Pengertian Lengkap Mengenai Ambien dan Emisi

Pengertian Lengkap Mengenai Ambien dan Emisi

ambien dan emisi –  Baku mutu udara ambien dan emisi, pada artikel kali ini tidak akan lebih berfokus dalam bahasan perihal mutu udara.

Penguasaan pencemaran udara oleh pemerintah lebih-lebih Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia mengatakan bahwa lapisan udara hingga ke troposfir yaitu kawasan yuridiksi Republik Indoneisia yang bisa memberi pengaruh kesehatan manusia.

Sehingga faktor-faktor udara yang membahayakan seperti Karbonmonoksida (CO), Nitrogendioksida (NO2), Sulfurdioksida (SO2), Hidrokarbon (HC), dan lain-lain patut dikuasai dengan menggunakan solusi teknologi pemantauan emisi udara dan udara ambien.

Apa Itu Emisi dan Ambien?

Udara dibedakan menjadi dua yaitu udara emisi dan udara ambien. Udara emisi yaitu yaitu udara yang dikeluarkan oleh sumber emisi seperti cerobong asap industri, knalpot kendaraan bermotor, ataupun alat pembangkit listrik daya BBM.

Udara ambien yaitu udara bebas dipermukaan bumi yang sehari-hari dimanfaatkan oleh makhluk hidup seperti manusia, binatang, dan tumbuhan.

Apa yang Dimaksud dengan Baku Kualitas Udara Ambien?

Untuk menerima udara ambien yang bermutu baik maka diperlukan penguasaan pencemaran udara dengan memastikan baku mutu udara ambien.

Baku mutu udara ambien bisa diistilahkan sebagai batas maksimum polusi udara yang diperbolehkan ada di udara.

Terdapat 13 parameter yang dikuasai dalam baku mutu udara ambien di Republik Indonesia yaitu SO2 (Sulfur Dioksida), CO (Karbon Monoksida), NO2 (Nitrogen Dioksida), O3 (Oksida), HC (Hidrokarbon), PM10 dan PM2,5 (Partikel), TSP (Debu), Pb (Timah Hitam), Dustfall (Debu Jatuh), Total Fluorides, Fluor Indeks, Khlorine dan Khlorine Dioksida, serta Sulphat Index. Lebih lengkapnya sebagai berikut:

Apa Itu Baku Kualitas Emisi?

Berdasarkan Hukum Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.19/Menlhk/Setjen/Num.1/2/20 17 yang membatasi perihal baku mutu emisi bagi usaha dan, atau kesibukan industri semen baku mutu emisi yaitu ukuran batas atau kadar maksimum atau beban emisi maksimum yang bisa diperbolehkan masuk ke dalam udara ambien.

Apa yang Dimaksud dengan Emisi Udara?

Pengertian emisi udara yaitu pencemar udara yang dibuat dari kesibukan manusia yang masuk ke dalam udara baik mempunyai atau tidak mempunyai potensi pencemaran udara. Sehingga emisi udara bukan selalu suatu hal yang bisa mencemari udara saja.

Model Baku Kualitas Udara Emisi

Gambar berikut yaitu figur baku mutu udara emisi disuatu tempat SO2 nya melebihi 900 ug/Nm³ perjamnya maka sudah melampaui batas ambang udara yang ditetapkan pemerintah maka dari itu diperlukan alat pemantau udara emisi.

Standar/ Nilai Ambang Batas Pencemaran Udara

Berdasarkan Hukum Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 perihal Penguasaan Pencemaran Udara yang terbit 26 Mei 1999, berikut yaitu Baku Kualitas Udara Ambien Nasional:

1. SO2 (Sulfur Dioksida)

Ambang batas pencemar udara SO2 tiap jamnya 900 ug/Nm³, 365 ug/Nm³ per 24 jam, dan 60 ug/Nm³ tiap tahun. Kadar tersebut diukur menggunakan metode analitik pararosanil in dan menggunakan alat Spektrofotometer.

2. CO (Karbon Monoksida)

Ambang batas untuk pencemaran CO yaitu 30.000 ug/Nm³ per jam, dan 10.000 ug/Nm³ per 24 jam. Dianalisa menggunakan NDIR menggunakan alat NDIR Analyzer.

3. NO2 (Nitrogen Dioksida)

Ambang batas pencemar udara NO2 maksimal yaitu 400 ug/Nm³ per jam, 150 ug/Nm³ per 24 jam dan 100 ug/Nm³ per tahunnya. Pencemaran udara NO2 ini ditelaah atau diukur menggunakan metode Saltzman dengan alat Spektrofotometer.

4. O³ (Oksidan)

Udara dikatakan tercemar O³ seandainya kadar zat tersebut melebihi batas 235 ug/Nm³ per jamnya dan 50 ug/Nm³ per tahun. Pencemaran udara pengaruh oksidan ditelaah menggunakan metode Chemilumi nescent dengan alat Spektrofotometer.

5. HC (Hidro Karbon)

Batas maksimum atau ambang batas pencemar udara HC yaitu 160 ug/Nm³ per tiga jamnya. Dianalisa menggunakan metode Flame Ionization dengan alat Gas Chromatogarfi.

6. Partikel 10µ dan Partikel 2.5µ

Batas maksimum pencemaran udara karena debu membahayakan ini yaitu 150 ug/Nm³ selama 24 jam, diukur menggunakan metode analitik Gravimetri c menggunakan alat Hi-Vol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *