Sel Tumbuhan Dan Fungsinya

sel tumbuhan dan fungsinya

sel tumbuhan dan fungsinya – Setiap makhluk hidup punya sel yang punya kegunaan untuk menyesuaikan kehidupan makhluk hidup, tidak benar satunya tumbuhan. Apakah anda mengetahui bagian-bagian dari sel tumbuhan? Sel terhadap tumbuhan bakal berkumpul dan membentuk sebuah jaringan. Jaringan-jaringan tumbuhan selanjutnya punya peran untuk menopang kehidupan tumbuhan. Apakah anda mengetahui jaringan apa saja yang terdapat terhadap tumbuhan itu?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, terhadap peluang kali ini bakal dibahas perihal susunan dan kegunaan sel tumbuhan.

Pengertian Sel Tumbuhan Dan Fungsinya

Sel tumbuhan adalah unit terkecil dalam kehidupan tumbuhan yang berfaedah untuk menyesuaikan segala kehidupan yang berjalan terhadap tumbuhan.

Baca juga: Sistem Reproduksi Manusia Serta Pembahasannya

Struktur Sel Tumbuhan

Sama halnya dengan hewan, susunan sel tumbuhan terhitung terdiri dari organel-organel sel. Tapi, susunan sel tumbuhan dengan sel hewan sangatlah berbeda. Selain berbeda dari aspek wujud dan juga ukuran, susunan sel tumbuhan terhitung terdiri dari organel yang tidak dimiliki oleh sel hewan.

Sebelum mengupas perihal organel sel tumbuhan dan fungsinya, menyimak terutama dahulu gambar sel tumbuhan selanjutnya ini.

Berdasarkan gambar sel tumbuhan tersebut, keluar mengetahui bahwa susunan sel tumbuhan terdiri dari organel-organel sel tumbuhan. Berikut bakal dijelaskan perihal organel sel tumbuhan dan fungsinya.

Membran Sel

Adalah bagian sel tumbuhan yang bersifat hanya bisa dilewati oleh zat khusus/tertentu saja (semipermeabel). Membran sel ini berfaedah sebagai area keluar masuknya zat dan juga memelihara bagian organel sel.

Sitoplasma

Adalah bagian organel sel yang bersifat cairan dan punya kegunaan sebagai pelekat organel sel yang lain.

Nukleus

Adalah inti sel yang berfaedah sebagai pengatur kehidupan sel.

Mitokondria

Adalah bagian organel sel yang berfaedah dalam sistem metabolism dan respirasi sel.

Ribosom

Adalah area terjadinya sistem sintesis protein.

Retikulum Endoplasma

Adalah bagian organel sel yang punya kegunaan dalam mensintesis protein dan mengeluarkan zat berbahaya. Terdapat 2 macam RE, yaitu Retikulum Endoplasma kasar (REk) dan Retikulum Endoplasma halus (REh). Fungsi dari Retikulum Endoplasma kasar adalah untuk mensintesis protein di dalam sel. Sedangkan kegunaan dari Retikulum Endoplasma halus (REh) adalah mensintesis lemak atau lipid.

Badan Golgi

Fungsi dari badan golgi adalah mengeluarkan zat kimia setelah Retikulum Endoplasma mensintesis protein dan lemak dari dalam sel.

Dinding Sel

Adalah organel/bagian sel yang terdapat paling luar. Dinding sel berfaedah untuk memelihara sel. Dinding sel bersifat kaku dan keras.

Vakuola

Adalah suatu rongga atau kantung yang dikelilingi oleh membran dan memuat cairan.

Plastida (Kloroplas)

Adalah organel sel tumbuhan dan fungsinya sebagai pembawa pigmen. Tumbuhan bisa berfotosintesis dengan baik gara-gara terdapat kloroplas yang punya pigmen klorofil hijau. Selain itu, fotosintesis terhitung dibantu oleh cahaya matahari, air, dan karbon dioksida.

Peroksisom atau Badan Mikro

Adalah organel sel yang berfaedah mengolah asam lemak supaya berubah jadi komponen gula (metabolisme)

Mikrotubulus

Adalah organel sel yang bersifat benang silindris panjang dan berongga. Organel ini berfaedah untuk menjaga wujud dan berfaedah dalam pembentukan flagella, silia, dan sentriol.

Jaringan Tumbuhan

Setelah dibahas perihal organel sel tumbuhan dan fungsinya, setelah itu bakal dibahas perihal jaringan terhadap tumbuhan. Apakah terdapat jalinan antara sel tumbuhan dengan jaringan tumbuhan? Di kelas X anda telah studi perihal jaringan. Secara umum, jaringan adalah kumpulan dari lebih dari satu sel yang punya kegunaan dan wujud yang sama. Kumpulan sel ini nantinya bakal membentuk suatu jaringan.

Jaringan tersusun dari sel tumbuhan dan fungsinya untuk menopang kehidupan tumbuhan. Perhatikan gambar sel tumbuhan selanjutnya ini.

Berdasarkan gambar sel tumbuhan tersebut, bisa dijelaskan bahwa sel tumbuhan yang menyusun jaringan tumbuhan terdiri dari sel parenkim, sel sklerenkim, dan sel kolenkim.

Sel Parenkim

Fungsi sel tumbuhan ini yaitu untuk menyokong tumbuhan. Selain itu, sel parenkim terhitung merupakan dasar bagi seluruh susunan dan kegunaan tumbuhan. Sel parenkim berada di antara xilem dan floem dari jaringan pembuluh.

Sel Sklerenkim

Sel sklerenkim punya ciri yaitu dindingnya tebal dan kerap berlignin. Fungsi sel tumbuhan ini yaitu sebagai penyokong bagian tumbuhan yang telah dewasa.

Sel Kolenkim

Memiliki ciri yaitu tidak punya dinding sekunder dan lignin. Fungsi sel tumbuhan ini yaitu menopang menyokong bagian tumbuhan yang masih muda.

Setelah anda menyimak gambar sel tumbuhan, macam-macam sel tumbuhan dan fungsinya, selanjutnya bakal dibahas perihal jaringan.

Jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan meristem dan jaringan dewasa. Pembagian ini didasarkan terhadap kekuatan jaringan dalam membelah diri.

Jaringan Meristem

Struktur sel tumbuhan terhadap jaringan ini terdiri atas sel-sel yang selalu dalam fase pertumbuhan dan berkesinambungan membelah. Adapun sifat-sifat jaringan meristem adalah sebagai berikut:

Biasanya di antara sel-sel meristem tidak ditemukan area antarsel.
Memiliki dinding sel yang tidak tebal dan wujud sel bulat, lonjong, atau poligonal.
Vakuola sel terlampau kecil atau kemungkinan tidak ada.

Pada suatu organ tumbuhan, jaringan meristem terdapat terhadap bagian apikal (ujung) yaitu terhadap ujung akar dan ujung batang. Hal selanjutnya membuat terhadap bagian apikal bakal mengalami sistem pertumbuhan, sekiranya berjalan perpanjangan dan percabangan, baik terhadap akar maupun batang. Daerah yang mengalami sistem pertumbuhan selanjutnya dinamakan titik tumbuh primer.

Pada tumbuhan dikotil, ada titik sekunder yang terdapat terhadap bagian kambium batang. Proses yang berjalan terhadap area titik tumbuh sekunder membuat pertumbuhan membesar terhadap suatu batang.

Berdasarkan tempatnya dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan jadi tiga, yaitu sebagai berikut.

a. Meristem apikal (meristem ujung/pucuk)

Terdapat di ujung akar dan ujung batang tumbuhan supaya berjalan pemanjangan akar dan batang tumbuhan. Pertumbuhan terhadap meristem apikal disebut dengan pertumbuhan primer dan seluruh jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.

b. Meristem interkalar

Berfungsi dalam sistem pemanjangan ruas-ruas batang gara-gara letak meristem interkalar ini berada terhadap ruas-ruas batang. Meristem interkalar ini membentuk jaringan yang serupa dengan jaringan dari meristem apikal, supaya digolongkan kedalam jaringan primer. Contohnya terhadap ruas Gramineae.

c. Meristem lateral (meristem samping)

Terletak sejajar dengan permukaan organ, contohnya kambium dan felogen.

Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem bisa dikelompokkan jadi dua macam, yaitu meristem primer dan meristem sekunder.

Meristem primer

Adalah jaringan yang sel-selnya mengalami pertumbuhan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contohnya ujung batang dan ujung akar (meristem apikal). Jaringan meristem primer membuat pemanjangan batang dan akar. Pertumbuhan terhadap jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.

Meristem sekunder

Sel pembentuk jaringan ini berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi. Contoh jaringan meristem sekunder sekiranya kambium dan kambium gabus (meristem lateral). Kegiatan jaringan meristem menyebabkan bertambahnya besar tubuh tumbuhan. Pertumbuhan terhadap jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder.

Jaringan Permanen (Jaringan Dewasa)

Adalah jaringan yang terdiri dari sel yang selalu mengadakan diferensiasi yang membuat terbentuknya jaringan-jaringan yang lebih kompleks, namun jaringan ini telah tidak melakukan sistem pembelahan. Diferensiasi terhadap tumbuhan bisa diambil kesimpulan sebagai sistem perubahan jaringan meristem jadi jaringan-jaringan lain.

Jaringan dewasa bisa dibagi jadi lebih dari satu macam, yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim), dan jaringan pengangkut (xilem dan floem).

a. Jaringan epidermis

Terletak terhadap bagian paling luar organ-organ tumbuhan layaknya akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Jaringan epidermis berfaedah untuk menutupi dan memelihara tumbuhan.

Adapun tanda-tanda jaringan epidermis terhadap tumbuhan antara lain sebagai berikut.

Terdiri atas sel-sel hidup
Berbentuk persegi panjang
Sel-selnya rapat dan tidak punya area antarsel
Sel-sel epidermis ada yang mengalami modifikasi/derivat jaringan epidermis, sekiranya jadi stomata, trikoma, sel kipas, dan sel silika.

b. Jaringan parenkim (jaringan dasar)

Jaringan ini bisa ditemukan di tiap-tiap bagian tumbuhan supaya jaringan parenkim disebut sebagai jaringan dasar. Pada batang dan akar, parenkim bisa ditemukan di antara epidermis dan pembuluh angkut sebagai korteks. Parenkim bisa terhitung dijumpai sebagai empulur batang. Pada daun, parenkim bakal menyusun mesofil daun yang berdiferensiasi jadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang.

Fungsi jaringan parenkim yaitu untuk menyimpan cadangan makanan, menyimpan air, menyimpan udara, fotosintesis, dan sebagainya. Ciri-ciri jaringan parenkim antara lain sebagai berikut.

Umumnya sel nya bersifat aspek enam dan merupakan jaringan hidup yang berukuran besar dan tipis
Memiliki banyak vakuola
Letak inti sel mendekati dasar sel
Bersifat meristematik gara-gara bisa membelah diri
Memiliki banyak area antarsel yang letaknya tidak rapat

Berdasarkan kegunaan jaringan parenkim, jaringan parenkim terdiri dari lebih dari satu macam, antara lain sebagai berikut.

Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang punya klorofil dan berfaedah untuk fotosintesis.
Parenkim penimbun adalah sel parenkim yang berfaedah untuk menyimpan cadangan makanan.
Parenkim air adalah sel parenkim yang berfaedah menyimpan air. Biasanya terdapat terhadap tumbuhan xerofit, tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
Parenkim penyimpan udara (aerenkim) adalah parenkim yang punya area antarsel yang besar supaya bisa menyimpan udara. Terdapat terhadap batang dan daun tumbuhan hidrofit.

c. Jaringan penyokong

Jaringan ini disebut terhitung jaringan penguat gara-gara punya dinding sel yang tebal dan kuat, supaya tumbuhan bisa berdiri dengan kokoh. Jaringan penyokong terdiri dari 2 macam, antara lain sebagai berikut.

1)  Jaringan kolenkim

Organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan bakal ditopang oleh jaringan kolenkim. Jaringan kolenkim punya tanda-tanda sebagai berikut.

Tersusun oleh sel-sel yang hidup
Umumnya penebalan dindingnya tidak tertata dan punya wujud sel yang sedikit memanjang.
Memiliki dinding yang lunak, lentur, dan tidak berlignin dan juga terdiri dari senyawa selulosa.
Dapat ditemukan terhadap batang, daun, dan juga bagian-bagian bunga dan buah.

2) Jaringan sklerenkim

Adalah jaringan penguat dinding sekunder yang tebal, punya kandungan senyawa lignin, supaya sel-selnya jadi kuat dan keras.

Sklerenkim terdiri dari dua macam, antara lain sebagai berikut.

Serabut sklerenkim/fiber, adalah sel-sel yang panjang dan sempit yang berujung runcing. Contohnya serabut yang dibuat karung goni.

Sklereid, adalah sel tumbuhan yang punya dinding yang keras dan bersifat bulat atau bervariasi. Contohnya terhadap tempurung kelapa.

d. Jaringan pengangkut

Adalah jaringan yang berfaedah untuk mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada dua macam jaringan yaitu xilem atau pembuluh kayu dan foem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu.

1) Xilem

Disebut terhitung pembuluh kayu yang terdapat terhadap bagian kayu tumbuhan. Pembuluh kayu selanjutnya bakal membentuk kayu terhadap batang. Berperan dalam sistem pengangkutan air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem tersusun dari trakeid, trakea, serabut sklerenkim, dan sel-sel parenkim.

2) Floem

Disebut terhitung pembuluh tapis. Pembuluh tapis selanjutnya bakal membentuk kulit kayu terhadap batang. Zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun bakal diangkut dan diedarkan oleh floem ke seluruh bagian tumbuhan. Floem tersusun dari pembuluh, sel-sel pengiring, parenkim floem, dan serabut.

Organ terhadap Tumbuhan

Organ yang terdapat terhadap tumbuhan antara lain akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Setiap organ tumbuhan punya susunan jaringan yang berbeda-beda namun saling berhubungan satu serupa lain.

Akar

Struktur akar bagian luar (morfologi) terdiri dari tudung akar, batang akar, percabangan akar (hanya terhadap dikotil), dan bulu-bulu akar.

Selain itu, anatomi akar terdiri dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan stele (silinder pusat). Anatomi akar bisa dilihat terhadap gambar selanjutnya ini.

Ciri-ciri akar antara lain sebagai berikut.

Organ tumbuhan yang terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi.
Tidak berbuku-buku atau beruas-ruas.
Berwarna keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
Akar terdiri dari dua macam, yaitu akar serabut dan akar tunggang. Pada tanaman monokotil, model akarnya adalah akar serabut. Sedangkan terhadap tanaman dikotil model akarnya adalah akar tunggang.

Adapun kegunaan dari akar antara lain sebagai berikut.

Menyerap air dan zat hara (mineral)
Sebagai alat pernapasan
Alat perkembangbiakkan vegetatif
Menunjang berdirinya tumbuhan
Sebagai area menyimpan cadangan makanan
Tempat meletakkan tubuh tumbuhan terhadap tanah atau substrat tempatnya
Batang

Secara anatomi, susunan batang dan akar nyaris sama. Perbedaan keduanya hanya dalam hal ada tidaknya endodermis. Batang tidak punya susunan endodermis, tetapi akar punya susunan endodermis. Susunan susunan batang yaitu epidermis, korteks, dan stele (silinder pusat).

Ciri-ciri batang antara lain :

Umumnya bersifat panjang bulat layaknya silinder
Terdiri atas ruas-ruas yang dibatasi oleh buku-buku
Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari
Merupakan sumbu tubuh tumbuhan
Tumbuhan yang umurnya pendek batangnya berwana hijau

Selanjutnya, kegunaan dari batang antara lain:

Alat perkembangbiakkan secara vegetatif
Tempat menyimpan makanan, layaknya tebu, sagu, dan aren
Alat transportasi zat makanan dari akar ke daun
Tempat tumbuhnya daun, cabang, dan bunga
Daun

Struktur daun terdiri atas epidermis atas, mesofil, berkas pembuluh angkut, dan epidermis bawah.

Secara morfologi, kelengkapan daun terdiri dari bagian-bagian yang bersifat upih daun, tangkai daun, pelepah daun, dan helaian daun (lamina). Daun punya sifat yang bisa dilihat dari lebih dari satu aspek, layaknya bangun daun, ujung daun, pangkal daun, tulang daun, tepi daun, warna daun, dan permukaan daun. Pada daun berjalan sistem fotosintesis gara-gara daun punya jaringan parenkim yang punya kandungan klorofil.

Bunga

Merupakan organ tumbuhan yang berfaedah sebagai alat pembentuk sel kelamin. Ciri-ciri bunga antara lain:

Memiliki bagian-bagian layaknya kelopak, mahkota, putik, dan benang sari
Terdapat kelenjar madu atau nektar
Mahkotanya berwarna-warni
Berkembang jadi buah

Berdasarkan kelengkapan bunga yang dimilikinya, bunga dibagi jadi 2 antara lain:

Bunga lengkap, adalah yang punya bagian bunga yang lengkap, yaitu kelopak (calix), mahkota (corolla), benang sari (stamen), dan putik. Contohnya mawar, melati, dan kembang sepatu.
Bunga tidak lengkap, tidak terdapatnya satu atau lebih dari bagian bunga supaya dikatakan sebagai bunga tidak lengkap. Contohnya bunga kelapa.

Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibagi jadi 2 yaitu sebagai berikut.

Bunga sempurna, adalah bunga yang punya dua buah alat kelamin, yaitu benang sari dan putik. Contohnya melati.
Bunga tak sempurna, adalah bunga yang hanya punya satu alat kelamin saja. Contoh kelengkeng
Buah

Merupakan organ tumbuhan yang berfaedah sebagai pemencar biji tumbuhan.

Buah punya lebih dari satu tipe, yaitu:

Buah tunggal, adalah buah yang memuat satu biji atau lebih dan dibentuk oleh  satu bakal buah. Contohnya buah mangga dan pepaya.
Buah agrerat, adalah buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari satu bunga. Contohnya buah murbei.
Buah majemuk (buah ganda), adalah buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari banyak bunga. Contohnya buah nanas, nangka, dan keluwih.
Biji

Pada umumnya biji punya tiga bagian utama, yaitu:

Lembaga (embrio), adalah jaringan bakal tumbuhan yang bakal tumbuh dan berkembang sekiranya keadaan lingkungannya sesuai. Ciri dari lembaga ini adalah punya satu helai daun lembaga (kotiledon) terhadap tumbuhan monokotil dan dua helai daun lembaga terhadap tumbuhan dikotil.
Cadangan makanan, berfaedah untuk pertumbuhan embrio.
Kulit biji, berfaedah untuk memelihara biji.

Angiospermae punya biji yang tertutup, tetapi Gymnospermae punya biji yang terbuka.

Nah, itulah pembahasan perihal susunan dan kegunaan sel tumbuhan. Setelah mempelajari materi ini, semoga anda bisa lebih mengetahui perihal sel tumbuhan dan fungsinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *