Contoh Majas Sinisme

contoh majas sinisme

contoh majas sinisme – Assalamualaikum teman-teman . Bagaimana kabar kalian hari ini? Ya, semoga teman-teman senantiasa dalam kondisi sehat. Dan kalaupun tersedia yang dalam kondisi sakit, semoga sakit tersebut bisa langsung pulih dan semoga sakit yang menimpa kalian bisa jadi alat untuk menghapus dosa bagi teman-teman.

Pada postingan yang pada mulanya saya sudah menyebutkan mengenai contoh majas sarkasme. Nah, pada konten yang setelah itu ini saya bakal coba untuk mengimbuhkan perumpamaan perumpamaan majas sinisme.

Entah itu perumpamaan majas sinisme yang berada dalam suatu kalimat sehari-hari maupun perumpamaan majas sinisme yang berada dalam suatu karya seni sastra seperti teater, puisi, drama, pantun, dan lain sebagainya.

Tetapi, sebelum akan kami masuk kedalam penjelasan berkenaan perumpamaan majas sinisme, bakal lebih baik kalau kami mengupas berkenaan pengertian majas sinisme terutama dahulu. Silahkan teman-teman baca dan review pembahasan di bawah ini bersama seksama.

Pengertian Majas Sinisme

Sebetulnya, kalau kami perhatikan, pembahasan berkenaan pengertian majas sinisme sudah dulu dijelaskan sementara kami menimba di bangku sekolah.

Dan tahukah kamu? Bahwa pembahasan berkenaan pengertian majas sinisme sudah jadi suatu materi yang perlu dijelaskan dikala duduk di bangku sekolah.contoh majas sinisme

Tetapi, diantara kalian bisa saja tersedia yang belum menyadari atau lupa berkenaan pengertian majas teman-teman ini. Nah, jangan khawatir, dalam artikel ini saya bakal menyebutkan kembali pengertian majas sinisme kepada kalian semua.

Apa yang dimaksud bersama majas sinisme? Yah, yang dimaksud bersama pengertian majas sinisme adalah suatu type majas yang penyampaiannya ditunaikan secara tidak langsung atau implisit.

Dan majas sinisme ini terhitung kedalam jenis majas sindiran. Jika dibandingkan dengan majas sarkasme dan majas ironi, type majas sinisme ini penyampaiannya lebih halus dan sopan. Namun senantiasa bersama tujuan untuk menyindir.

Agar kalian bisa menyadari berkenaan pengertian majas sinisme ini, kalian bisa memperhatikan dan membaca perumpamaan majas sinisme dibawah ini. Mungkin kalian bisa lebih menyadari berkenaan apa itu yang dimaksud bersama majas sinisme bila membaca contohnya.

Contoh Contoh Majas Sinisme

Pembahsan yang setelah itu setelah kami menyadari berkenaan pengertian majas sinisme adalah penjelasan berkenaan perumpamaan majas sinisme.

Majas sinisme ini adalah keliru satu macam macam majas yang terlampau sering kami aplikasikan dalam kegiatan komunikasi sehari-hari yang kami lakukan. Tetapi, kondisi yang paling tepat untuk memakai majas sinisme ialah sementara kami dambakan menyindir prilaku seseorang bersama halus dan sopan.

Oleh karena perihal itu, majas sinisme ini adalah majas sindiran yang paling sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Hal itu karena penyampaiannya yang sedikit halus dan sopan.

Nah, di sini saya bakal mengimbuhkan lebih dari satu perumpamaan majas sinisme. Mulai dari perumpamaan majas sinisme dalam kalimat yang kami memakai sehari-hari, dan perumpamaan majas sinisme dalam suatu karangan puisi, serta perumpamaan majas sinisme dalam suatu karya seni sastra pantun.

1. Contoh Majas Sinisme Dalam Kalimat

Berikut ini adalah lebih dari satu perumpamaan majas sinisme yang terdapat dalam suatu kalimat.

Padahal saya sudah memberimu tumpangan tiap-tiap hari, namun kenapa kau tidak memperbolehkanku untuk naik kedalam mobilmu.
Kau tidak pantas untuk lakukan tidakkan tersebut nak, mengingat bahwa keluargamu adalah keliru satu keluarga yang terpandang di kampung ini.
Perbuatan yang kau lakukan itu bisa mengakibatkan perkembangan globalisasi semakin cepat, jadi kurangilah perbuatanmu itu.
Kenapa kau tega sekali menduakan cintaku? Padahal saya senantiasa tulus dalam mencintai dirimu.
Kemanapun kau pergi dia senantiasa menemanimukan, jadi setidaknya kau perlu lebih menyadari bakal rasa balas budi.
Jangan dulu kau durhaka kepada orang tuamu, merekalah yang sudah merawat, menjaga, dan membesarkanmu selama ini.
Ketika kau dalam suatu musyawarah, kau tidak boleh bertindak egois atau bertindak keras kepala.
Kenapa kau takut dalam perihal cinta kawan? Dengan tubuh besar, kekar, tinggi, dan gagah seperti itu terlampau tidak sesuai kalau kau lembek soal cinta.
Tidak bisa saja dirimu hingga lelah melebihi orang lain, karena pekerjaan yang kau melaksanakan lebih enteng dari pada pekerjaan yang ditunaikan oleh orang lain.
Aku tidak bakal dulu bisa terima ucapan maafmu, karena kau senantiasa memicu kesalahan yang serupa kembali dan lagi.
Kau perlu lebih memperhatikan semua karyawanmu bila kau dambakan dicintai oleh semua karyawanmu.
Pemahamanmu tentang macam macam majas agak kurang, jadi belajarlah yang lebih giat lagi.
Kami tidak bakal dulu mengimbuhkan kucing ini kepada orang yang tidak memiliki rasa cinta kepada binatang sepertimu.
Kau bakal percuma bila menghendaki pemberian kepada orang itu, dia memang tidak memiliki rasa tolong mendukung pada manusia.
Orang itu senantiasa berkata bahwa dia bekerja untuk keluarganya, namun kenyataannya dia senantiasa menghabiskan uangnya untuk berfoya-foya dan demi kepentinganya sendiri.
Aku tidak butuh pemberian orang yang mengharapkan imbalan seperti dirimu.
Kau senantiasa membawa kemauan buruk dikala mendukung seseorang yang sedang dalam kesulitan.
Kenapa kau senantiasa mencari peluang dalam ada masalah orang lain? Hal itu terlampau tidak baik untuk ditunaikan kawan.
Akan lebih baik bila motor yang kau memakai itu masuk kedalam museum, karena sudah terlampau tua dan berasap.
Jika dirimu tetap memiliki rasa malu, kembalikan buku yang kau pinjam minggu lalu.
Dulunya kau itu terlampau alim, rajin beribadah, ramah, sopan, baik hati, senang menolong, dermawan. Tapi kenapa sekarang sifatmu jadi terlampau brutal seperti itu.
Jangan perlakukan hewan bersama kasar, apalagi hewan langka itu, kau bisa membunuhnya.
Aku tidak dulu menyaksikan harta yang kau memiliki untuk kujadikan teman, saya lebih senang kau yang dulu, sederhana dan baik hati.
Apa kau dambakan membunuhku bersama kecerobohan yang senantiasa kau lakukan itu.
Kondisi tubuhmu itu sudah tidak sangat mungkin untuk mengonsumsi rokok, jadi berhentilah untuk merokok.
Aku sudah melarangmu untuk berhenti memakan makanan yang mempunyai kandungan gula yang berlebihan, sekarang kau menyadari akibatnya kan kalau sudah kena diabetes.
Sejak kapan kau jadi anak yang nakal? Bukankah dulu kau adalah anak yang baik dan rajin dalam kebaikan.
Bisa-bisanya kau memperlakukan pamanmu bersama kasar seperti itu, padahal dia sering mengimbuhkan duwit saku kepadamu.
Jika kau terlampau banyak memakai motor, kau bisa menipiskan lapisan atmosfer yang memelihara kami dari sinar beresiko matahari.
Jangan dulu mengaku muridku kalau kau tidak bisa merubah perbuatan tercelamu itu.
Akan saya bertanya sekali lagi, kapan kau bakal berhenti untuk jadi orang pengangguran.
Kau sungguh tidak memiliki perasaan, kau tega meninggalkan istri dan ketiga anakmu di kampung sendirian.
Apa kau tidak dulu mandi? Tubuhmu sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Apa kau tidak dulu sikat gigi? Lihat, gigimu sudah jadi menguning semua.
Kamarmu terlampau berantakan sekali, apa kau tidak dulu merapikannya?
Rambutmu sudah seperti serabut kelapa, itu berarti sudah waktunya untuk kramas.
Tidak tersedia gunanya kau memiliki tubuh yang tinggi dan besar serta kekar, melihat tikus saja kau sudah lari ketakutan.
Jika kau menyingkirkan sampah sembarangan, kau bisa merusak lingkungan hidup, jadi kurangilah perbuatan itu.
Kenapa kau marah-marah dikala tersedia orang yang menagih hutang kepadamu?
Apakah kau menyadari kenapa kau senantiasa dimanfaatkan oleh temanmu? Kau itu terlampau naif dan terlampau baik.
Jangan harap bisa juara kelas kalau kau bermalas-malasan seperti itu.
Apa kau tidak dulu melipat baju yang tersedia dalam lemari itu? Lemari bajumu sudah terlampau berantakan.
Makanya jadi orang itu jangan terlampau pelit, kelanjutannya kau dijauhi oleh semua orangkan.
Menjadi orang yang sombong itu tidak baik, kau perlu kurangi sifat sombong yang tersedia dalam dirimu itu nak.
Apa kau tidak dulu mencuci bajumu itu? Lihat, warnanya sudah jadi gelap bagaikan aspal dijalan.
Kenapa kau marah-marah dikala tersedia orang yang menasehatimu.
Kau perlu senantiasa berbakti kepada orang tuamu, kurangilah sifatmu yang membangkang ke-2 orang tuamu itu.
Kenapa kau menebang hutan secara ilegal? Hal itu bisa menyebabkan pemanasan global.
Kurangilah sifat rakusmu, perihal itu bakal berdampak negatif kepada kesehatanmu.
Kenapa kau senantiasa tertipu oleh wanita itu? Kau perlu lebih berhati-hati dikala pilih pasangan hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *