Pengertian Ham

pengertian ham

pengertian ham – Definisi atau pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak basic (asasi) yang dimiliki manusia sejak ia lahir, yang sebetulnya telah diberikat (kodrat) kepada Tuhan kepada manusia yang perlu saling dihormati dan dilindungi satu serupa lain.

HAM mulai diperbincangkan beberapa dekade terakhir, yang mana diharapkan bersama ada konsep HAM yang mengerti maka tiap-tiap manusia di bumi ini beroleh hak basic yang serupa untuk hidup bersama layak sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Pengertian Ham

Sebelum kami menjelajah lebih jauh tentang HAM, kami perlu mengerti pernah apa itu HAK dan apa itu Kewajiban. Karena sepanjang ini yang dibahas semata-mata hak asasi manusia bukan kewajiban asasi manusia.

HAM singkatan dari Hak Asasi Manusia. Ada tiga kata yang menjadi pondasi pemikiran utama, pertama adalah Hak, hak adalah suatu hal yang perlu didapatkan oleh seseorang sejak ia lahir dan atau sejak ia merampungkan kewajiban. Kedua adalah asasi yang berarti dasar, basic bisa diartikan sebagai minimum, dan ketiga adalah manusiaa sebagai subyek yang beroleh hak asasinya.pengertian ham

Manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan bersama anugrah yang paling sempurna satu diantara makhluk-makhluk yang lain, tapi meskipun manusia sebagai makhluk Tuhan yang sempurna tapi tidak ada manusia yang sempurna.

Kesempurnaan manusia terdapat pada akal dan hati, bersama keduanya manusia diberi kebebasan untuk memilih dia mau menjadi seperti apa. Dan bersama kedua perihal selanjutnya maka manusia mengkonsepkan sebuah pemikiran berupa hak-hak yang perlu dimiliki oleh tiap-tiap manusia di muka bumi tanpa terkecuali, jika hak-hak selanjutnya tidak terpenuhi maka dia tidak bisa dikatakan hidup layak sebagai seorang manusia.

Karena ada hak maka perlu ada kewajiban, maka kewajiban yang paling utama manusia adalah menjunjung hak-hak orang lain atas dirinya. Kadang waktu bersama mengatas namakan HAM seseorang melanggar hak-hak asasi punya orang lain.

Pengertian Hak Asasi Manusia dari Berbagai Sudut Pandang

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ada sebuah teori fundamental yang banyak dipakai yakni teori kedaulatan rakyat yang dianut oleh John Bodin. Dalam teori selanjutnya pada dasarnya negara bisa dibentuk jika ada dua asas yaitu pactum unionis dan pactum subjectionis.

Pactum unionis ialah sebuah perjanjian yang dilakukan oleh tiap-tiap individu untuk membentuk sebuah negara, sedangkan pactum subjectionis ialah perjanjian tiap-tiap individu bersama negara yang dibentuk. Perjanjian selanjutnya bertujuan bahwa negara atau pemerintah didalam menjalankan tugasnya semata-mata lakukan mandat/perintah dari individu-individu (rakyat).

Mandat rakyat selanjutnya berupa perintah kepada pemerintah yang berkuasa untuk mengelola sumber kekuatan di segala bidang sehingga berjalannya roda pemerintahan dan kenegaraan berdasarkan konstitusi yang telah dibentuk didalam perjanjian pactum subjectionis.

Dengan berdasarkan dua asas selanjutnya maka pemerintah wajib melindungi hak-hak individu rakyatnya bersama kebolehan yang dimilikinya. Sehingga para warga negaranya bisa hidup bersama tenteram dan nyaman.

Definisi HAM Menurut Ahli

Seperti dikutip dari contohsurat.co.id ada banyak pendapat tentang definisi hak asasi manusia, tapi pada dasarnya serupa saja yakni mengutamakan hak basic yang sebetulnya telah dimiliki oleh tiap-tiap manusia sejak lahir.

Definisi dibawah ini tidak 100% benar seperti yang disampaikan tiap ahli, tapi belajargiat.id berusaha menyajikan definisi ham sebaik mungkin. Berikut ini adalah beberapa definisi atau pengertian ham menurut banyak ahli :

1. Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999

HAM menurut UU No. 39 Tahun 99 adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu merupakan anugerah-Nya yang perlu dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan tiap-tiap orang demi kehormatan dan juga bantuan harkat dan martabat manusia.pengertian ham

2. C. de Rover

Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Rover ialah hak hukum yang telah dimiliki oleh tiap-tiap orang sebagai manusia, hak-hak selanjutnya dimiliki oleh tiap-tiap orang (universal) baik kaya maupun miskin, laki-laki maupun perempuan. Hak-hak selanjutnya bisa saja dilanggar tapi tidak bisa dihapuskan.

3. Franz Magnis-Suseno

Hak Asasi Manusia menurut Franz dan Suseno adalah hak-hak yang dipunyai oleh manusia bukan dari bantuan kepadanya (manusia) oleh masyarakat, melainkan bantuan atas martabatnya sebagai seorang manusia (bukan hukum positif yang berlaku). Manusia memilikinya (ham) karena ia seorang manusia.

4. Kevin Boyle dan David Beetham

HAM atau hak asasi manusia menurut Kevin dan  David adalah dan juga merta sebuah kebebasan yang fundamental berarti tiap-tiap makhluk hidup (individu)  memiliki hak-hak yang berasal dari kebutuhan-kebutuahn dan juga kapasitasnya sebagai seorang manusia.

5. A.J.M Milne

HAM berdasar pendapat Milne ialah hak yang telah dimiliki oleh seluruh umat manusia di tiap-tiap masa, tiap-tiap tempat, karena keutamaan dari keberadaannya sebagai seorang manusia (pemberian Tuhan).

6. Oemar Seno Adji

HAM menurut pendapat Oemar adalah hak yang telah melekat pada martabat seorang manusia sebagai instan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berupa tidak boleh dilanggar oleh siapapun dan juga seolah-olah sebagai suatu holy area.

7. Budiardjo

Definisi hak asasi manusia budiardjo adalah hak yang telah dimiliki manusia (diperoleh) sejak ia lahir / ada ditengah-tengah masyarakat.

8. Austin-Ranney

HAM adalah ruang kebebasan seseorang/individu yang telah dirumuskan bersama mengerti kedalam konstitusi dan juga dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.

Konsep tentang Hak Asasi Manusia (HAM)

Ide tentang HAM sendiri berawal atau keluar dari keyakinan manusia itu sendiri sebagai makhluk yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang berupa serupa dan sederajat. Artinya manusia dilahirkan didalam kondisi bebas dan mempunyai martabat, hak-hak yang sama. Karena itulah tiap-tiap manusia perlu diperlakukan secara adil dan juga beradab.

Sifat Hak Asasi Manusia (HAM) adalah umum dan universal, berarti HAM berlaku untuk seluruh manusia, tidak mengenal ras, suku, bangsa dan agama. Masyarakat yang ada di seluruh dunia haruslah berusaha untuk menjaga hak-hak satu serupa lain, tidak menindas hak-hak orang lain yang secara sosial ataupun ekonomi berada dibawahnya.

Tetapi, sebetulnya faktanya didalam penegakan HAM tidaklah ringan baik dilakukan oleh negara maupun masyarakat. Tetapi kami sebagai manusia yang berilmu, berakal dan beradab selalu perlu berusaha untuk saling menjunjung hak-hak sesama.

Gus Dur bilang, jika ada yang lebih penting dari politik dan kekuasaan adalah kemanusiaan

Seperti pada penjelasan sebelumnya, HAM pada dasarnya adalah fitrah / anugerah yang sebetulnya telah ada sejak manusia itu lahir/eksis di dunia karena bantuan dari Tuhan Yang Maha Esa. Ada atau tidaknya pengakuan dari orang lain tidak mempengaruhi hak seseorang, menjadi ada atau tidaknya orang yang mengakui maka HAM tetaplah dimiliki oleh seseorang.

Orang lain bisa melanggar HAM punya seseorang, tapi tidak bisa menghapusnya.

Ciri-Ciri Hak Asasi Manusia

Sama seperti hak-hak yang lain, hak asasi manusia termasuk punyai ciri-ciri spesifik terutapa karena ada aasinya.

Berikut ini adalah karakteristik spesifik ham :

1. Hakiki

Hak asasi manusia (ham) ialah hak asasi (dasar) yang dimiliki oleh tiap-tiap manusia sejak ia dilahirkan,

2. Universal

HAM berupa umum, tidak membeda-bedakan antara ras, suku, etnis, agama, negara dan berbangsa. Semua orang punyai hak yang serupa sebagai fitrah seorang manusia,

3. Tidak Dapat Dicabut

HAM punya seseorang tidak bisa dicabut oleh seseorang yang lain,

4. Tidak Dapat Dibagi

HAM tiap orang punyai kedudukan yang sama, hak yang serupa baik didalam politik, ekonomi, sosbud, dll.

Jenis-Jenis Hak Asasi Manusia (HAM)

HAM dianggap dan disepakati oleh negara-negara di dunia melalui Piagam PBB atau disebut dengan Universal Declaration of Human Rights (Pernyataan Sedunia Hak Asasi Manusia) yang memuat 30 pasal. Dan disepakati pada tanggal 10 desember 1948, sehingga hari hak asasi manusia jatuh pada tanggal 10 desember.

Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Piagam PBB atau UDHR adalah :

Hak untuk hidup,
Hak untuk beroleh bantuan hukum,
Hak untuk kemerdekaan hidup,
Hak beroleh pendidikan dan pengajaran,
Hak berpikir dan mengeluarkan pendapat,
Hak untuk beroleh pekerjaan,
Hak menganut aliran keyakinan (agama),
Hak untuk beroleh nama baik,
Hak punyai seuatu.
1. HAM Menurut Instrumen HAM Internasional

HAM itu cakupannya benar-benar luas, karena itulah HAM termasuk bermacam-macam. Secara umum HAM dibedakan menjadi 2 berdasarkan instrumen HAM internasional. Yaitu Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (The International Covenant on Economics, Social and Cultural Rihts / ICESCR) dan Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (The International Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR).

2. HAM berdasarkan Hak-Hak Sipil dan Politik
Hak untuk hidup
Hak untuk berserikat
Hak kebebasan berkumpul secara damai
Hak mempunyai pendapat tanpa mengalami problem (intimidasi)
Hak atas berpikir, mempunyai konsiensi dan beragama
Hak atas kesamaan di muka badan badan peradilan (mempunyai kedudukan yang serupa di mata hukum)
Hak atas kebebasan dan persamaan
3. HAM berdasarkan hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya
Hak atas pendidikan
Hak atas kehidupan yang layak
Hak atas pensiun
Hak untuk mendirikan sarikat kerja
Hak atas pekerjaan
4. HAM Secara Umum
Personal rights, hak asasi pribadi
Poverty rights, hak asasi ekonomi
Political rights, hak asasi politik
Rights of Legal Equality, hak asasi untuk beroleh perlaukan yang serupa di depan hukum dan pemerintahan
Social and cultural rights, hak asasi sosial & kebudayaan
Procedural rights, hak asasi untuk beroleh perlakuan tata langkah peradilan & perlindungan
Kewajiban Asasi Manusia

Selain ada hak asasi manusia, pasti ada kewajiban asasi manusia. Karena hak dan kewajiban keduanya tidak bisa dipisahkan. Seseorang bisa beroleh haknya jika telah menunaikan kewajibannya.

Adapaun kewajiban basic manusia adalah sebagai selanjutnya :

Setiap orang yang ada di lokasi kedaultan NKRI baik WNI ataupun WNA perlu untuk patuh pada undang-undang hukum yang berlaku, baik tercantum maupun tidak tercantum (norma) dan juga hukum internasional.
Setiap warga negara perlu turut bela negara.
Setiap orang perlu menjunjung hak asasi manusia punya orang lain.
Setiap orang perlu tunduk pada batasan-batasan yang berlaku (yang ditetapkan UU dan norma/adat setempat).
Macam-macam Pelanggaran HAM Berat

Salah satu tantangan terberat didalam upaya penegakan HAM adalah ada pelanggaran HAM. Pelanggaran HAM sendiri ada pelanggaran yang berat yakni kejahatan Genosida dan Kejahatan Kemanusiaan.

1. Kejahatan Genosida

Kejahatan Genosida adalah kejahatan yang sistematis mempunyai tujuan untuk memusnahkan suatu golongan / etnis / bangsa / suku. Genosida termasuk style pelanggaran ham yang paling mengerikan dan benar-benar berbahaya untuk kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Contoh kejahatan genosida adalah hitler pada perang dunia 2 yang berusaha memusnahkan orang-orang yahudi. Kejahatan genosida dilakukan bersama beraneka cara, antara lain :

Memindahkan paksa anak-anak dari satu grup ke grup lain, bersama target menghentikan pertumbuhan kelahiran didalam grup yang inginkan di musnahkan.
Membunuh seluruh bagian kelompok,
Menciptakan sebuah kondisi yang terlalu mungkin untuk musnahnya suatu kelompok, baik fisik secara menyeluruh atau sebagian, seperti bersama langkah memutus saluran air, memblokade bantuan kemanusiaan, dll.
2. Kejahatan Kemanusiaan

Kejahatan kemanusiaan adalah kejahatan yang dilakukan sebagai bagian dari kejahatan sistematis dan meluas bersama target langsung ke masyarakat sipil. Contoh kekejaman polpot presiden Kamboja (1975-1979).

Dalam serangan kejahatan kemanusiaan menimbulkan dampak yang mengerikan, antara lain :

Perbudakan
Pemusnahan
Pembunuhan
Pemindahan masyarakat secara paksa (pengusiran)
Perampasan hak dan kemerdakaan
Penyiksaan
Kejahatan seksual
Kejahatan apartheid (deskriminatif)
Upaya untuk Penegakan HAM

Karena HAM ini adalah hak basic yang perlu dimiliki oleh tiap-tiap orang dan perlu dilindungi oleh negara, dihormati satu serupa lain maka perlu ada upaya yang nyata untuk lakukan penegakan HAM.

Dalam penegakan HAM ada dua metode atau langkah , pertama penegakan HAM melalui pencegahan. Kedua, penegakan HAM melalui penindakan.

1. Penegakan HAM Melalui Pencegahan

Pencegahan pelanggaran HAM adalah upaya yang dilakukan didalam rangka untuk menciptakan kondisi dimana HAM bisa ditegakkan dan dihormati bersama kondusif dan tenang.

Adapun upaya-upaya penegakan HAM melalui pencegahan antara lain adalah :

Adanya UU yang mengatur tentang HAM, sehingga penegakan HAM berupa mengikat untuk tiap-tiap warga negara didalam wilayah.
Pembentukan lembaga-lembaga pemantau dan penegak HAM, baik nasional maupun internasional.
Pelaksanaan pendidikan HAM kepada masyarakat (edukasi), baik melalui pendidikan formal, pendidikan tidak formal, maupun iklan sarana masyarakat.

Diantara ketiga selanjutnya yang paling memilih adalah pelaksanaan pendidikan HAM. Masyarakat perlu diberikan pemahaman dan pengertian yang menyeluruh untuk saling menjunjung satu serupa lain.

Dalam budaya ketimuran, lebih-lebih di Indonesia di seluruh suku dan tempat saling menjunjung adalah norma tata krama yang perlu dijunjung tinggi. Diatas hak teristimewa ada hak umum, jika didalam bhs jawa ada istilah “njawani” yang berarti benar-benar lakukan filosofi kehidupan jawa yakni diantaranya menjunjung satu serupa lain.

2. Penegakan HAM Melalui Penindakan

Jika pelanggaran HAM telah terlanjur terjadi, maka perlu ditindak dan ditegakkan keadilan seadil-adilnya, sehingga korban kembali beroleh haknya yang telah dilanggar, dan pelaku beroleh balasan yang setimpal dan diharapkan bisa bertobat.pengertian ham

Adapun upaya untuk penegakan HAM melalui penindakan antara lain :

Pendampingan (advokasi) kepada para korban pelanggaran HAM.
Penerimaan pengaduan atas pelanggaran HAM, didalam perihal ini KOMNAS HAM atau lembaga-lembaga hukum lainnya.
Investigasi pada kasus pelanggaran HAM, yang dilakukan oleh instansi-instansi yang bertanggung jawab.
Penyelesaian kasus bersama langkah mediasi, perdamaian, atau penilaian ahli.
Jika kasusnya benar-benar berat maka perlu diselesaikan melalui jalur pengadilan.pengertian ham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *