Contoh Majas Simile

contoh majas simile

contoh majas simile – Dalam jatah majas secara kelompok besar, majas perbandingan merupakan keliru satu jenis yang kerap kali digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Seperti majas simile yang juga dalam subjenis majas perbandingan, dimana simile merupakan majas pertautan yang membandingkan dua perihal yang secara hakiki sesungguhnya berbeda, akan namun diakui punya faktor yang mirip dan dinyatakan secara eksplisit memanfaatkan kata laksana, bagai, seperti dan lain sebagainya.

Perbandingan eksplisit pada majas simile ini mampu diartikan sebagai perlindungan makna pada sesuatu yang dibandingkan secara segera memanfaatkan kata yang merupakan perumpamaan.

Contoh Majas Simile

Kata hubung yang umum digunakan pada majas simile pada lain adalah:

Laksana
Seperti
Bagaikan
Semisal
Serupa, dan lain sebagainya.
Contoh Majas Simile

Di bawah ini adalah semisal penerapan majas simile pada kalimat.

Persahabatan kita yang udah kita jalin sejak kecil ini akan bertahan selalu dan tak akan dulu tergoyahkan bagaikan rantai kapal yang sangat kuat.
Dari dulu hingga saat ini hanya itu-itu saja pengetahuanmu, tidak ada pertumbuhan mirip sekali. Makanya sering-seringlah bergaul dan perbanyak kenalan dan juga temanmu, jangan dirumah saja terus bagaikan katak dalam tempurung.
Aku dan Anis selalu bertengkar tiap tiap hari seperti anjing dan kucing.
Kata-kata yang muncul berasal dari mulutmu sangat tajam dan menyakitkan hatiku bagaikan disayat pisau belati. Aku butuh senyumanmu dalam hari-hariku bagaikan pagi hari yang butuh mentari.
Gadis remaja yang masih belia sama laksana bunga mawar yang baru mekar.
Masalah kehancuran yang terjadi pada keluarga Nida bagaikan duri dalam daging bagi Nida.
Ia seperti kebakaran jenggot waktu kebohongannya sepanjang ini terbongkar.
Sikap dan pikiranmu selalu berubah-ubah bagaikan air di daun talas.
Arum selalu menuruti apapun yang dikatakan oleh orang tuanya seperti seekor kerbau yang dicocok hidungnya.
Semua perkara yang menimpa Ayah tak dulu diduga sebelumnya, ini jadi beban bagaikan duri dalam daging.
Dia sangat miliki nilai dan berarti dalam bagiku. Bukan hanya hanyalah sahabat namun dia laksana pelita dalam gelapnya kehidupan yang ku lalui.
Sejak kau berdiam diri dirumah tetap kulitmu jadi sangat putih seperti dilumuri susu.
Aku tidak percaya diri bersama jidat lebarku ini sudah seperti lapangan bola saja lebarnya.
Anak mereka sangat banyak mirip halnya seperti pemain klub sepak bola.
Rumah orang tua Rian sangat besar dan mewah bagaikan istana.
Model itu punya postur yang sangat sempurna bagaikan gitar spanyol.
Kamu mesti segera mengakhiri interaksi kalian dan lupakanlah dia. Kalian berdua bagaikan langit dan bumi, tidak akan dulu mampu bersatu.
Bagaimanapun suksesnya dirimu, ingatlah selalu orang-orang yang selalu ada untukmu waktu ini. Jangan seperti kacang lupa kulitnya.
Semua teman-temanku tidak ada yang sudi berada di kelas waktu pelajaran fisika gara-gara gurunya sangat ganas seperti monster.
Tubuhmu gemuk dan bulat seperti bola pingpong.
Suaranya waktu berbicara sangat halus bagaikan alunan melodi yang sangat merdu.
Seorang satuan pengaman atau satpam haruslah punya tubuh yang tegap dan kekar seperti benteng yang kokoh.
Ria sangat terganggu waktu Dimas tidur. Suara dengkurannya sangat keras dan mengganggu bak suara knalpot motor yang udah usang dan tua.
Aku senang membelai rambut nenekku. Rambutnya sangat halus bagaikan selembut kain sutera.
Kami tidak ada yang berani mendekat jika Ganang sedang marah gara-gara waktu marah dia bagaikan seekor harimau yang sedang mengamuk.
Lusi sangat dijagokan dalam ajang perlombaan tari ini gara-gara waktu dia menari tubuhnya bagaikan ombak yang sedang meliuk-liuk.
Apa kalian percaya Rita dan Kinar bukan kembar dan bukan saudara mirip sekali? Wajah mereka berdua sangat mirip bagaikan pinang yang dibelah dua.
Aku tidak mampu muncul rumah hari ini. Cuacanya sangat dingin bagaikan berada di kutub saja.
Jerawat di wajahmu semakin banyak dan merekah saja seperti gunung yang akan meletus.
Jalanmu lamban sekali seperti kura-kura yang berjalan.
Kelihatannya Meka sangat senang lihat orang lain menderita. Perhatikan saja dia tertawa persis seperti nenek lampir yang sedang tertawa.
Paha gadis mungil itu mulus sekali seperti porselen tanpa cacat sedikitpun.
Sikatlah gigimu itu. Lihatlah gigimu kuning semua bagaikan emas 24 karat.
Wajahnya sangat berseri dan bercahaya bagaikan pantulan sinar matahari di cermin.
Makanan di warung pinggiran ini harganya sangat terjangkau namun rasanya seperti makanan restoran mewah.
Tante sangat memanjakan anak-anaknya, tak heran mereka tumbuh jadi anak manja yang menghendaki selalu dilayani bak putri raja.
Ia kondang sebagai orang yang sangat garang laksana singa si raja hutan.
Tak ada yang sudi memberi salam dan menasehatinya gara-gara sifat keras kepala yang ia miliki seperti kerasnya batu.
Kecepatan pacu motor keluaran baru itu disebut-sebut sebagai yang tercepat bagaikan lari seekor macan.
Kopi hitam ini rasanya sangat pahit seperti obat sakit gigi.
Kita tinggal di daerah pinggir laut namun cuacanya dingin seperti tinggal di pegunungan saja.
Dulunya ayahku adalah seseorang yang sangat kaku dan dingin seperti es batu yang tak dulu mencair.
Kulit muka Dina lembut dan mulus sekali seperti kulit bayi.
Ia tak pantas jadi seorang penyanyi, suaranya saja seperti bunyi kaleng usang yang terjatuh.
Tak disangka-sangka Kris mampu memenangkan kejuaraan itu dan memenangkan hadiah utamanya, ia seperti mendapatkan durian runtuh.
Apa yang terjadi dengannya? Wajahnya muncul sangat lusuh dan gersang bagaikan padang pasir yang tandus.
Dimana kau belanja sajadah ini? Bahan dan modelnya sangat bagus dan indah seperti karpet permadani punya Aladin di serial TV dulu.
Contoh Majas Simile Dalam Puisi

Waktu seperti burung yang tak dulu hinggapan
Menjalani hari-hari rubuh tanpa harapan dan ratapan
Sayap-sayap mu’jizat berkibar bersama lihai

Waktu bagaikan butiran air laut
Dengan lantunan dan tangis angin silir
Berpejam kelopak dan pelesir tanpa akhir

Penjelasan:

Pada bait pertama puisi di atas terdapat majas simile dimana ada kata ‘seperti’ yang membandingkan seekor burung yang tak dulu hinggap di pohon bersama waktu. Yang maknanya ialah waktu tak mampu berhenti.

Kemudian pada baris kedua pada kalimat “Waktu bagaikan butiran air”. Dalam kalimat itu ada kata ‘bagaikan’ yang membandingkan butiran air laut bersama waktu.

Yang mana maknanya adalah bersamaan berjalannya waktu maka kita akan lewat banyak perihal seperti butiran air di laut yang begitu banyak.

Contoh Majas Simile Pada Pantun

Makan nasi memanfaatkan sendok

Ketika jalan terjepit

Terjepit agaimana ketabrak

Penjelasan:

Pantun di atas memanfaatkan majas simile di bagian isinya. Dimana pada kalimat “terjepit bagaikan ketabrak” membandingkan pada sandal jepit bersama situasi jika kita tertabrak.

Itulah lebih dari satu semisal majas simile baik dalam kalimat, puisi ataupun pantun. Dari sekian banyak semisal di atas, mampu diartikan jika perbandingan dalam majas simile mampu bersama kesan persamaan ataupun kiasan yang seakan memberikan makna serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *