Metode Dan Jenis Penelitian Kuantitatif

metode dan jenis penelitian kuantitatif

metode dan jenis penelitian kuantitatif – Dalam ilmu alam dan ilmu sosial, penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif adalah penyelidikan empiris sistematis dari fenomena yang dapat diamati lewat tehnik statistik, matematika, atau komputasi. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk mengembangkan dan pakai tipe matematika, teori, dan hipotesis penelitian yang terkait bersama fenomena.

Proses pengukuran merupakan pusat penelitian kuantitatif gara-gara sediakan koneksi mendasar antara pengamatan empiris dan ekspresi matematika dari interaksi kuantitatif yang ada. Oleh gara-gara itulah berikut ini begitu banyak ragam tipe metode penelitian kuantitatif.

Metode Dan Jenis Penelitian Kuantitatif

Penelitian Kuantitatif

Metode kuantitatif digunakan untuk menguji interaksi antara variabel bersama obyek utama untuk menganalisis dan mewakili interaksi itu secara matematis lewat pemikiran statistik. Ini adalah tipe pendekatan penelitian yang paling umum digunakan di dalam persoalan penelitian ilmiah

Macam Penelitian Kuantitatif

Ada sebagian tipe metode yang dipergunakan di dalam penelitian kuantitatif. Mereka dapat dibedakan jadi empat metode tertentu berikut, yaitu sebagai berikut;

Penelitian Survei

Penelitian survei adalah alat yang paling mendasar untuk semua metodologi dan belajar penelitian kuantitatif. Survei digunakan untuk mengajukan pertanyaan kepada sampel responden, pakai berbagai tipe langkah seperti jajak pendapat online, survei online, kuesioner kertas, survei intersepsi web, dan lain-lain.

Setiap organisasi kecil dan besar berniat untuk paham pendapat pelanggan perihal produk dan fasilitas mereka, seberapa bagus fitur baru di pasar dan detail lainnya.

Dengan melakukan penelitian survei, sebuah organisasi dapat mengajukan sebagian pertanyaan survei, menyatukan knowledge dari kumpulan pelanggan dan menganalisis knowledge yang dikumpulkan ini untuk menghasilkan hasil numerik. Ini adalah langkah pertama menuju pengumpulan knowledge untuk penelitian apa pun.

Ada dua tipe survei, yang dapat dipilih berdasarkan pas dan tipe knowledge yang dibutuhkan:

Survei Cross-Sectional

Survei cross-sectional adalah survei observasional, dilakukan di dalam keadaan di mana peneliti berniat untuk menyatukan knowledge dari sampel atau populasi target pada titik pas tertentu.

Peneliti dapat mengevaluasi berbagai variabel pada pas tertentu. Data yang dikumpulkan pakai tipe survei ini adalah dari orang-orang yang menggambarkan kesamaan di semua variabel jika variabel yang dipertimbangkan untuk penelitian.

Sepanjang survei, variabel penelitian yang satu ini bakal selamanya konstan. Survei lintas seksi amat terkenal di ritel, UKM, industri kesehatan. Informasi dikumpulkan tanpa membuat perubahan parameter apa pun di ekosistem variabel.

Survei Longitudinal

Survei longitudinal terhitung merupakan survei observasional tetapi, tidak seperti survei cross-sectional, survei longitudinal dilakukan di berbagai durasi pas untuk mengamati pergantian di dalam tabiat responden dan proses berpikir. Periode pas ini dapat berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

Sebagai contoh

seorang peneliti yang memiliki rencana untuk menganalisis pergantian kebiasaan pembelian remaja selama periode 5 tahun bakal melakukan survei longitudinal.

Penelitian Korelasi

Penelitian korelasi dilakukan untuk membangun interaksi antara dua entitas yang saling terkait erat dan bagaimana satu berdampak pada yang lain dan apa saja pergantian yang kelanjutannya diamati.

Metode penelitian ini dilakukan untuk menambahkan nilai pada interaksi yang terjadi secara alami dan sedikitnya dua kelompok yang berlainan diperlukan untuk berhasil melakukan metode penelitian kuantitatif ini. Tanpa mengasumsikan faktor yang berbeda, interaksi antara dua kelompok atau entitas mesti dibangun.

Peneliti pakai metode penelitian kuantitatif ini untuk menghubungkan dua variabel atau lebih pakai metode pemikiran matematis. Pola, hubungan, dan tren antar variabel diambil kesimpulan gara-gara tersedia di dalam pengaturan alami mereka.

Dampak dari keliru satu variabel ini pada yang lain diamati bersama bersama bagaimana hal itu membuat perubahan interaksi antara dua variabel. Peneliti condong memanipulasi keliru satu variabel untuk meraih hasil yang diinginkan.

Idealnya, direkomendasikan untuk tidak mengakibatkan pemikiran hanya berdasarkan penelitian korelasional. Ini gara-gara tidak mesti bahwa jika dua variabel tersinkronisasi maka keduanya saling terkait.

Sebagai contoh

Contoh yang dipergunakan pada proses pertanyaan penelitian korelasi adalah interaksi antara stres dan depresi, persamaan antara , interaksi antara kesibukan di kelas tiga dan nilai UN.

Penelitian Kausal-Komparatif

Metode penelitian ini terutama terkait pada faktor perbandingan. Juga disebut penelitian eksperimental semu. Metode penelitian kuantitatif ini digunakan oleh para peneliti untuk menarik pemikiran perihal persamaan sebab-akibat antara dua variabel atau lebih, di mana satu variabel terkait pada variabel independen lainnya. Variabel independen didirikan tapi tidak dimanipulasi dan dampaknya terhadap variabel dependen diamati.

Variabel atau kelompok ini mesti dibentuk sebagaimana terdapatnya di dalam pengaturan alami. Karena variabel dependen dan independen bakal selamanya tersedia di dalam suatu kelompok, direkomendasikan sehingga pemikiran dibikin bersama hati-hati bersama mempertimbangkan semua faktor.

Penelitian komparatif tidak terbatas pada pemikiran statistik dari dua variabel tapi meluas untuk menganalisis bagaimana berbagai variabel atau kelompok beralih di bawah dampak pergantian yang sama. Penelitian ini dilakukan lepas dari tipe interaksi yang tersedia antara dua atau lebih variabel.

Analisis statistik digunakan untuk secara paham menyajikan hasil yang diperoleh bersama pakai metode penelitian kuantitatif ini.

Contoh pertanyaan penelitian kausal-komparatif adalah

dampak narkoba pada seorang remaja, dampak pendidikan yang baik pada mahasiswa baru, dampak penyediaan makanan yang substansial di desa-desa Provinsi Papua.

Penelitian Eksperimental

Juga dikenal sebagai eksperimen sejati, metode penelitian ini terkait pada teori. Penelitian eksperimental seperti namanya, biasanya didasarkan pada satu atau lebih teori. Teori ini belum dibuktikan di masa lantas dan cuman anggapan.

Dalam penelitian eksperimental, pemikiran dilakukan kira-kira perlihatkan atau membantah pernyataan itu. Metode penelitian ini digunakan di dalam ilmu alam. Mungkin tersedia sebagian teori di dalam penelitian eksperimental.

Teori adalah pernyataan yang dapat diverifikasi atau disangkal. Setelah mengakibatkan pernyataan, upaya dilakukan untuk paham apakah itu sah atau tidak. Jenis metode penelitian kuantitatif ini terutama digunakan di dalam ilmu alam atau sosial gara-gara tersedia berbagai pernyataan yang mesti dibuktikan benar atau salah.

Contoh penelitian eksperimen yakni

Mengungkap kebenaran seperti metode penelitian tradisional lebih efisien daripada tehnik modern, jadwal pengajaran yang sistematis membantu anak-anak yang mengalami ada masalah untuk menyelesaikan kursus dan sebagainya.

Menurut lebih dari satu ahli dalam penelitian kuantitatif terkandung lebih dari satu metode atau style penelitian yang digunakan, diantaranya sebagai berikut :

1. Metode Deskriptif
Menurut Whitne (1960), metode deskriptif merupakan suatu pencarian fakta memakai interprestasi yang tepat. Dalam penelitian ini mempelajari berkenaan masalah-masalah yang ada dalam penduduk dan juga tata cara yang digunakan dalam penduduk serta dalam situasi-situasi tertentu.

Penelitian deskriptif merupakan style metode yang menggambarkan suatu objek dan subjek yang tengah diteliti tanpa adanya rekayasa. Termasuk berkenaan jalinan berkenaan kegiatan, pandangan, sikap dan proses-proses yang berpengaruh dalam suatu fenomena yang terjadi.

2. Metode Komparatif
Metode komparatif kerap dijalankan pada style penelitian yang mengarag pada perbedaan variabel dalam suatu aspke yang diteliti. Dalam penelitian ini tidak terjadi sebuah manipulasi berasal dari peneliti, hingga datanya benar-benar akurat.

Penelitian ini dijalankan sealami bisa saja dengan lakukan pengumpulan knowledge dengan suatu perintah. Dan hasilnya dapat dianalisa secara statistik untuk mencari suatu perbedaan variabel yang tengah diteliti.

3. Metode Korelasi
Merupakan metode penelitian yang dijalankan dengan tujuan untuk menggambarkan dua atau lebih fakta dan juga sifat-sifat objek yang tengah diteliti.

Penelitian ini dijalankan untuk membandingkan antar persamaan dengan perbedaan atau fakta berdasarkan kerangka pemikiran yang sudah ada shingga hasilnya dapat terlihat jelas.

4. Metode Survei
Menurut Zikmund (1997), metode survei merupakan metode dalam penelitian yang informasinya dihimpun berasal dari lebih dari satu sampel.

Menurut Gay dan Diel (1992), metode survei adalah metode yang penggunaanya sebgai kategori umum dalam penelitian yang langsung memakai kuesioner dan wawancara.

Menurut Bailey (1982), metode survei adalah suatu metode penelitian yang mempunyai tehnik pengambilan ketentuan beruppa knowledge pertanyaan secara tercantum maupun lisan.

5. Metode Ex Post Facto
Metode ini merupakan metode yang kerap digunakan untuk penelitian yang tengah meneliti jalinan antara gara-gara dan akibat yang dapat dimanipulasi oleh peneliti.

Adanya jalinan seba dan akibat berdasarkan atas kajian teoritis, jikalau suatu variabel spesifik dapat mengakbitakan variabel spesifik lainya.

Demikianlah serangkaian artikel yang udah kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait bersama beragam jenis-jenis metode penelitian kuantitatif dan contohnya secara singkat. Semoga lewat postingan ini dapat menambahkan wawasan serta menaikkan pengetahuan. Trimakasih,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *