Pengertian Simbiosis Mutualisme

pengertian simbiosis mutualisme

pengertian simbiosis mutualisme – Simbiosis merupakan interaksi biologis antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya. Terlepas berasal dari apakah mahkluk hidup itu bermanfaat, berbahaya, atau tidak berpengaruh terhadap satu serupa lain. Makhluk hidup yang melakukan ini disebut simbion. Simbiosis dibagi jadi beberapa macam, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, simbiosis parasitisme, simbiosis amensalisme, dan simbiosis netralisme.

Pada artikel kali ini, kita bakal membicarakan lebih jauh mengenai kelima type simbiosis, lengkap dengan contohnya.

Pengertian Simbiosis Mutualisme

Simbiosis Mutualisme adalah interaksi antara dua organisme yang berbeda type tapi saling beruntung satu serupa lain. Dalam interaksi ini, bermakna ke-2 organisme sama-sama tidak ada yang dirugikan. Kerugian bagi keduanya justru adalah kala simbiosis itu tidak dilakukan. Oleh gara-gara itu Kedatangan makhluk hidup lain jadi begitu mutlak bagi mereka yang mengalami simbiosis type ini.pengertian simbiosis mutualisme

Simbiosis mutualisme ini ada termasuk yang merupakan kewajiban. Artinya organisme yang terlibat perlu satu serupa lain untuk bertahan hidup. Contoh simbiosis mutualime dapat dilihat di lebih kurang kita, baik terhadap hewan, tumbuhan, bakteri, bahkan manusia.

Beberapa contoh berasal dari simbiosis mutualisme antara lain :

1. Kupu-kupu dan lebah dengan bunga
Dalam interaksi ini, kupu-kupu atau lebah tidak jadi satu-satunya pihak yang diuntungkan, gara-gara mendapatkan sari makanan berasal dari bunga. Bunga termasuk mendapatkan faedah atau keuntungan serupa berkat simbiosis ini. Dalam perihal ini keberadaan kupu-kupu dan lebah menopang bunga di dalam proses penyerbukan.

2. Bakteri Rhizobium leguminosarum dan tanaman polong-polongan
Sebagian berasal dari kita kemungkinan bertanya-tanya, kok bisa? Ya, bakteri Rhizobium leguminosarum adalah bakteri yang berguna menyuburkan tanah dengan langkah mengikat Nitrogen yang terkandung di dalam udara bebas. Nah, dengan ada bakteri ini, tanaman polong-polongan jadi lebih subur. Bakteri Rhizobium sendiri bakal mendapatkan makanan berasal dari tanaman polong-polongan.

3. Manusia dengan bakteri
Dalam perihal ini bakteri yang dimaksud adalah bakteri E. Coli yang ada di usus Besar. Dengan ada bakteri ini di di dalam tubuh, manusia dapat mengurangi perkembangan bakteri jahat dan mempercepat proses pembusukan di di dalam usus besar. Sedangkan bagi bakteri E. Coli sendiri mendapat keuntungan gara-gara dapat mendapat makanan berasal dari sisa-sisa makanan terhadap usus besar.

4. Lalat dengan bunga raflesia
Bunga raflesia atau bunga bangkai kemungkinan identik dengan bau yang tidak sedap, paling tidak bagi kita manusia. Namun bagi lalat, ini adalah daerah yang paling “indah” lantaran dapat dihinggapi untuk mencari makanan. Bagi bunga raflsia sendiri, keberadaan lalat ini memberi keuntungan lantaran dapat membantunya di dalam proses penyerbukan. Tidak jauh berbeda lah dengan interaksi antara kupu-kupu dan bunga.

5. Burung bangau dengan kuda Nil
Bukan tanpa gara-gara interaksi antara burung bangau dan kuda nil disebut sebagai interaksi yang menguntungkan. Di satu sisi, normalitas burung bangau yang senang memakani kutu-kutu dan parasit yang ada di punggung kuda nil adalah keuntungan gara-gara menyebabkan tubuh kuda nil jadi bersih dan terhindar berasal dari kutu. Bagi burung bangau, kutu-kutu dan parasit yang ada di badan kuda nil dapat mengeyangkan perut, gara-gara ini adalah makanan.

 

Simbiosis Komensalisme

Pengertian simbiosis komensalisme adalah sebuah interaksi antara dua makhluk hidup yang beruntung keliru satu organisme, selagi organisme lain tidak dirugikan dan tidak diuntungkan. Artinya, keliru satu makhluk hidup bakal diuntungkan selagi makhluk hidup lain tidak terpengaruh.

Beberapa contoh berasal dari simbiosis komensialisme :

1. Anggrek dengan pohon Mangga
Dalam interaksi antara Anggrek dan pohon mangga, anggrek mendapat keuntungan gara-gara miliki daerah untuk tumbuh, mendapatkan cahaya matahari, air dan juga zat-zat untuk melakukan proses fotosintesis,dengan menempel terhadap pohon mangga. Sementara pohon mangga tidak dirugikan atau pun diuntungkan berasal dari keberadaan tumbuhan anggrek ini.

2. Remora dengan ikan hiu
Ikan remora membawa semacam alat pengisap yang memungkinkannya dapat menempel terhadap ikan hiu atau ikan Iainnya yang lebih besar. Dengan menempel seperti itu, sisa makanan hiu yang berupa remah-remah dimanfaatkan oleh ikan remora. lkan remora termasuk diuntungkan gara-gara terhindar berasal dari predator-nya. Sementara itu, Kedatangan ikan remora tidak mengganggu ikan hiu. Ikan Hiu tidak diuntungkan, tidak termasuk dirugikan.

3. Rayap dengan protozoa berflagella
Dalam masalah ini, protozoa berflagella hidup di di dalam saluran pencernaan rayap dan mencerna selulosa berasal dari kayu untuk lantas jadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih simpel sehingga dapat dicerna. Protoza berflagella bakal mendapat keuntungan berasal dari interaksi berikut gara-gara dapat berlindung di di dalam tubuh rayap, selagi rayap tidak bakal mendapat efek apapun.

4. Udang dengan timun laut
Hubungan antara udang dan mentimun laut termasuk merupakan keliru satu contoh simbiosis komensalisme. Ini lantaran udang miliki normalitas untuk menunggangi mentimun laut, dengan target mendapatkan sisa-sisa makanan berasal dari mahkluk laut tersebut. Bagi udang, ini beruntung gara-gara memungkinkannya mendapatkan sisa-sisa makanan, selagi mentimun laut interaksi ini tidak berpengaruh. Tidak menguntungkan, tidak termasuk merugikan.

5. Katak dan pepohonan
Contoh lainnya berasal dari simbiosis komensalisme dapat dilihat terhadap interaksi antara katak dan pepohonan. Dimana Katak pakai daun dan bagian-bagian pohon lain sebagai daerah berteduh dan berlindung berasal dari hujan atau badai. Bagi Katak, perihal ini tentu menguntungkan. Namun demikian pohon tidak diuntungkan, tidak pula dirugikan. Dengan kata lain, tidak terpengaruh serupa sekali.

 

Simbiosis Amensalisme

Berbanding terbalik dengan simbiosis komensalisme, Amensalime merupakan interaksi antara dua makhluk hidup dimana satu pihak dirugikan sedangkan pihak lain tidak dirugikan dan termasuk tidak diuntungkan (tidak terpengaruh apa-apa).

Beberapa contoh berasal dari simbiosis Amensalisme

1. Dinoflagellata dengan Fitoplankton
Dinoflagellata adalah mikroorganisme yang termasuk golongan alga. Hubungan antara mikroorganisme ini dengan fitoplankton termasuk di dalam simbiosis amansalisme lantaran Dinoflagellata membuahkan senyawa alelokimia yang dapat menyebabkan kematian terhadap fitoplankton dan binatang laut lainnya. Dinoflagellata termasuk menyebabkan air laur jadi kemerah-merahan. Bagi Fitoplankton dan binatang laut lainnya ini mengerti merugikan. Dinoflagellata sendiri tidak mengalami kerugian ataupun keuntungan berasal dari kejadian ini.

2. Pohon Pinus dengan Tumbuhan Lainnya
Dalam menerapkan pola interaksi dengan lingkungannya, pohon pinus diketahui membuahkan senyawa alelopati yang dapat menggagu kelangsungan hidup tumbuhan di sekitarnya. Ini sebabnya di lebih kurang pohon pinus jarang sekali ditemukan pohon-pohon lainnya, tidak cuman sejenis rumput-rumputan. Tanaman yang rentan terhadap senyawa alelokimia berasal dari tanaman lainnya dapat mengalami problem terhadap proses perkecambahan, pertumbuhan, dan juga perkembangannya.

3. Brokoli dengan Kembang Kol
Hubungan lainnya yang hanya merugikan satu pihak tapi tidak beruntung pihak lainnya dapat dilihat terhadap interaksi antara brokoli dan kembang kol. Disini residu brokoli dapat menghambat fungi Verticillium penyebab penyakit layu terhadap beberapa tanaman sayur, contohnya kembang kol dan brokoli sendiri. Dalam perihal ini pihak yang dirugikan adalah kembang kol, selagi brokoli tidak mendapat efek apapun.pengertian simbiosis mutualisme

4. Gulma dengan Tanaman Padi
Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang dapat turunkan hasil tanaman yang dibudidayakan seandainya tidak dikendalikan secara efektif. Gulma menyaingi tanaman di dalam pengambilan unsur hara, air, ruang dan cahaya. Pada tanaman padi, gulma sering kali jadi masalah yang memadai serius gara-gara dapat mengganggu dan berpengaruh terhadap produktuvitas hasil panen. Pada simbiosis ini tanaman padi mengalami kerugian, sedangkan gulma tidak dirugikan dan tidak diuntungkan.

5. Tumbuhan Lamtoro dengan Gandum atau kunir
Tanaman Leucaena yang ditanam secara bersilangan dengan tanaman pangan di di dalam proses tumpang sari dapat mengurangi hasil panen gandum dan kunir, tapi tingkatkan hasil panen jagung dan padi. Pada interaksi ini, gandum dan kunir sebagai pihak yang dirugikan sedangkan lamtoro tidak dirugikan dan tidak diuntungkan.

 

Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme adalah ketergantungan yang berlangsung kala pihak yang satu mendapat keuntungan tapi merugikan pihak lainnya.

Biasanya, simbiosis parasitisme melibatkan organisme parasit seperti kutu, cacing, jamur, bakteri, benalu dan lain-lain. Organisme parasit yang berukuran lebih kecil dan dapat berkembang biak lebih cepat ini perlu makhluk hidup lain untuk kelangsungan hidupnya, baik itu untuk sekedar jadi tepat tinggal atau sumber makanan.

Beberapa contoh berasal dari simbiosis parasitisme

1. Parasit dengan inangnya
Berbagai mikro organisme penyakit yang hidup terhadap manusia, hewan dan tumbuhan berupa parasit. Parasit hidup dan mendapatkan makanan berasal dari inangnya, yaitu tubuh manusia, hewan, ataupun tumbuhan. Tetapi parasit tidak memberi tambahan apa-apa kepada inangnya tersebut.

2. Nyamuk dan manusia
Contoh lainnya berasal dari interaksi yang hanya beruntung satu pihak (parasitisme) ini adalah interaksi nyamuk dan manusia. Dimana nyamuk bakal menggigit dan menghisap darah manusia. Jenis nyamuk tertentu bahkan dapat menyebarkan penyakit mematikan seperti demam berdarah atau malaria. Bagi nyamuk, interaksi ini beruntung gara-gara bukan saja mendapat darah tapi termasuk dapat berkembang biak. Namun bagi manusia, interaksi ini merugikan gara-gara dapat diserang penyakit berbahaya.

3. Sapi dengan cacing hati
Hampir serupa dengan interaksi manusia dan nyamuk, interaksi antara sapi dan cacing hati termasuk merupakan keliru satu contoh simbiosis parasitisme. Dengan berdiam di tubuh sapi, cacing bakal mendapat keuntungan berupa makanan berasal dari sapi. Sementara sapi bakal mengalami kerugian gara-gara kesehatannya jadi terganggu dan menyebabkan diserang penyakit.

4. Lalat dengan buah
Lalat yang biasa berurusan dengan buah atau biasa disebut lalat buah merupakan type lalat yang sering mengerumuni buah-buahan. Hubungan antara lalat dan buah-buahan termasuk simbiosis parasitisme lantaran ada lalat di buah dapat menyebabkan buah-buahan jadi busuk. Bagi lalat, ini beruntung karema dapat bertelur dan berkembang biak di di dalam buah.

5. Tikus dengan manusia/petani
Tikus dan manusia termasuk contoh simbiosis parasitisme lainnya, khususnya bagi mereka yang berprofesi sebagai petani. Adanya tikus sebagai keliru satu hama di lingkungan persawahan dapat merugikan petani gara-gara dapat menyerang padi. Sementara tikus diuntungkan gara-gara mendapat makanan.

Simbiosis Netralisme

Simbiosis netralisme adalah simbiosis yang berlangsung antara dua makhluk hidup, dimana ke-2 makhluk hidup berikut tidak dirugikan ataupun diuntungkan, keduanya amat netral.

Beberapa contoh simbiosis netralisme :

1. Kupu-kupu dengan kerbau
Baik kupu-kupu maupun kerbau tergolong sebagai hewan dan serangga yang hidup di alam bebas. Meskipun demikian, interaksi keduanya tidak memberi tambahan keuntungan ataupun kerugian bagi satu serupa lain. Jika diumpamakan seekor kerbau atau sekelompok kerbau hidup di dalam satu wilayah dan di dalam wilayah berikut terkandung beberapa kupu-kupu, maka Kedatangan kupu-kupu berikut tidak mengganggu kesibukan berasal dari kerbau. Hal ini gara-gara kerbau bakal memakan rumput yang ada di wilayah berikut tanpa mengganggu kupu-kupu, sedangkan kupu-kupu bakal mencari makanan berupa nektar yang kebanyakan mereka cari kala siang hari. Singkat kata, keduany dapat hidup seirama di alam bebas.

2. Burung Hantu dengan Kambing
Sebagai hewan noktural, burung hantu miliki interaksi yang netral dengan kambing. Mereka tidak bakal mengganggu satu serupa lain biarpun hidup di wilayah yang sama. Kambing bakal memakan rumput di pagi hari tanpa mengganggu burung hantu yang sedang tidur di lebih kurang pohon di dekat kambing memakan rumput, sedangkan burung hantu sendiri bakal mencari mangsanya terhadap selagi malam hari kala para kambing sedang tidur. Burung hantu termasuk tidak bakal mengganggu kambing, melainkan fokus terhadap mangsanya.

3. Kambing dengan Ayam
Kambing yang merupakan hewan herbivora miliki interaksi yang baik dengan ayam. Hal ini ditunjukkan dengan keakraban mereka seandainya disatukan di dalam satu wilayah tertentu. Keduanya tidak bakal memperebutkan makanan ataupun wilayah mereka, mereka justru berbaur satu serupa lain. Selain itu, segi perbedaan makanan antara keduanya inilah yang jadi segi terpenting ke-2 makhluk hidup ini hidup damai dan tidak terlibat kompetisi ataupun predasi.

4. Ikan Lele dengan Ikan Sapu
Meski ditempat di satu wilayah yang sama, nyatanya ikan lele dan ikan sapu dapat berdampingan dengan damai. Hal ini gara-gara keduanya mengkonsumsi makanan yang amat berbeda. Ikan lele bakal memakanan makanan berupa pelet, sedangkan ikan sapu nantinya bakal memakan lumut yang berada di dalam daerah tersebut. Jadi, interaksi antara keduanya dapat dikatakan netral, alias tidak saling merugikan ataupun saling menguntungkan.pengertian simbiosis mutualisme

5. Panda dengen Kera
Panda dan kera merupakan dua makhluk hidup yang miliki kepribadian yang amat bertolak belakang. Panda dengan kepribadiannya yang malas bergerak, sedangkan kera yang selamanya aktif berpindah berasal dari satu daerah ke daerah yang lainnya. Interaksi yang berlangsung satu diantara keduanya sangatlah normal, mereka tidak saling mengganggu ataupun beradu di dalam memperebutkan wilayah ataupun makanan. Sehingga tidak mengherankan seandainya panda dan kera disatukan di dalam satu wilayah, keduanya bakal bia hidup dengan damai dan tidak saling mengganggu satu serupa lain.pengertian simbiosis mutualisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *