Penulisan Alamat Surat Yang benar

penulisan alamat surat yang benar

penulisan alamat surat yang benar – Dalam penulisan alamat surat yang benar, ada lebih dari satu ketentuan yang berlaku. Sama halnya dengan bagian surat resmi seperti kepala surat, kop surat, nomor, lampiran. dan sebagainya. Meskipun muncul ringan dan sepele, tetapi di dalam penulisan surat formal kudu memperhatikan hal yang cocok bersama dengan ketentuan agar legalitas surat jadi lebih kuat.

Penulisan Alamat Surat Yang benar

Lalu, bagaimana tata ketentuan penulisan alamat surat yang benar? Mari bahas lebih lengkap terhadap ulasan selanjutnya ini:

Alamat yang dituju ditulis terhadap sebelah kiri surat bersama dengan jarak sedang pada halaman surat dan termasuk salam pembuka. Sedangkan posisi alamat surat ditempatkan terhadap segi sebelah kiri mampu lebih untungkan ketimbang posisi yang di sebelah kanan. Sebab, kemungkinan pemenggalan alamat jadi tidak ada. Sehingga, alamat yang panjang sekalipun mampu dituliskan tanpa dipenggal gara-gara area yang tidak cukup leluasa.
Penulisan alamat surat yang benar tidak diawali bersama dengan kata kepada gara-gara kata itu mempunyai fungsi sebagai penghubung intra kata-kata yang menyatakan arah. Nah, hal ini termasuk berlaku terhadap penulisan alamat pengirim. Jadi, Anda tidak kudu menambahkan kata dari gara-gara kata ‘dari’ selanjutnya merupakan penghubung intrakalimat yang menyatakan asal.
Untuk alamat yang dituju diawali bersama dengan kata Yth. yang diikuti bersama dengan tanda titik atau mampu termasuk bersama dengan menuliskan kata ‘Yang terhormat’ (tanpa diikuti tanda titik).
Sebelum pencantuman nama orang yang dituju, penulis surat hendaknya menuliskan sapaan berwujud Ibu, Bapak, Saudara, atau singkatan (Bpk, Ibu, Sdr).
Apabila nama orang yang dituju mempunyai gelar akademik di depannya, maka Anda tidak kudu menambahkan kata sapaan seperti Bapak, Ibu, ataupun Saudara. Gelar selanjutnya mampu berwujud (Dr, dr, Drg, dan sebagainya). Hal ini termasuk berlaku terhadap penerima surat yang mempunyai pangkat laiknya sersa ataupun kapten.

Apabila yang dituju adalah direktur PT atau kepala dari lembaga khusus maka kata sapaan tidak ditulis berhimpitan bersama dengan gelar, pangkat, ataupun jabatannya.

Contoh Penulisan Nama Penerima Surat

Contoh penulisan nama penerima yang benar adalah sebagai berikut:

Penulisan Nama Penerima

Yth. Bapak Syukur Puji, B. A.

Yth. Ibu Rumaisha

Yth. dr. Trining Rahayu

Yth, Kepala Dinas UPTD Dikpora Kota Malang

Yth. Letjen. Basuki Raharja

Untuk penulisan kata ‘jalan’ tidak boleh disingkat. Lalu diikuti bersama dengan nama gang, nomor, Rt, Rw bersama dengan huruf kapital terhadap awal kata.

Selanjutnya, nama kota dan juga provinsi ditulis bersama dengan huruf kapital terhadap awal kata. Anda tidak kudu membubuhi tanda baca apa-pun termasuk garis bawah atau underline.

Contoh Penulisan Alamat Surat #1

Pada alamat pengirim dan alamat yang dituju kudu dicantumkan termasuk kode pos agar lebih ringan dan lancar di dalam sistem penyampaian surat ke alamat yang dituju.

Untuk lebih jelasnya, silahkan kalian review contoh penulisan alamat surat yang benar selanjutnya ini:

Cantumkan Kode Pos

Putri Hastari, M. Si.

Jalan Gading Retak No. 56

Bandung 40672

Kepada:

Yth. Ir. Dedi Setyawan, M. Si.

Direktur PT. Harapan Mandiri Semarang

Jalan Mulawarman, Semarang

Semarang 50287

Yth. Kepala Biro Umum

Departemen Penjualan

Maju Makmur Sejahtera

Jalan Raya Menteng Jati No. 10

Jakarta Pusat 16318

Contoh Penulisan Alamat Surat #2

Sering kali berjalan persoalan seperti alamat yang dituju oleh penulis surat tidak sangat jelas.

Seperti penulis tidak mengetahui identik kepada siapa surat ditujukan. Apakah terhadap direktur, sekretaris, atau terhadap kepala bagian personalia.

Jika seperti itu, maka penulis mampu mengfungsikan tujuan yang umum seperti pimpinan. Misalnya ditulis seperti ini:

Tulis Tujuan Pimpinan

Yth. Pimipinan Pabrik Kayu Mursofi

Jalan Kalasan No. 45

Padang

Apabila Anda mengirim surat ada seseorang berdasar terhadap iklan yang ada terhadap surat kabar, maka surat mampu dimaksudkan terhadap pemasang iklan.

Penulisan alamat surat yang benar mampu ikuti contoh selanjutnya ini:

Berdasarkan Iklan

Yth. Pemasang Iklan

pada CV. Munggah Langit

Kotak Pos 6427 Semarang 9197

di Bawah no. 755

Contoh Penulisan Alamat Surat #3

Di di dalam alamat surat yang dituju termasuk mampu mengfungsikan singkatan u.p. yang artinya untuk perhatian.

Bentuk singkatan ini digunakan terhadap bagian depan nama bagian atau lembaga jika persoalan surat dipandang cukup diselesaikan oleh pejabat yang tercantum.

Biasanya menambahkan tanda ini menyatakan bahwa tidak dibutuhkan penentuan kebijakasanaan langsung dari kepala atau pemimpin lembaga tersebut.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Menggunakan Singkatan

Yth. Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

u.p. Kepala Subbagian Keuangan

Jalan Senopati Barat V

Rawamangun

Jakarta Pusat 13976

Jenis-jenis Surat

Selain penulisan alamat surat yang benar di atas, kalian termasuk kudu mengetahui bentuk-bentuk surat.

Hal ini perlu sebagai wawasan agar kalian mampu mengetahui tiap tiap perbedaan jenis-jenis surat yang dapat kalian tulis.

Berikut pembahasannya:

Surat Pribadi: Merupakan style surat yang isinya perihal bersama dengan keperluan pribadi. Jenis surat ini ditulis mengfungsikan bahasa tidka baku.
Surat Dinas: Merupakan surat formal yang dibuat dan juga dikeluarkan oleh lembaga ataupun lembaga pemerintah yang punya tujuan untuk berbagai keperluan dinas.
Surat Niaga: Merupakan surat yang dibuat oleh perusahaan maupun perorangan untuk tujuan usaha ataupun perdagangan.
Surat Resmi: Merupakan surat yang dibuat dan juga dipergunakan untuk keperluan yang sifatnya resmi. Penulisan surat formal mampu dikerjakan oleh instansi, perseorangan, lembaga, dan juga organisasi.
Jenis Pola Surat

Nah, style surat termasuk mampu dibedakan berdasarkan pola surat atau lapisan letak dan juga bagian surat. Berikut lebih dari satu diantaranya:

1. Surat Lurus Penuh (Full Block Style)

Bentuk ini mempunyai ciri yanitu bentuk penulisan yang seutuhnya diawali dari sebelah kiri. Baik tanggal. lampiran. dan termasuk kata penutup.

2. Surat Lurus (Block Style)

Style surat yang satu ini tidak jauh beda bersama dengan bentuk pertama. Perbedaan hanya ada terhadap penempatan nama terang, tanggal, nama jabatan. nama instansi, dan juga salam penutup.

3. Surat Setengah Lurus (Smei Block Style)

Bentuk ini sedikit mirip bersama dengan bentuk sebelumnya, hanya saja penulisan isikan surat mempunyai posisi menjorok ke di dalam terhadap tiap tiap alinea baru.

Bentuk ini banyak diterapkan terhadap surat formal perusahaan.

4. Surat Lekuk (Indented Style)

Ciri-ciri bentuk surat yang satu ini adalah penulisan alamt terhadap surat yang tidak rata atau mempunyai bentuk laiknya tangga.

Pada surat lekuk, penulisan apda tiap tiap alinea baru diawali agak menjorok ke di dalam paragraph.

5. Surat Menggantung (Hanging Paragrap)

Bentuk surat ini mempunyai kemiripan bersama dengan bentuk lurus, letak perbedaannya ada terhadap penulisan alamat bersama dengan paragrap yang mengfungsikan rata kiri bersama dengan baris setelahnya agak menjorok ke di dalam paragrap.

6. Surat Resmi Indonesia Lama

Bentuk surat formal Indonesia lama ini adalah penulisan surat bersama dengan format alamat surat yang diketik terhadap sebelah kanan terhadap bawah tanggal surat.

7. Surat Resmi Indonesia Baru

Ciri-ciri bentuk surat ini adalah kombinasi dari bentuk 1/2 lurus bersama dengan bentuk formal Indonesia lama. Pada salam penutup ada di posisi kanan sejajar bersama dengan penulisan tembusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *