Macam Macam Gerak Pada Tumbuhan

macam macam gerak pada tumbuhan

macam macam gerak pada tumbuhan – Gerak Nasti adalah gerak anggota tubuh tumbuhan yang arahnya tidak tergoda oleh arah datangnya rangsang melainkan disebabkan oleh pergantian tekanan turgor di dalam sel penyusun tumbuhan. Tekanan Turgor adalah tekanan total molekul air pada dinding sel. Gerak nasti adalah gerak pada tumbuhan yang arah geraknya tidak tergoda oleh arah datangnya rangsang.

Sama halnya dengan gerak tropisme, gerak nasti terhitung tergoda oleh rangsang berasal dari luar seperti cahaya, suhu, sentuhan/singgungan, bahan kimia, serta situasi gelap. Pembengkokkan organ ke atas disebut hiponasti, sedangkan pembengkokkan organ ke bawah disebut epinasti. Pada biasanya gerak nasti pada daun ini akibat terdapatnya pulvinus di pangkal daun, helai daun, atau anak daun tetapi gerak nasty terhitung dapat  terjadi pada tumbuhan yang tidak punyai pulvinus.  Adapun macam- macam gerak nasti adalah sebagai berikut,

Macam Macam Gerak Pada Tumbuhan

Niktinasti

Niktinasti adalah gerak tidur daun tumbuhan yang disebabkan oleh tidak terdapatnya cahaya matahari (terjadinya malam hari). Gerakan ini dapat dilihat pada daun-daun Oxalis sp (calincing) dan tumbuhan leguminosae, seperti daun-daun flamboyan, kembang merak, petai cina, dan daun tanaman asam jawa (Tamarindus indica) yang menutup malam hari.macam macam gerak pada tumbuhan

Daun-daun ini merundukkan daunnya pada malam hari dan tingkatkan daunnya pada posisi horizontal pada siang hari. Gerakan tidur ini disebabkan oleh pergantian harian pada tekanan turgor di dalam sel-sel pulvinus. Pada selagi daun pada posisi horizontal, sel-sel pada satu segi pulvinus dapat membengkak (tekanan turgor tinggi), selagi sel-sel pada segi yang berlawanan dapat mengkerut. Keadaan ini dapat terbalik pada selagi malam hari daun menutup ke posisi tidur.

Gerak Hidronasti

Hidronasti adalah tanggapan tumbuhan berbentuk gerak pelipatan atau penggulungan daun yang tergoda rangsang berbentuk air. Hidronasti dapat kurangi terpaan udara kering pada permukaan daun dan dengan penutupan stomat dapat sebabkan transpirasi menurun. Selain itu damapk penghambatan oleh cahaya terhitung dapat dihindari.

Gerakan pelipatan atau penggulungan daun berlangsung akibat hilangnya turgor di dalam sel motor berdinding tipis yang disebut buliform cell. Buliform cell cuma seikit atau apalagi tidak punyai kutikula, sehingga hilangnya air lewat transpirasi berlangsung leih cepat daripada sel epidermis lainnya. Ketika tekanan turgor meunrun, turgiditas sel yang tetap di segi bawah daun sebabkan daun terlipat, ini merupakan salah satu mekanisme tumbuhan untuk bertahan pada kekeringan.

Tigmonasti

Tigmonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan berbentuk sentuhan / tekanan. Gerak ini terlebih keluar sadar pada beberapa anggota tertentu suku Mimosaideae dan Fabaceae. Contoh adalah Putri Malu.

Tanggapan pada sentuhan ini membutuhkan selagi satu atau dua detik. Hal ini disebabkan oleh kehilangan tekanan turgor secara tiba-tiba di dalam sel-sel parenkim pada pulvinus dekat tangkai daun (petiolus) tumbuhan putri malu tersebut. Jika yang disentuh cuma ujung anak-anak daun saja, maka yang dapat melipat berpasang-pasangan berasal dari ujung ke pangkal daun, disusul daun berikutnya di sepanjang batang itu, demikian seterusnya hingga semua daun melipat. Seolah-olah ada  rangsang yang mengalir berasal dari daun ke daun yang lain.

Pada selagi daun disentuh atau rangsangan panas, sel-sel kehilangan kalium yang sebabkan air keluar berasal dari sel-sel pulvinus  anggota bawah pangkal daun dan masuk ke area antar sel secara osmosis, akibatnya tekanan turgor sel-sel itu mengalami penurunan dan turgor sel-sel anggota atas tetap sama. Hal ini sebabkan petiolus bergerak ke bawah, sedangkan anak-anak daun bergerak ke atas (menutup). Setelah sepuluh menit turgor dapat lagi normal, sehingga daun lagi seperti situasi semula.

Kegunaan tanggapan ini bagi tumbuhhan belum dapat dipastikan, tetapi salah satu dugaan ialah pelipatan anak daun dapat mengagetkan dan mengusir serangga sebelum saat sempat memakan daun.

Contoh lain gerak tigmonasti adalah menutupnya kantung semar, sesudah serangga masuk ke di dalam kantong berikut . Menutupnya daun-daun tanaman penangkap lalat venus (Dianaea sp.), sesudah lalat masuk . Gerak pada daun penangkap lalat berikut disebabkan potensial aksi berasal dari rambut-rambut sensoris daun dihantarkan pada sel-sel yang merespon dengan menutup daun perangkap tersebut.macam macam gerak pada tumbuhan

Daun tumbuhan penangkap lalat menutup sesudah lalat masuk.

Fotonasti

Fotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan dikarenakan rangsang berbentuk cahaya. Mekanisme photonastic telah dijelaskan atas dasar apakah distribusi hormon pada sel-sel pulvinus tersebut. Selama daytimes, auksin ditemukan di dalam jumlah yang lebih besar pada daerah atas pulvinus, dikarenakan sel-sel ini jadi lebih bombastis dan daun terlalu mungkin terbuka. Proses yang sama dapat dibatalkan pada malam hari dikarenakan redistribusi auksin untuk turunkan segi yang sebabkan lipatan dengan cara pergantian turgour.

Contoh berasal dari gerak fotonasti :

Gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)
Gerak mekarnya bunga waru (Hibiscus tiliaceus)
Gerak mekarnya bunga kupu-kupu.
Thermonasti

Thermonasti adalah gerak nasti yang tergoda rangsang berbentuk suhu. Contohnya mekarnya bunga tulip pada suhu tertentu.

Kemonasti

Kemonasti adalah gerak nasti dikarenakan dampak rangsang berbentuk zat kimia. Contohnya adalah membukanya mulut daun (stomata) pada siang hari dikarenakan terdapatnya karbondioksida.

Nasti kompleks

Nasti kompleks adalah gerak nasti yang tergoda lebih berasal dari satu macam rangsang. Contohnya gerak terhubung dan menutupnya mulut daun (stomata) dikarenakan cahaya matahari, zat kimia, air dan suhu.

Gerak Tropisme

Tropisme merupakan tanggapan tumbuhan pada arah rangsangan lingkungan yaitu pertumbuhan (biasanya pemanjangan sel) jadi tidak sepadan (diferensial) di beberapa anggota berasal dari suatu organ. Dari sumber lainnya membuktikan bahwa  gerak Tropisme adalah gerak anggota tumbuhan yang arahnya tergoda oleh arah datangnya rangsang.Berdasarkan jenis rangsang yang di terima oleh tumbuhan. Gerak tropisme di bedakan jadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut:

Tigmotropisme

Tigmotropisme adalah pergerakan pertumbuhan sel tanaman yang dirangsang oleh sentuhan. Kata ini berasal berasal dari bhs Yunani “thigma” yang bermakna “sentuhan. Tigmotropisme adalah tanggapan tumbuhan pada sentuhan benda padat yaitu dengan merambatnya tumbuhan mengelilingi sebuah tiang atau batang tumbuhan lain.

Fototropisme

Fototropisme adalah pergerakan pertumbuhan tanaman yang tergoda oleh rangsangan cahaya. Cahaya mempunyai dua dampak pada fototropisme . yaitu :

Cahaya bergerak  sebagai pemicu terjadinya tanggapan pembengkokkan.
Cahaya kurangi kepekaan organ pada cahaya selanjutnya.
Gerak Fototropisme

Fototropisme adalah pergerakan pertumbuhan tanaman yang tergoda oleh rangsangan cahaya. Cahaya mempunyai dua dampak pada fototropisme . yaitu :

Cahaya bergerak  sebagai pemicu terjadinya tanggapan pembengkokkan.
Cahaya kurangi kepekaan organ pada cahaya selanjutnya.
Gerak Hidrotropisme

Hidrotropisme adalah gerak anggota tubuh tumbuhan dikarenakan ada rangsang berbentuk air. Pada biasanya pertumbuhan akar lurus ke bawah, tetapi jika pada daerah tertentu tidak terkandung memadai air, maka akar dapat tumbuh membelok kea rah yang memadai air.

Gerak Kemotropisme

Kemotropisme adalah gerak anggota tubuh tumbuhan dikarenakan rangsang yang berbentuk zat / bahan kimia. Contoh-contoh Kemotropisme :

Gerak tumbuh akar menuju ke daerah-daerah yang banyak punya kandungan unsur-unsur hara.
Gerak berbeloknya ujung akar jauhi besi yang berkarat di dalam tanah.
Gerak benang sari menuju ke indung telur dikarenakan terdapatnya rangsang berbentuk senyawa kimia yang dikeluarkan oleh indung telur.
Gerak Taksis

Taksis adalah gerak berpindah daerah semua tumbuhan atau semua anggota tumbuhan (organisme) menuju atau jauhi datangnya rangsangan. Gerakan berikut pada biasanya dapat menuju rangsangan yang untungkan dan jauhi rangsangan yang merugikan. Gerak taksis ini dibedakan lagi berdasarkan macam rangsangan yang menyebabkannya, sebagai berikut.

Fototaksis (Greek, photos = cahaya, taxis = gerak menuju atau jauhi rangsang)

Fototaksis adalah gerak rubah daerah menuju atau jauhi  rangsangan cahaya. Telah disepakati bahwa gerak menuju cahaya disebut fototaksis positif, sedangkan yang jauhi cahaya disebut fototaksis negatif. Contoh, gerak Euglena Sp. dan ganggang hijau satu sel menuju cahaya yang diperlukannya untuk berfotosintesis; kloroplas di dalam sel terhitung bergerak ke segi yang mendapatkan cahaya; gerak serangga menuju ke lampu neon atau lampu lainnya.

Gerak rubah daerah berikut tidak cuma dilakukan oleh organisme satu sel dan hewan, tetapi dapat terhitung dilakukan oleh anggota berasal dari tumbuhan, bila gerak kotak spora jamur Pilobolus mengarah ke cahaya. Jika jamur ini dimasukkan ke di dalam kotak yang salah satu dinding kotaknya diberi jendela kaca, jendela kaca berikut ditutup dengan penutup yang tembus cahaya.

Setelah beberapa hari, jamur Pilobolus membentuk spora, penutup kaca diambil, dapat nampak sporangiumnya mengarah ke dinding kotak yang ada kacanya dan terdapatnya spora-spora jamur yang melekat pada dinding kaca. Spora-spora ini terlempar berasal dari sporangium Pilobolus ke dinding kaca itu. Gerak kotak spora Pilobolus ini merupakan fototaksis positif.

Kemotaksis (Gr. chemo = kimia + taxis)

Kemotaksis adalah gerak rubah daerah anggota tumbuhan menuju atau jauhi rangsangan zat kimia. Gerakan anggota tumbuhan yang mendekati zat kimia disebut kemotaksis positif, sedangkan gerakan jauhi zat kimia yang berbentuk racun disebut kemotaksis negatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *