan tersedia yang berwarna hitam. Orang yang tidak mengusahakan untuk memahaminya, maka hanya bakal sadar nada dasar. Namun, jika dimainkan oleh orang yang mengetahuinya, maka bakal membuahkan alunan melodi yang merdu.
Ibadah itu ibarat berdagang. Ada area untuk berjualan, keyakinan dan iman jadi modalnya, kemudian pahala dan balasan di akhirat adalah keuntungannya.
Sholat bagaikan sungai bersih yang mengalir di depan tempat tinggal kita. Orang yang mandi di dalam sungai itu bakal bersih berasal dari kotoran yang melekat di tubuhnya.
Contoh 2
Dunia ini ibarat tumbuhan hijau yang bisa memanipulasi mata tiap-tiap manusia yang memandangnya. Begitu fantastis dan sangat indah. Namun, lambat laun ia senantiasa bakal menguning, kering, dan terhadap akhirnya bakal musnah.
Kekayaan laksana air laut. Jika dibendung di satu tempat, maka tambah lama bakal tumpah. Jika diminum, maka tambah membuat haus. Namun, jika meletakkan dalam kotak-kotak dan dijemur, maka bakal membuahkan garam.
Kebohongan ibarat memakan anggur merah. Tidak bakal lumayan jika hanya satu buah, tentu bakal diikuti oleh, maka bakal diikuti oleh kebohongan-kebohong yang lainnya.
Kemarahan bagaikan api. Semakin disulut, maka bakal tambah besar. Oleh sebab itu, jangan di siram bersama dengan minyak mendidih tapi siramlah bersama dengan air yang menyejukkan.
Ilmu adalah sebuah cahaya. Menerangi kegelapan dan termasuk mendukung manusia dalam melakukan kewajibannya. Dengan cahaya, manusia bisa sadar dan menyaksikan indahnya dunia. Tanpa cahaya, manusia bisa tersandung dan terjatuh ke dalam jurang yang curam.
Tubuh manusia ibarat sebuah mesin. Bekerja di siang dan malam hari, kadang kala dipaksa sampai melampaui batas kebolehan kerjanya. Apabila tidak diberi kala istirahat, maka mesin selanjutnya bakal cepat rusak. Oleh sebab itu, kami wajib membiasakan istirahat secara teratur. Sehingga biaya dan kala untuk memperbaiki mesin telah tidak dibutuhkan lagi.
Alur kehidupan manusia bagaikan kompilasi genre film. Terkadang tersedia drama romantis, kadang kala tersedia komedi, lebih dari satu miliki kisah thriller dan horor. Terkadang banyak menyebabkan tawa yang membuat puas dan duka yang membuat kami meneteskan air mata. Hingga terhadap akhirnya bakal raih ending filmnya.
Waktu ibarat pedang yang tajam. Apabila seseorang menggunakannya bersama dengan benar dan teliti, maka ia bakal sangat berguna. Namun, jika digunakan oleh seseorang yang ceroboh, ia bakal membuat bencana.
Orang yang beriman bakal hidup bagaikan lebah. Dia hanya makan, makanan yang baik dan minum, minuman yang baik. Pergi ke tempat-tempat yang baik dan bakal membuahkan sesuatu yang baik (madu).
Al-Qur’an adalah rambu yang bisa memandu dan mengarahkan kami ke hadirat Ilhai Rabbi. Selama kami patuh terhadap seluruh rambu tersebut, maka kami bakal senantiasa selamat sampai obyek akhir.
Contoh Soal Majas Alegori

Sekarang kami bakal coba lebih dari satu umpama soal majas alegori, pastikan jika kamu telah membaca dan sadar mengenai penjelasan di atas supaya bisa lebih gampang kala menjawabnya.

Contoh Soal 1

Pada kata-kata di bawah ini, manakah yang gunakan model bahasa alegori?

A. Hidup itu layaknya roda naik sepeda. Untuk menjaga keseimbanganmu, kamu wajib terus mengayuh.

B. Orang yang melanggar ketetapan bakal dihukum sebab tidak mematuhi peraturan.

C. Ilmu itu penting, jadi kami wajib senantiasa terus belajar dan mencari ilmu.

 

D. Waktu terus berjalan dan tidak bisa diulang kembali, jadi kami wajib gunakan kala sebaik mungkin.

Jawaban : A. Hidup itu layaknya naik sepeda. Untuk menjaga keseimbanganmu, kamu wajib terus mengayuh.

Kalimat di atas termasuk dalam model bahasa alegori sebab gunakan kiasan “Hidup itu layaknya naik sepeda. Untuk menjaga keseimbanganmu, kamu wajib terus mengayuh.”

Maksud berasal dari kata-kata selanjutnya adalah kami wajib terus bergerak atau bekerja untuk senantiasa menjaga keseimbangan.

Contoh Soal 2

Pilihlah kata-kata di bawah ini yang gunakan model bahasa alegori!

A. Kesombongan adalah perihal yang tidak baik, jadi kami tidak boleh terasa sombong dan senantiasa rendah hati.

B. Kemarahan bagaikan api. Semakin disulut, maka bakal tambah besar. Oleh sebab itu, jangan di siram bersama dengan minyak mendidih tapi siramlah bersama dengan air yang menyejukkan.

C. Jika kami membawa obyek atau cita-cita, maka kami wajib senantiasa berdoa dan berjuang untuk mencapainya.

D. Jangan sampai kami miliki karakter hidup boros sebab keinginan semata, kami wajib belanja sesuatu berdasarkan keperluan saja.

Jawaban : B. Kemarahan bagaikan api. Semakin disulut, maka bakal tambah besar. Oleh sebab itu, jangan di siram bersama dengan minyak mendidih tapi siramlah bersama dengan air yang menyejukkan.

 

Kalimat di atas termasuk dalam model bahasa alegori sebab gunakan kata “api” yang menggambarkan kemarahan.

Maksud kata-kata selanjutnya adalah kami jangan membuat hal-hal yang membuat seseorang marah atau menambah kemarahannya, kami wajib mengusahakan untuk menenangkan orang yang sedang marah.

Kesimpulan

Majas atau model bahasa merupakan penggunaan bermacam ragam bahasa untuk meraih efek-efek khusus yang membuat sebuah karya sastra jadi tambah hidup.

Contohnya layaknya majas alegori, majas litotes, dan majas yang lainnya.

Majas alegori adalah majas yang tunjukkan maksud sesuatu terhadap kata-kata secara tidak harfiah, lewat kiasan atau penggambaran.

Gaya bahasa ini termasuk dalam kategori jenis majas perbandingan.

Ciri-cirinya adalah gunakan kiasan atau penggambaran untuk mengatakan sesuatu di dalam kalimatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *