Kerja Di Digital Printing

kerja di digital printing

kerja di digital printing – Operator mesin cetak yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mobilisasi profesinya. Khususnya dalam mengoeparasikan mesin cetak offset. Karena seorang Operator atau Teknisi mempunyai peran penting dalam industri jasa percetakan atau printing. Dalam bekerja, terkandung standar dan ketentuan yang mesti dipatuhi tujuannya agar kinerja dan operasional tetap terjadi dengan baik.

Kerja Di Digital Printing

Tugas Operator Mesin Cetak

Seorang pekerja Operator Mesin pasti mempunyai tugas yang mesti dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Sehingga mampu menghasilkan printing yang memiliki kwalitas dan memuaskan konsumen. Tugas seorang Operator Mesin Offset yaitu:

Bekerja sesuai standar dan aturan

Setiap jasa percetakan pasti mempunyai standar dan ketentuan tiap-tiap yang mesti dipatuhi oleh seluruh pekerja. Aturan atau standar tersebut jadi acuan atau pedoman dalam laksanakan operasional.

Isinya bersifat ketentuan ukuran, berat, luas, waktu, nilai, jumlah, dan juga mutu product yang dihasilkan. Standar dan ketentuan mesti dipatuhi oleh Operator.kerja di digital printing

Jika kinerja Operator tidak sesuai dengan standar, product yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan. Hal ini akan mempengaruhi keyakinan pembeli terhadap jasa printing Anda.

Bekerja sesuai SOP cetak

Setiap jasa percetakan mempunyai standar operasional cetak masing-masing. Dalam laksanakan tugas sesuai standar operasi cetak ini, PPIC akan menyerahkan SPK memproses kepada Operator.

Menyiapkan peralatan mesin cetak

Setiap perusahaan percetakan pasti saja mesti mempunyai seorang Operator Mesin yang di mana bertugas untuk menyiapkan seluruh alat mesin cetak. Mesin cetak mesti siap dioperasikan agar memproses terjadi dengan lancar dan optimal. Sehingga sebelumnya, Operator mesti mengecek seluruh komponen mesin cetak.

Jangan hingga tersedia komponen yang tertinggal. Jika seluruh alat mesin cetak siap, Operator mampu mengoperasikannya sesuai prosedur. Mesin cetak offset mempunyai komponen yang lebih kompleks. Sehingga dibutuhkan kecermatan terhadap sementara persiapan mesin lebih-lebih oleh seorang Operator Mesin Offset.

Memeriksa peralatan mesin cetak

Sebelum mesin cetak digunakan, Operator mesti memeriksa situasi mesin tersebut. Keadaan mesin cetak terlalu penting dalam mendukung kinerja Operator. Apabila memang tersedia komponen yang rusak, mesti langsung dicatat dan dilaporkan kepada atasan.

Jika dibiarkan mampu merambat ke komponen lain dan rusaknya jadi tambah parah. Setelah mesin cetak digunakan, Operator juga mesti memeriksa situasi mesin kembali.

Mesin cetak mesti dalam situasi baik baik sebelum akan operasi atau sesudah operasional. Hal ini akan memperpanjang nilai guna mesin cetak tersebut dan juga meminimalkan pengeluaran alat yang lumayan besar.

Merawat mesin cetak

Operator Mesin mesti melindungi dan melindungi mesin cetak sesuai dengan prosedur. Tujuannya agar mesin cetak tetap berfungsi dengan baik dan bekerja secara optimal. Walaupun sudah lama digunakan.

Mencetak bahan dengan baik

Setelah mesin cetak siap, Operator mampu langsung mencetak bahan yang sudah disediakan. Bahan yang dipilih mesti sesuai keinginan begitu juga dengan jumlah cetakan.

Operator mesti mampu tahu keinginan pelanggan dan mesti mampu menghasilkan cetakan yang memiliki kwalitas tinggi dan sesuai dengan permintaan.kerja di digital printing

Untuk memenuhi keinginan pembeli tersebut, Operator mampu memicu list atau rekapan tiap tiap konsumen. Sehingga tidak terjadi miss atau kesalahan. Karena kesalahan kecil mampu memicu mutu dan performa percetakan menurun.

Melaporkan hasil pekerjaan

Setelah keinginan pelanggan terpenuhi, Operator mesti memicu laporan hasil pekerjaan tersebut. Laporan bertujuan kepada atasan sebagai bentuk tanggung jawab atas kinerja yang sudah dilakukan. Laporan juga mampu jadi solusi sementara terjadi kesalahpahaman di sesudah itu hari.

Melaksanakan tugas kedinasan

Selain mengoperasikan mesin cetak, Operator mesti bersedia laksanakan tugas kedinasan berasal dari atasan. Biasanya tugas ini dikerjakan sebulan sekali atau sesuai kesepatakan. Tugas kedinasan bertujuan untuk menjalin relasi dan jalinan untuk menaikkan mitra kerja.

Tanggung Jawab Operator Mesin Offset

Seorang Operator mesin cetak offset juga mempunyai tanggung jawab sebagai berikut.

Memahami SPK atau Surat Perintah Kerja

Operator mesti tahu SPK yang mencakup bahan baku yang digunakan. Bahan baku tersebut meliputi tinta printer, kertas, pelat, dan bahan tambahan. Operator juga mesti tahu SPK mesin cetak juga mesin cetak lembaran dan gulungan. Serta mesti tahu SPK konfigurasi warna, jumlah halaman, deadline dan juga oplah.

Melaksanakan sistem manajemen

Operator mesti laksanakan sistem manajemen dengan baik. Sistem manajemen merupakan nilai batasan atau parameter berasal dari sistem produksi. Sistem ini digunakan sebagai acuan memproses agar product cetakan yang dihasilkan sesuai dengan standar dan keinginan konsumen.

Operator mesti mampu membangun komitmen dan kesepakatan dengan pembeli dengan baik. Serta tidak boleh memaksa keinginan konsumen. Karena hal ini mampu memicu sistem manajemen dinilai tidak tertib dengan baik.

Memahami instruksi kerja

Dalam laksanakan tugasnya, Operator mesti tahu instruksi kerja yang diberikan. Instruksi ini jadi wejangan secara tertentu dan detil akan peralatan yang akan digunakan dalam operasional yaitu mesin cetak. Sehinga Operator mampu laksanakan tanggung jawabnya dengan maksimal.

Memahami check list produksi

Selain instruksi kerja, Operator Mesin Cetak juga mesti tahu dan laksanakan check list. Check list ini bertujuan untuk melihat, mengamati dan mendata seluruh komponen bahan, alat memproses sebelum akan digunakan. Kegiatan ini terlalu penting untuk persiapakan operasional dikarenakan mampu meminimalkan terjadinya kegagalan.

Melaksanakan program 5R dan K3

Tanggung jawab Operator Mesin adalah laksanakan 5R yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. 5R ini mesti seiring dengan K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Sehingga seluruh operasional dalam terjadi dengan baik dan terhindar berasal dari kecelakaan kerja. Program 5R dan K3 terlalu penting bagi dunia industri juga jasa percetakan. Dengan laksanakan program K3, seluruh keselamatan karyawan lebih terjamin.

Serta kecelakaan kerja dalam terhindari lebih-lebih kecelakaan yang berakibat fatal kepada pekerja. Sedangkan program 5R mampu menaikkan semangat, stimulus para pekerja dalam mobilisasi tanggung jawabnya.

Memahami pelat cetak yang baik

Operator mesti mampu menghasilkan product cetakan yang memiliki kwalitas dan sesuai keinginan konsumen. Sehingga operator mesin cetak mesti mampu memilih mutu pelat cetak yang digunakan. Pelat cetak mesti memenuhi kriteria tekhnis dan standar.

Memahami mutu kertas cetak

Cetakan pasti perlu kertas, baik kertas gulungan atau lembaran. Untuk kertas gulungan, memperhatikan pemilihan gramatur, model kertas, uluran lebar kertas mesti diperhatikan dengan baik.

Sedangkan untuk kertas lembaran, Operator mesti memperhatikan kemampuan robek dan kemampuan tarik kertas. Serta ketebalan, kekuatan serap air, kekuatan serap tinta, gramatur, opasitas, kestabilan warna tinta, dan presisi ukuran potong kertas.

Memahami mutu air pembasah

Dalam mesin cetak offset, air pembasah terlalu berperan penting. Air ini berfungsi untuk mengantarai area image dengan non image. Sehingga Operator mesti tahu air pembasah yang paling baik agar hasil cetakan sesuai dengan desain yang di inginkan konsumen.

Jadi layaknya itulah tanggung jawab & tugas berasal dari operator mesin cetak dan jangan hingga lupa bagaimana seorang operator bekerja ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *