Pengertian Seni Tari

pengertian seni tari

pengertian seni tari – Halo semuanya, selamat mampir . Kali ini kita dapat mengupas berkenaan seni tari. Ada banyak model dan faedah dari seni tari, untuk lebih jelasnya langsung saja kita menyaksikan apa itu seni tari ..

Biar jadi berkah, jangan lupa baca basmallah dulu sebelum akan membaca..
Bismillahirrohmanirrohim..

Pengertian Seni Tari

Seni tari adalah suatu gerakan yang berirama, dilakukan di suatu tempat dan saat tertentu untuk mengekpresikan suatu perasaan dan mengemukakan pesan dari seseorang maupun kelompok.

Lebih spesifiknya mari kita menyaksikan penjelasan dari beberapa pakar dalam negeri maupun luar negeri mengungkapkan pengertian seni tari. Tapi jika kalin idamkan mempelajari seni yang lainnya, umpama seperti gitar, yakni seni musik yang dimainkan dengan alat musik gitar, maka kalain mesti belajar gitar terutama dahulu sebelum akan menggunakannya.

Pahami kunci-kunci yang tersedia dan mitalah pertolongan kepada orang maupun teman yang mampu pakai gitar, maka anda dapat mampu dengan berjalannya waktu.

Oke kita kembali ke topik.

Pengertian seni tari menurut para ahli

Soedarsono : “Tari adalah sebuah ungkapan dari dalam jiwa manusia yang di ekspresikan lewat gerakan ritmis yang indah (estetis)”. Maksud dari Dr. Soedarnoso ungkapan rasa adalah permintaan dari dalam diri seorang yang melimpahkan atau menujukan rasa dan emosional seorang tersebut. Sedangkan gerakan ritmis yang indah adalah gerakan tubuh yang disesuaikan dengan irama nada yang mengiringinya, supaya menciptakan daya pesona yang memikat bagi yang melihatnya”.
Corrie Hartong : “Tari adalah perasaan yang mendesak dari dalam diri manusia, yang mendorong untuk mencari ungkapan yang berwujud gerakan yang ritmis”. Jadi maksudnya adalah dikatakan tari jika gerakan itu ritmis”.
Yulianti Parani : “gerakan ritmis yang keluar dari beberapa tubuh atau seluruhnya yang dilakukan seseorang ataupun kelompok yang disertai dengan ekspresi tertentu”.
Aristoteles : “Gerakan ritmis yang menghadirkan suatu karakter manusia saat mereka bertindak”.
Sachs : “Suatu ungkapan jiwa manusia lewat suatu gerak mempunyai irama yang mempunyai nilai tertentu”.
Pangeran Suryadiningrat : “Tari adalah gerakan yang dihadirkan oleh seluruh anggota tubuh seseorang yang dilakukan seirama dengan irama musik dengan maksud tertentu”.
Enoch atmadibrata : “Tari adalah gerakan tubuh yang tersusun di dalam suatu ruang dan berlandaskan irama dan gerak”.
Bagong Sudito : “Seni tari adalah suatu seni berwujud sebuah gerakan ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia”.
I Gede Ardika : “Seni tari adalah suatu hal yang mampu untuk melaraskan gerak tubuhnya dengan irama tertentu”.pengertian seni tari
Haukins : “ Seni tari adalah suatu ungkapan jiwa yang dijadikan wujud suatu gerakan oleh imajinasi penciptanya sendiri”.
Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay : “Seni tari adalah suatu wujud seni ekspresionostis yang melukiskan sikap jiwa manusia pada sebuah konflik dan persoalan di dunia modern”.
Kamaladevi Chattopadhaya : “Tari adalah suatu desakan dari diri seseorang yang mengharuskan untuk diluapkan dan berwujud gerakan yang ritmis”.
Judith Lynne Hanna : “Seni tari adalah seni plastis dari gerak visual yang keluar sepintas”.
M.A Theodora Retno Maruh : “Seni tari adalah suatu karya seni gerak yang tak dapat dulu berwujud kontemporer”.
Kamala Devi Chattopadhyaya : “Seni adalah suatu insting yang mendesak emosi dari dalam diri manusia yang mendorong”.
Unsur-Unsur Seni dalam Tari

Suatu tari tidak mampu dikatakan seni jikalau tidak mencukupi unsur yang tersedia di dalamnya. Dengan ada unsur-unsur berikut maka dapat tercipta gerakan ritmis yang indah.

Seni tari mempunyai dua unsur, yakni unsur utama dan unsur pendukung.

Unsur utama dalam seni tari

Suatu gerakan tidak mampu dikatakan sebagai tarian jikalau tidak mencukupi tiga unsur. Jika salah satu saja dari unsur berikut tidak ada, maka gerakan berikut tidak mampu dikatakan sebuah tari. Apa sajakah unsur tersebut?

Wiraga (Raga) : Sebuah tarian mesti menampakkan gerakan badan, baik dengan posisi duduk ataupun berdiri.
Wirama (Irama) : Sebuah seni tari mesti punya unsur irama yang menyatukan gerakan badan dengan musik pengiringnya, baik dari faktor tempo maupun iramanya.
Wirasa (rasa) : Sebuah seni tari mesti mampu untuk mengemukakan sebuah perasaan yang tersedia di dalam jiwa, lewat sebuah tarian dan gerakan juga ekspresi penarinya.
Unsur pendukung seni tari

Unsur pendukung sebatas sebuah ajang untuk memikat orang yang menyaksikan supaya sebuah tarian lebih menarik. Sebetulnya jika unsur ini tidak dipenuhi maka suatuk gerakan yang ritmis udah dikatakan gerakan seni tari. Tapi tersedia baiknya jika unsur pendukung seni tari juga dipenuhi, supaya lebih punya daya pesona jika digunakan pada sebuah pementasan atau pertunjukan. Unsur berikut adalah.

Ragam gerak

Sebuah tari dapat keluar indah jikalau seluruh anggota badan berkaloborasi. Bukan hanya kaki dan tangan, gabungan dari raut muka dan lirikan mata juga ekspresi muka dapat meningkatkan daya tarik tersendiri. Sehingga tarian berikut dapat keluar lebih estetis.

Ragam iringan

Suatu tari mampu dinikmati jika diiringi dengan musik yang ritmis dan sesuai dengan gerak suatu tarian. Sehingga menampilkan gabungan yang indah antar gerakan dan musik. Namun, tari dapat jauh lebih indah dan mampu dinikmati jika diiringi dengan keluarnya nada dari tubuh penarinya. Baik berwujud tepukan, hentakan, maupun terikan.

Rias dan kostum

Sebuah tarian tidak dapat lengkap jika tidak mencukupi seluruh unsur. Begitu juga dengan unsur rias dan kostum. Tanpa rias muka dan kostum, sebuah tarian dapat merasa hambar. Tidak bermakna, juga tidak menarik ditonton.

Bayangkan saja jika penari bali pake daster dan tanpa make up lantas menari di atas panggung.

Gimana?

Pastinya dapat sangat tidak menarik pirsawan untuk melihatnya.

Gunanya juga adalah supaya nemambah pesona dan daya tarik lantas mampu lebih mendalami sebuah tarian itu sendiri.

Pola lantai/bloking

Tarian juga dapat keluar lebih berseni jika pola lantainya keluar indah. Penari tidak hanya berdiri pada satu titik saja. Penari mesti sesuaikan dengan tempat dan penontonya.

Istilah lainya adalah penguasaan panggung.

Lalu, jika tariannya dilakukan dengan berkelompok, maka gerakannya juga mesti tertata rapi antar sesama penari. Supaya keluar bagus di mata para penonton.

Jenis-Jenis Seni Tari

Pada dasarnya, seni tari mampu dikelompokkan menjadi dua model tari.

Dari ke dua itu maka kita mampu mengerti perbedaan dari seni tari sendiri.

Dua macam berbedaan itu mampu diamati dari kuantitas penarinya dan macam genre/aliranya.

1. Tari Berdasarkan Jumlah Penarinya

Dalam sebuah tarian tentu tersedia sebuah subjek utama yang menjalankan tarian tersebut. Subjek berikut adalah penari.

Yang lain hanya pendukung supaya lebih keluar indah saja.

Seperti para pemain musik yang mengiringi tari tersebut, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, tidak dapat dikatakan seni tari jika subjek utama ini tidak ada.

Dalam hal ini maka mampu dikelompokkan menjadi tiga kategori. Berikut penjabarannya.

Tari tunggal (solo)
Sebuah tari seni yang dibawakan oleh satu orang penari. Baik itu penari laki-laki maupun perempuan. Contoh : Tari Gatotkaca asal Jawa Tengah.
Tari berpasangan (duet)
Sebuah tari seni yang dibawakan oleh dua orang penari. Baik itu penari laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, ataupun campur laki-laki perempuan. Contoh : Tari Topeng asal Jawa Barat.
Tari berkelompok (group)
Sebuah tari seni yang dibawakan oleh banyak orang atau berkelompok. Penari umumnya lebih dari dua orang. Baik dilakukan dengan laki-laki semua, perempuan semua, ataupun campur laki-laki dan perempuan. Contoh : Tari Saman asal Aceh.
2. Tari Berdasarkan Genre/Aliranya

Seni tari juga dibedakan berdasarkan genre atau alirannya. Dalam hal ini mencangkum aliran  gerakan tarian itu sendiri dan variasi musik yang dibawakan. Aliran seni berikut mampu dikelompokan menjadi lima kategori.

1. Tari tradisional

Seni tari tradisional yakni tarian yang diwariskan dari masa ke masa sejak zaman dahulu, yang dilestarikan lantas menjadi budaya di sebuah daerah. Dalam tarian berikut terkandung nilai, filosofi, lambang dan unsur religius.

Tari tradisional umumnya tidak beralih dari masa ke masa. Dari faktor pakaian tari, rias, kostum, dan tarian itu sendiri. Karena tarian seperti ini umumnya salah satu tujuannya adalah supaya senantiasa terjaga dan tidak hilang dimakan zaman.

Tari tradisional klasik

Tari ini merupakan tarian tradisional yang dikembangkan oleh kalangan bangsawan istana atau keraton saja. Dikatakan bahwa tarian ini tidak boleh diganti gerakannya, pun juga seluruh model tari tradisional sesungguhnya tidak mampu diganti gerakannya.

Jika tarian berikut diganti atau hanya sebatas ditambah, yang isikan tarian berikut adalah budaya kerajaan, maka hanya dapat mengakibatkan kerusakan nilai sebuah tarian itu sendiri. Walaupun zaman udah bergeser puluhan tahun, atau bahkan ratusan tahun. Tarian itu tidak boleh diotak-atik.

Ciri seni tarian tradisional klasik adalah tarian yang bernuansa anggun dan berwibawa, juga jubah dan aksesori mewah yang dikenakan oleh para penari.

Biasanya tarian ini diselenggarakan untuk menyambut sebuah tamu kehormatan dan berkebangsaan.

Contoh dari tarian ini adalah Tari Bedhaya Srimpi asal Jawa Tengah dan Tari Sang Hyang asal Bali.

Tari tradisional kerakyatan

Kebalikan dari tari tradisional klasik, tari tradisional kerakyatan justru dikembangkan dari penduduk kaum bawah atau rakyat biasa.

Berbeda dengan tradisional klasik, tarian yang satu ini gerakannya tidak sangat baku. Bahkan mampu di satu padukan dengan gerakan baru yang lebih menarik. Karena tarian ini tidak mesti memilki syarat yang berbelit untuk melakukannya. Dari faktor gerakan maupun penampilan.

Tari tradisional kerakyatan umumnya di jalankan atau di adakan dalam wujud upacara perayaan dan sebagai tari pergaulan.

Contoh dari tarian ini adalah Tari Jaipong asal Jawa Barat dan Tari Lilin asal Sumatra Barat.

2. Tari kreasi baru

Tari kreasi baru adalah sebuah tarian yang dikembangkan oleh seorang koreaografer atau juga disebut penata tari.

Seni gerakan yang ditampilkan juga udah jauh dari kaku. Gerakan yang ditampilkan berwujud bebas, tapi masih senantiasa dalam kaidah gerakan tari yang estetis dan indah.

Riasan dan iringan musik dalam tari kreasi baru juga sangat beragam. Tergantung dengan tema dan obyek yang idamkan dibawakan oleh penari tersebut.

Tari kreasi baru dibagi menjadi dua bagian. Yaitu tari kreasi baru pola kebiasaan dan tari kreasi baru pola non tradisi.

Tari kreasi baru pola tradisi
Tari seni ini pakai sentuhan unsur tradisional. Baik itu gerakannya, rias dan kostum, iramanya. Ada nilai-nilai kebiasaan yang dibawakan dalam tarian model ini.
Tari kreasi baru pola non tradisi
Sebaliknya, tarian ini adalah tarian yang tidak pakai mirip sekali unsur tradisional dalam tariannya. Baik itu gerakannya, rias dan kostum, iramanya. Dari sini kita mampu mengartikan bahwa tarian ini adalah tarian modern.
3. Tari kontemporer

Tarian model ini memupakan sebuah tarian yang mengunakan gerakan-gerakan yang beresifat simbolik, unik dan mengandung pesan tertentu didalamnya.

Irama musik yang digunakan juga tidak biasa, memadai dibilang unik. Mulai dari musik sederhana, orkestra, sampai musik flutyloops yang diambil alih dari teknologi musik digital.

Riasan muka dan kostum dari tarian ini juga terbilang aneh sesuai dengan tema yang dibawakan.

Terbilang aneh, barangkali gara-gara tarian ini yang umumnya membawakan sebuah gerakan berwujud mengenang sebuah perjuangan seorang tokoh, atau kejadian, atau juga hari tertentu yang mana meninggalkan cerita khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *