Penyebab Pemanasan Global

penyebab pemanasan global

penyebab pemanasan global – Pemanasan international atau global warming semakin hari semakin lama parah. Jika dibiarkan terus, perubahan iklim ini dapat mengancam kehidupan bumi dan semua isinya – termasuk manusia. Psstt.. Mungkin diam-diam ada kebiasaan Anda yang ternyata turut andil jadi penyebab pemanasan global!

Apa Itu Pemanasan Global?

Pemanasan international adalah fenomena perubahan iklim drastis akibat kenaikan suhu rata-rata terhadap atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Laporan NASA menyebutkan bahwa suhu Bumi sementara ini udah melonjak 7 ºCelsius lebih panas dibanding 5 ribu th. silam. NASA termasuk memprediksi Bumi bakal memanas hingga 6 ºCelcius pada abad berikutnya.

Angka kenaikan seterusnya sebenarnya tampak sedikit kecuali hanya dilihat sekilas. Namun, pemanasan international bukanlah fenomena sepele. Pemanasan bumi memicu begitu banyak bencana ekstrem yang menelan banyak korban.

Apa dampak pemanasan global?

Perubahan iklim ekstrem udah memicu gletser abadi di kutub utara dan gunung-gunung es seperti Kilimanjaro dan Jaya Wijaya mencair drastis. Ketika suhu Bumi naik dan es mencair, volume air laut semakin lama banyak sehingga rata-rata permukaan laut termasuk meningkat. Permukaan air laut secara international tercatat udah naik 20 sentimeter di didalam seratus th. terakhir.

Hal ini memicu garis pantai jadi terkikis dan memicu daratan pinggir pantai jadi tenggelam. Setidaknya delapan pulau dataran rendah di Samudra Pasifik udah lenyap di bawah permukaan laut, sementara sebagian di antaranya seperti kepulauan Maladewa (Maldives), Fiji, dan Kiribati hingga sementara ini tetap berisiko tinggi tenggelam.

Pengikisan garis pantai ini kemudian turut memasang kota-kota metropolitan tinggi populasi manusia dekat dataran pantai atau delta sungai (Shanghai, Bangkok, Jakarta, Tokyo, dan New York) di didalam risiko besar. Bahkan, nyaris setengah daratan Belanda udah “tertelan” di bawah permukaan laut.

Namun sementara es di kutub mencair dan permukaan air laut naik, sejumlah lokasi di sub-Sahara Afrika mengalami kekeringan terus menerus akibat global warming. Kenaikan suhu Bumi termasuk memicu badai tropis dan gelombang panas ekstrem (heatwave) yang memicu kematian ratusan orang di beraneka beraneka belahan dunia.

Bukan hanya itu saja. Bagi manusia, pemanasan international mampu memicu risiko perihal alergi, asma, dan wabah penyakit menular jadi lebih umum akibat meningkatnya polusi udara, peningkatan curah hujan, dan termasuk penyebaran kuman penyakit yang dibawa serangga atau nyamuk seperti demam berdarah (DBD).

Apa penyebab pemanasan global?

Suhu kebanyakan Bumi meningkat nyaris dua kali lipat berasal berasal dari 50 th. lalu. Kenaikan suhu sebenarnya sedikit banyak berjalan mengikuti siklus alami geografis bumi. Namun, perubahan ekstrem yang berjalan amat cepat ini tidak mampu semata dibenarkan oleh alasan itu saja.

Para ilmuwan menyimpulkan penyebab utama pemanasan international adalah emisi gas karbon dioksida sebagai dampak area tinggal kaca (ERK) berasal berasal dari aktivitas manusia. Efek area tinggal kaca sejatinya merupakan sistem alami yang selayaknya menjadikan Bumi area yang nyaman untuk hidup

ERK berjalan ketika selimut gas atmosfer memerangkap sebagian panas matahari agar memicu Bumi sebuah planet yang hangat dan layak huni. Selama siang hari, cahaya matahari bakal menembus atmosfer untuk menghangatkan Bumi sebelum akan pada akhirnya lagi mendingin sementara malam tiba. Namun, penurunan suhu ini tidak drastis sebab sebagian panasnya selamanya terjebak di atmosfer.

Energi yang diserap atmosfer bakal merawat suhu Bumi selamanya hangat. Tanpa ada pertolongan atmosfer, Bumi tidak bakal mampu dihuni makhluk hidup sebab saking dinginnya. Meski begitu, aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas alam) justru menambah kuantitas gas panas yang dilepaskan ke hawa agar memicu perubahan prinsip dampak area tinggal kaca alami Bumi.

Semakin banyak gas panas yang diproduksi oleh manusia, semakin lama banyak pula panas yang diperangkap oleh atmosfer untuk dipantulkan balik ke ke bumi. Ini adalah masalah utama yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Apa saja aktivitas manusia penyebab pemanasan global?

Pemanasan international berjalan ketika gas hasil dampak area tinggal kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan polutan hawa lainnya diserap oleh atmosfer dan dipantulkan balik ke permukaan bumi. Berikut adalah xx aktivitas manusia yang jadi penyebab utama berasal berasal dari pemanasan global.

1. Penebangan hutan (deforestasi)

Jutaan hektar hutan di beraneka belahan dunia ditebangi masing-masing tahunnya untuk keperluan komersil, seperti untuk memicu kertas dan mebel. Hutan-hutan termasuk ditebang habis untuk membuka lahan pertanian dan peternakan, atau untuk membuka jalur bagi kawasan perumahan dan industri.

Pembukaan lahan pun tidak hanya dilakukan lewat penebangan. Tak jarang, oknum-oknum industri nakal sengaja membakar hutan manfaat lebih cepat menggundulkan lahan. Pembakaran hutan pasti bakal menambah suhu kebanyakan di area seterusnya sementara termasuk melepas karbon dioksida dan termasuk polutan lainnya di didalam porsi yang lebih banyak.

Padahal, tanaman dan pepohonan justru berperan besar untuk menyeimbangkan dampak area tinggal kaca dengan menyerap lebih banyak karbon dioksida dan mencegahnya terjebak di atmosfer. Tumbuhan bakal mengeluarkan oksigen untuk menopang menetralkan suhu bumi yang memanas.

Semakin sedikit lahan hutan yang tersedia, kemungkinan kualitas oksigen di bumi pun semakin lama memburuk. Deforestasi termasuk memicu rusaknya habitat yang mampu mengancam keanekaragaman hayati.

2. Emisi gas bahan bakar kendaraan

Emisi gas menghilangkan kendaraan bermotor adalah penanggung jawab terbesar berasal berasal dari pemanasan global. Lebih berasal berasal dari 90 persen transportasi umum (baik transportasi darat, udara, maupun air) ditenagai bahan bakar petroleum, seperti bensin atau diesel.

Gas yang dilepaskan berasal berasal dari sistem pembakaran ini melepas karbon dioksida dan polutan lainnya, seperti metana dan nitro oksida. Setiap galon bensin yang Anda pakai untuk naik mobil atau motor sehari-hari mampu menyumbang 10 kilogram karbondioksida ke atmosfer bumi.

Parahnya lagi, masing-masing jenis gas polutan membawa kebolehan memerangkap panas yang berbeda. Beberapanya apalagi mampu memerangkap lebih banyak panas daripada karbon dioksida.

Molekul metana, misalnya, tidak mampu bertahan lama berkeliaran di hawa seperti CO2 tetapi mampu mengikat panas 84 kali lebih cepat dan banyak. Nitro oksida apalagi 264 kali lebih kuat daripada CO2.

Sejumlah gas ini lambat laun bakal merusak kualitas udara, tanah, dan air.

3. Limbah industri

Gas limbah industri dan area tinggal tangga jadi penyebab pemanasan international ketiga terbesar setelah emisi gas kendaraan bermotor. Industri termasuk apalagi ditengarai menjadi penyebab paling awal berasal berasal dari pemanasan international yang kami alami hingga sementara ini. Penelitian menyatakan pemanasan international udah perlahan jadi berjalan terhadap pertengahan abad ke-19 mengikuti maraknya Revolusi Industri di AS dan negara-negara lain.

Selain industri kertas, industri plastik termasuk termasuk tidak benar satu dalang terbesar berasal berasal dari pemicu global warming. Diperkirakan 12 juta barel minyak mampu memproses 30 juta produk plastik PET. Satu barelnya mampu memuat lebih kurang 159 liter (135 kg) minyak mentah yang mampu mengandung 118 kg karbon. Dihitung kasar, pembuatan masing-masing ton plastik PET mampu menghasilkan lebih kurang 3 ton karbon dioksida (CO2).

3. Limbah pertanian dan peternakan

Peran industri peternakan dan agrikultur terhadap semakin lama parahnya pemanasan international termasuk tidak boleh dipandang sebelah mata. Selain berasal berasal dari dampak deforestasi, limbah yang dihasilkan berasal berasal dari pupuk dan kotoran hewan termasuk menghasilkan emisi gas berbahaya.

Napas, gas kentut, dan kotoran kewan ternak, terlebih sapi dan kerbau, menghasilkan zat metana yang termasuk jenis gas area tinggal kaca. Pupuk kompos yang terbuat berasal berasal dari kotoran hewan termasuk menghasilkan gas nitro oksida.

Limbah industri agrikultur tercatat menyumbang 9% berasal berasal dari total volume emisi gas area tinggal kaca yang dihasilkan terhadap th. 2017.

4. Penggunaan listrik

Pembangkit listrik tenaga petroleum, gas alam, dan batu bara sejauh ini merupakan penghasil emisi gas area tinggal kaca terbesar ke dua setelah industri pabrik. Di Amerika Serikat, pembakaran batu bara untuk pembangkit listrik menghasilkan lebih kurang dua miliar ton limbah CO2 masing-masing tahun.

Penggunaan listrik yang boros menyumbang 27,5 persen berasal berasal dari total emisi gas area tinggal kaca terhadap th. 2017.

Bagaimana langkah menahan pemanasan global?

Ada sebagian hal simpel yang mampu dilakukan untuk menahan pemanasan global. Pertama adalah dengan langkah kurangi emisi gas area tinggal kaca yang jadi penyebab pemanasan global. Sederhananya Anda mampu coba sebagian hal seterusnya ini:

Kurangi emisi gas menghilangkan kendaraan bermotor. Ketimbang pakai mobil privat untuk bepergian, pakai kendaraan umum seperti KRL atau MRT. Bersepeda dan jalur kaki termasuk apalagi jauh lebih baik.
Hemat listrik. Matikan lampu dan cabut alat-alat elektronik berasal berasal dari stop kontaknya masing-masing kali Anda bakal meninggalkan rumah.
Hemat air. Contoh, kecuali punya kebiasaan mandi pakai bak mandi dan gayung, coba dengan pakai shower. Lebih sedikit air yang dikeluarkan sementara pakai shower dibanding pakai gayung.
Hijaukan lingkungan dengan menanam dan merawat tumbuhan. Tanaman menopang menyerap karbon dioksida dan menghasilkan lebih banyak oksigen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *