Pakaian Adat Sunda Jawa Barat

pakaian adat sunda jawa barat

pakaian adat sunda jawa barat – Sebagai salah satu suku tertua di Indonesia, bukan hal aneh lagi jikalau pada zaman dulu suku Sunda mempunyai pakaian adat yang dibedakan berdasarkan strata sosial.

Sunda sendiri adalah suatu kesukuan yang sebagian besar masyarakatnya bermukim di provinsi Banten dan Jawa Barat, walau tidak menutup bisa saja tersebar di provinsi lain juga.

Dalam kesehariannya penduduk Sunda dikenal membawa karakteristik ramah, optimis, periang, sopan, dan bersahaja. Bahkan dalam buku Suma Oriental milik bangsa Portugis tertera bahwa orang Sunda membawa karakter jujur dan pemberani.

Pakaian Adat Sunda Jawa Barat

Setiap suku di Indonesia, tentu saja memiliki baju tradisional yang berbeda-beda, sebagian diantaranya sesuai bersama manfaat dan kebutuhannya.pakaian adat sunda jawa barat –pakaian adat sunda jawa barat –

Selain itu, ada pula suku yang membedakan baju rutinitas berdasarkan tingkat standing sosial masyarakatnya.

Suku Sunda adalah diantaranya, walau di zaman moderen baju rutinitas yang berdasarkan pada tingkatan sosial sudah tidak relevan lagi.

Akan namun mempelajari kasta baju ini selalu menarik untuk dipelajari. Pada zaman dulu, setidaknya ada 3 group yang menjadi pembeda, yaitu:

Pakaian rutinitas Sunda kalangan rakyat biasa.
Pakaian rutinitas Sunda kalangan masayarakat menengah.
Pakaian rutinitas Sunda kaum bangsawan.

Perbedaan ini tidak berniat menghina kalangan penduduk biasa atau memicu kecemburuan sosial, namun sebetulnya perbedaan baju rutinitas ini sudah diwariskan secara turun temurun.

Jenis Pakaian Adat Sunda untuk Semua Kalangan
1. Pakaian Adat Sunda (Rakyat Biasa)

Pakaian rutinitas yang dipakai oleh suku Sunda kalangan rakyat biasa tergolong simple dan tidak banyak memanfaatkan aksesories yang meriah.

Pada zaman dulu, baju rutinitas ini dipakai oleh para petani/ pekerja dikalangan menengah kebawah.

Pakaian Adat untuk Laki-laki

Bagi laki-laki di kalangan rakyat biasa Mengenakan celana bersama ukuran besar atau disebut bersama celana “Komprang”. Sedangkan atasannya dinamakan baju “Salontreng”.

Celana komprang adalah celana selama betis yang ditambah bersama kulit atau kain ikat. Sedangkan baju salontreng adalah baju bersama jenis jahitan yang simple yang dipadukan bersama sarung poleng yang di selampirkan menyilang ke badan.

Baju rutinitas Sunda (Salontreng) sama juga bersama warna hitam.

Kaum laki-laki berasal dari kalangan rakyat biasa mengenakan kuncir kepala (Logen) yang jenis ikatannya ada 2 jenis, yaitu Barambang Semplak dan Hanjuang Nangtung. Sementara untuk alas kakinya Mengenakan Tarumpah yang terbuat berasal dari kayu.pakaian adat sunda jawa barat 

Adapun untuk zaman saat ini banyak penduduk yang menyebut perpaduan ini sebagai “Baju Pangsi”.

Pakaian Adat untuk Perempuan

Pakaian rutinitas untuk wanita Sunda yang berasal berasal dari kalangan biasa mengenakan atasan berupa kebaya. Sedangakan untuk bawahan Mengenakan kain batik panjang khas Sunda yang disebut Sarung Kebat atau Sinjang Bundel.

Untuk alas kakinya Mengenakan sandal jepit Keteplek. Aksesoris yang dikenakan pun tergolong sederhana, cuma Mengenakan gelang akar bahar, ali meneng (cincin polos), dan pelenis suweng (anting berupa bulat kancing).

Tokoh yang kerap mengenakan baju rutinitas Sunda untuk rakyat jelata adalah Kayaban dan Nyi Iteng, tokoh dalam cerita rakyat Sunda.

2. Pakaian Adat Sunda (Kalangan Menengah)

 

Jika dibandingkan bersama baju rutinitas Sunda untuk kalangan rakyat biasa, tentu saja terkandung perbedaan mencolok antara keduanya.

Pakaian rutinitas untuk kalangan menengah nampak lebih modern, rapi, dan elegan walau tidak terlalu semarak.

Biasanya baju rutinitas Sunda pada kalangan ini dipakai oleh para pedagang, entrepreneur atau orang-orang yang menempuh pendidikan tinggi.

Pakaian Adat untuk Laki-laki

Baju rutinitas pria berasal dari kalangan menengah berupa jas berwarna putih yang dikenal bersama nama Bedahan (jas takwa).

Sementara untuk bawahannya ada kain kebat yang disarungkan. Tidak lupa termasuk memakai beubeur, bendo, dan alas kakinya Mengenakan Tarumpah.

Untuk mempertegas penampilan, penduduk berasal dari kalangan menengah termasuk dianjurkan Mengenakan aksesories berupa arloji bersama rantai emas yang digantungkan di saku baju.

Pakaian Adat untuk Perempuan

Baju rutinitas yang digunakan perempuan kalangan menengah berupa kebaya moderen bersama aneka warna dan corak. Sedangkan bawahannya Mengenakan kain kebat sebagai rok

Rambut perempuan berasal dari kalangan menengah termasuk ditata rapi bersama jenis sanggul. Untuk aksesoris, Mengenakan kuncir pinggang dan selendang berasal dari kain bersama warna yang senada.

Sementara untuk alas kaki Mengenakan selop. Wanita dikalangan menengah termasuk diperbolehkan Mengenakan sejumlah perhiasan, seperti; kalung, gelang, dan cincin yang terbuat berasal dari emas/ perak.

Adapun di masa saat ini baju rutinitas jenis ini seringkali nampak digunakan di bermacam acara, baik itu resmi ataupun informal.

3. Pakaian Adat Sunda (Kaum Bangsawan)

Nah, ini dia kasta tertinggi di lingkungan penduduk Jawa Barat, yaitu bangsawan. Bangsawan dianggap sebagai strata sosial paling tinggi di suku Sunda.

Untuk pakaiannya sadar lebih mewah dan elegan dibanding baju rutinitas lainnya, gara-gara sebetulnya biasanya orang yang Mengenakan baju rutinitas ini berasal berasal dari keluarga keraton.

Pakaian Adat untuk Laki-laki

Bagi pria Sunda, baju rutinitas yang dikenakan berupa jas Beludru berwarna hitam yang bersulamkan emas di pinggiran dan ujung lengan.

Sementara bawahannya memanfaatkan celana panjang bersama motif cocok yang ditambahi sabuk emas lengkap bersama kain dodot bermotif Rengreng Parang Rusak yang dililitkan di pinggang sampai hanya lutut.

Tidak lupa Mengenakan penutup kepala yang disebut bendo dan sandal selop hitam untuk alas kaki.

Terkadang termasuk menambahakan arloji emas berantai sebagai aksesories tambahan yang digantung pada bagian saku.

Pakaian Adat untuk Perempuan

Pakaian rutinitas Sunda yang dipakai oleh kaum wanita adalah kebaya yang berbahan Beludru hitam yang dihiasi bersama sulaman emas. Terdapat termasuk tambahan mute/ manik-manik pada kebaya ini.

Bawahannya berupa kain batik bermotif Rengreng. Alas kaki yang dipakai berupa selop yang terbuat berasal dari kain beludru hitam.

Tak ketinggalan tambahan aksesories berupa sanggul rambut (konde), cincin, tusuk konde, peniti rantai, dan bros. Perhiasan yang dipakai biasanya terbuat berasal dari emas/ berlian.

4. Pakaian Adat Sunda untuk Acara Resmi

Pakaian rutinitas Sunda untuk acara resmi biasanya hampir sama seperti baju rutinitas untuk penduduk bangsawan. Hanya saja jikalau baju kaum bangsawan sama juga bersama warna hitam/ putih, baju acara resmi warnanya condong gelap.

Pakaian Adat untuk Laki-laki

Pakaian rutinitas acara resmi untuk laki-laki biasanya Mengenakan atasan seperti jas Beludru para bangsawan. Sedangkan untuk bawahannya mengenakan celana panjang yang senada bersama warna atasannya.

Untuk tambahan aksesories biasanya Mengenakan kain samping di pinggang, bendo yang dipakai sebagai penutup kepala, dan alas kaki Mengenakan selop.

Agar tampilan makin gagah dan percaya diri biasanya ditambahkan pula arloji emas berantai pada bagian saku.

Pakaian Adat untuk Perempuan

Pakaian rutinitas yang dipakai wanita berupa kebaya berwarna polos yang dihiasi bersama sulaman. Sedangkan untuk bawahannya Mengenakan kain kebat.

Agar tampilan makin anggun, ditambahkan termasuk sebagian aksesories seperti; beubeur, kamisol, karembong, dan selop yang warnanya cocok bersama kebaya.

Tambahan:

Pakaian rutinitas Sunda resmi atau dikenal termasuk bersama Beskap moderen merupakan baju khas Sunda yang kerap dijadikan event kreativitas bernama Mojang Jajaka (MOKA).

Acara ini merupakan ajang bergengsi pemuda dan pemudi Sunda dalam mengasah talenta dan pengetahuan.

Beskap adalah sejenis kemeja moderen yang dipakai oleh laki-laki bersama pola kancing yang bentuknya menyimpang. Pakaian rutinitas ini sebetulnya lebih diperuntukkan di acara-acara resmi dan penting.

Pakaian beskap memiliki tekstur tebal, bersama kerah baju yang tidak memiliki lipatan. Warna baju rutinitas ini termasuk terlalu banyak ragam namun biasanya berwarna gelap dan selalu polos.

Jika diperhatikan berasal dari dekat terkandung keunikan yang memadai mencolok, yaitu; ukuran potongan beskap pada bagian depan yang tidak simetris. Tujuannya yaitu untuk antisipasi penggunaan aksesories keris yang bisa saja memadai berat.

5. Baju Tradisional Sunda Untuk Pernikahan

Tradisi pernikahan di Indonesia biasanya masih menganut rutinitas istiadat area masing-masing. Di Sunda, ke-2 mempelai yang menikah akan mengenakan baju rutinitas Sunda spesifik untuk pengantin.

Busana pengantin dalam budaya Sunda, sebetulnya sudah melewati sebagian tahap modifikasi menyesuaikan bersama perkembangan zaman.

Namun tentu saja tanpa menghalau kesan dan nilai rutinitas di dalamnya. Maksudnya modifikasi selalu dilaksanakan namun tidak secara menyeluruh, cuma pada bagian yang mutlak saja.

Baju Adat Laki-laki

Pakaian rutinitas pengantin untuk pria berupa Jas Buka Prangwedana dengan warna yang diselaraskan bersama kebaya wanita.

Sementara untuk bawahan memanfaatkan kain batik yang motif dan warnanya cocok bersama warna baju.

Tidak lupa termasuk mengenakan bendo (ikat kepala) yang berhiaskan batu permata. Lalu di bagian bawah termasuk terkandung termasuk Boro Saranggka (tempat menyimpan keris).

Baju Adat Perempuan

Busana yang digunakan oleh pengantin wanita adalah jenis kebaya brokat bersama warna kream, kuning, dan putih. Sedangkan untuk bawahannya memanfaatkan batik kebat Lereng Eneng Prada

Konon, baju rutinitas ini terispirasi berasal dari baju yang dipakai oleh putri-putri Kerajaan Sunda pada masa lampau.

Agar tampil lebih cantik dan anggun biasanya pengantin wanita memanfaatkan aksesories tambahan berupa siger. Pemakaian siger ini berarti kehormatan dan karakter bijaksana.

Aksesoris lainnya yang dipakai pengantin wanita adalah gelang, cincin permata, 2 kalung (pendek dan panjang) yang dipakai secara bersamaan.

Tambahan:

Terdapat tiga jenis jatah baju dalam pernikahan budaya Sunda, yaitu; pengantin Sunda putri, pengantin Sunda siger, dan pengantin Sunda sukapura.

Dari ke-3 jenis baju berikut tentu saja membawa perbedaan, baik itu berasal dari segi baju dan dandanan yang dipakai.

Namun perbedaan yang paling mencolok adalah bentuk konde, hiasan yang dikenakan dan juga aksesories yang terpakai.

6. Pakaian Tradisional Sunda untuk Anak-anak

Seperti seperti orang dewasa, anak-anak termasuk kerap mengenakan baju rutinitas kala ada acara tertentu, andaikan untuk memperingati hari Kartini/ wisuda sekolah.

Baju rutinitas Sunda anak laki laki biasanya berupa beskap bersama tambahan bendo, dan kain kebat. Sedangkan untuk baju rutinitas Sunda anak perempuan berupa kebaya bersama bawahan kain kebat.

Baju rutinitas yang spesifik untuk anak-anak biasanya akan dibuat lebih mencolok bersama perpaduan warna yang kala memakainya akan memicu mereka senang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *