Tata Surya

tata surya

tata surya – Tata surya adalah lapisan benda-benda langit yang berputar mengitari matahari sebagai pusatnya. Benda-benda langit berikut terdiri dari 8 planet bersama dengan orbit berwujud elips, satelit alami, komet, asteroid, dan meteroid. Planet-planet berikut selamanya bergerak mengitari matahari dikarenakan adanya efek dari gaya gravitasi matahari.

Pernahkah Anda menyaksikan ke arah langit pada malam hari? Anda tentu menyaksikan langit berwarna hitam bersama dengan bintang yang berkelap-kelip. Bintang merupakan sebuah benda langit yang mengeluarkan cahaya. Bintang di langit muncul layaknya titik-titik cahaya bersama dengan jumlahnya yang sangat banyak.

Di tata surya juga terdapat bintang yang biasa kami sebut matahari. Agar lebih menyadari apa yang dimaksud bersama dengan tata surya, berikut InformaZone.com berikan penjelasan lengkapnya. Pada tulisan di bawah ini juga dijelaskan berkenaan lapisan dan anggota tata surya, matahari sebagai pusat tata surya, dan planet di tata surya.

Pengertian Tata Surya

Tata surya (solar system) juga di dalam anggota alam semesta yang sangat luas. Tata surya terletak di di dalam tidak benar satu galaksi dari sekian banyak galaksi yang tersedia di ruang angkasa, yakni galaksi Bimasakti (Milky Way). Kata Bimasakti berasal dari tokoh pewayangan yang mempunyai kulit berwarna hitam. Hal itu dikarenakan orang jawa kuno berasumsi bintang-bintang di langit membentuk gambar Bima yang dililit ular naga.

Sistem tata surya tersusun jadi beberapa anggota yakni matahari, 4 planet luar, 4 planet dalam, sabuk asteroid (main asteroid belt), dan dibagian terluar terdapat sabuk Kuiper. Hanya enam dari delapan planet itu yang mempunyai satelit alami sedang 2 lainnya yakni Venus dan Merkurius tidak mempunyai satelit alami.

Susunan dan Anggota Tata Surya

Jika dilihat dari ruang angkasa, maka bumi muncul layaknya sebuah bola kecil yang bergerak mengitari sebuah bintang yakni matahari. Selain bumi, tersedia juga planet-planet lain yang bergerak mengitari matahari. Tidak hanya planet saja yang mengitari matahari, tetapi tersedia juga benda-banda langit lainnya yang jalankan perihal yang sama. Objek langit berikut adalah satelit alami, asteroid, meteor, dan komet.

Semua benda-benda astronomi berikut tersusun jadi satu kesatuan dan membawa dampak sebuah proses yang sangat teratur. Sehingga antara planet satu bersama dengan planet yang lain tidak mengalami tabrakan. Sebuah proses sempurna yang disebut sebagai tata surya. Berikut adalah penjelasan berkenaan bermacam benda langit yang jadi anggota tata surya.

1. Bintang di Tata Surya

Bintang merupakan tidak benar satu anggota tata surya yang mempunyai sifat istimewa dikarenakan dapat pancarkan cahaya sendiri. Di di dalam proses tata surya terdapat banyak sekali bintang yang tidak dapat dihitung jumlahnya. Salah satu bintang yang paling kami rasakan pengaruhnya adalah matahari.

Matahari merupakan bintang yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Matahari bermanfaat sebagai sumber cahaya dan sumber panas yang bermanfaat bagi semua makhluk hidup. Cahaya matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Sedangkan panas dari matahari bermanfaat untuk menghangatkan permukaan bumi.

Matahari mempunyai massa yang paling besar dibanding bintang-bintang lain yang terdapat di dalam proses tata surya kita. Karena massanya yang inilah, gaya gravitasi matahari dapat membawa dampak planet-planet dan benda-banda langit lainnya beredar pada lintasan tertentu. Peredaran objek-objek langit itu, berjalan pada garis edar berwujud elips bersama dengan matahari sebagai pusatnya.

2. Planet-planet

Sifat planet berlainan bersama dengan bintang. Planet merupakan benda langit yang tidak pancarkan cahaya sendiri, tetapi hanya merefleksikan cahaya matahari. Menurut International Astronomical Audit (IAU), planet adalah benda langit yang mempunyai orbit mengitari matahari.

Planet-planet di tata surya juga mempunyai massa dan gravitasi yang lumayan supaya dapat membentuk struktur bulat, dan mempunyai lintasan orbit yang bersih (tidak mempunyai benda langit lainnya di di dalam orbitnya).

Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturunus, Uranus, dan Neptunus adalah nama-nama planet yang tersedia di tata surya. Nama-nama planet itu juga telah diurutkan berdasarkan jaraknya dari matahari mulai dari yang paling dekat sampai yang paling jauh.

Dulu Pluto sempat dimasukkan sebagai tidak benar satu anggota planet di dalam proses tata surya. Namun, saat ini pluto telah tidak dianggap ulang sebagai sebuah planet dikarenakan lintasan orbitnya tidak bersih dari benda langit lainnya. Dimana perihal ini bertentangan bersama dengan definisi planet yang di sampaikan oleh IAU. Sehingga disepakati bahwa Pluto bukanlah sebuah planet lagi.

Dikarenakan garis edar planet yang berwujud elips, jarak antara matahari bersama dengan planet jadi berubah-ubah. Posisi planet pada selagi spesifik berada pada jarak paling dekat (perihelium) dan pada selagi yang lain berada pada jarak paling jauh (aphelium).

Pengelompokan Planet-planet

Para ilmuwan membagi 8 planet di tata surya jadi beberapa kelompok berdasarkan bermacam segi yang dimiliki oleh tiap-tiap planet. Berikut 3 lapisan atau rangkaian planet yang dibuat oleh para ahli astronomi.

Pertama, pengelompokan berdasarkan posisi planet yang dilihat dari orbit bumi dapat dibagi jadi planet inferior dan planet luar superior. Planet inferior adalah planet yang terletak di di dalam orbit bumi, yakni Merkurius dan Venus. Sedangkan, planet superior adalah planet yang berada di luar orbit bumi, yakni planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Kedua, pengelompokan berdasarkan material penyusunnya yang dapat dibagi jadi 2, yakni planet terrestial dan planet jovian. Planet terrestial adalah planet bersama dengan ukuran yang relatif kecil, berbatu, dan mempunyai atmosfer yang tipis. Planet yang tergabung adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan, sisanya juga planet jovian. Yaitu planet bersama dengan permukaan yang tersusun dari gas, cairan, es tebal, dan ukurannya relatif besar.
Ketiga, pengelompokan berdasarkan letaknya yang dilihat dari orbit asteroid. Planet dapat dibagi jadi palnet luar dan planet dalam. Planet di dalam adalah planet yang berada di dalam orbit asteroid, yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Sedangkan sisanya juga planet luar.
3. Satelit di Tata Surya

Satelit merupakan anggota tata surya yang selamanya mengitari planet. Semua satelit bakal bergerak mengitari matahari bersama dengan bersama dengan planet yang diputarinya. Selain jalankan itu, satelit juga berputar pada porosnya dan mengitari planet yang diiringinya.

Satelit di tata surya dapat dibagi jadi 2 type berdasarkan keberadaannya yakni satelit alami dan satelit buatan. Satelit alami merupakan satelit yang diciptakan oleh Tuhan dan dapat bergerak bersama dengan sendirinya tanpa dukungan tangan manusia.

a. Satelit Alami

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, satelit alami merupakan benda langit yang bergerak mengitari sebuah planet. Hampir semua planet di tata surya mempunyai satelit alami. Hanya Venus dan Merkurius sajalah planet yang tidak mempunyai satelit alami. Berikut daftar nama-nama satelit alami tiap-tiap planet di tata surya.

b. Satelit Buatan

Satelit buatan merupakan satelit yang dibuat oleh manusia dan semua gerakannya telah diatur oleh manusia. Sehingga dapat bergerak di tata surya sesuai bersama dengan target pembuatannya.

Sebagian besar satelit buatan dibuat bersama dengan target penelitian dan untuk mengamati objek-objek langit yang tersedia di ruang angkasa. Salah satu satelit yang ibuat manusia adalah satelit palapa yang merupakan satelit komunikasi domestik Indonesia. Berikut penjelasan berkenaan beberapa type satelit buatan beserta fungsinya.

Satelit komunikasi yang berfungsi sebagai stasiun pemancar ruang angkasa. Sebagai umpama adalah Echostar 3 yang beroperasi di Amerika dan satelit Palapa yang tersedia di Indonesia.
Satelit cuaca yang berfungsi untuk memonitor cuaca pada permukaan bumi. Sebagai umpama adalah satelit TIROS yang dioperasikan oleh NOAA.
Satelit pencitraan Sumber Daya Alam yang bermanfaat untuk memetakan permukaan bumi. Sebagai umpama adalah LANDSAT dan Vanguard punya Amerika.
Satelit international positioning System (GPS) yang berfungsi untuk pilih posisi garis bujur, garis lintang, dan ketinggian suatu tempat di permukaan bumi secara akurat.

Satelit penelitian yang diluncurkan dan berada pada orbit yang sesuai bersama dengan objek penelitiannya. Sebagai umpama adalah satelit SOHO yang diluncurkan untuk meneliti matahari.
4. Asteroid di Tata Surya

Asteroid adalah benda astronomi yang berwujud pecahan kecil dan beredar pada lintasan yang terletak di antara orbit planet Mars dan Yupiter. Proses terbentuknya asteroid berjalan secara bersamaan bersama dengan proses terbentuknya planet yang sesuai bersama dengan susunannya.

Pada tahun 1801 seorang ilmuwan italia jalankan penelitian asteroid di tata surya untuk pertama kalinya. Nama ilmuwan itu adalah Guiseppa Piazzi dan asteroid yang diteliti diberi nama ceres.

5. Komet (Bintang Berekor)

Komet adalah benda langit yang berukuran kecil. Material penyusun komet terdiri dari sejumlah partikel-partikel bebatuan, kristal, es, dan gas. Komet biasanya kerap muncul layaknya sebuah benda langit yang bersinar dan berwujud memanjang menyerupai ekor. Olah dikarenakan itu orang-orang kerap menyebutnya sebagai bintang berekor.

Tubuh komet terdiri dari 3 anggota yakni anggota inti, koma, dan ekor. Inti komet terbuat atas kristal es dan gas yang membeku bersama dengan diameter kurang lebih sebesar 10 km. Bagian koma komet mempunyai diameter yang panjangnya dapat raih 100.000 km, ukurannya jauh lebih besar dibanding intinya.

Bagian ekor merupakan anggota terbesar yang dapat raih panjang 100 juta km dan tersusun atas gas hasil penguapan kristal es pada anggota intinya. Ekor komet selamanya menghadap ke arah yang berlawanan bersama dengan arah matahari. Dikarenakan partikel-partikelnya terdorong oleh radiasi matahari.

Komet yang mempunyai lintasan paling pendek adalah komet Enche. Panjang lintasannya hanya 3,3 km, supaya komet ini kerap berada di dekat matahari. Periode kemunculan komet sangatlah bervariasi. Komet yang paling terkenal adalah komet Halley yang muncul tiap-tiap 76 tahun sekali. Terakhir kali kemunculannya adalah pada tahun 1986.

Komet yang mempunyai periode kemunculan paling lama adalah komet Kohoutek. Komet ini pertama kali muncul pada tahun 1974 dan ditemukan oleh seorang ahli astronomo dari Ceko bernama Lubos Kohoutek. Diperkirakan komet ini pada mulanya kelihatan pada 150.000 tahun yang selanjutnya dan kemunculan seterusnya kurang lebih 75.000 tahun lagi.

6. Meteor atau Meteorid

Meteor adalah benda langit yang bergerak cepat dan mempunyai lintasan yang tidak teratur. Jika Anda pernah mendengar arti bintang jatuh, itu merupakan sebuah meteor yang dapat dilihat oleh manusia. Peristiwa memang yang berjalan selagi seseorang menyaksikan bintang jatuh adalah meteor yang bergerak bebas di tata surya tertarik oleh gaya gravitasi Bumi.

Saat jatuh menuju permukaan bumi meteor bergesekan bersama dengan atmosfer bumi dan pancarkan cahaya. Karena gesekan tersebut, suhu meteor makin naik dan terbakar sampai pada akhirnya menguap. Saat meteor terbakar dan pancarkan cahaya, pada selagi itulah manusia dapat melihatnya secara langsung.

Pemandangan ini kemudian lenyap selagi meteor itu menguap. Secara umum, meteor yang memasuki atmosfer bumi bakal terbakar dan menguap. Namun, tersedia juga meteor yang sukses bertahan supaya masuk ke di dalam atmosfer dan raih permukaan bumi sebelum akan habis terbakar. Benda inilah dikenal bersama dengan nama meteorid.

Matahari Sebagai Pusat Tata Surya

Matahari merupakan bintang di tata surya bersama dengan massa yang sangat berat (300.000 kali massa bumi) dan jaraknya paling dekat bersama dengan bumi. Matahari bukanlah bintang paling besar jikalau dibandingkan bersama dengan 100 miliar lebih bintang lainnya yang tersedia di galaksi bimasakti.

Meskipun begitu matahari adalah bintang jadi bintang terbesar di dalam proses tata surya kita. Diameter matahari besarnya adalah 1.400.000 km yakni kurang lebih 110  kali ukuran bumi. Sedangkan jarak antara matahari bersama dengan bumi adalah 149.000.000 km atau kerap dibulatkan jadi 150 juta km.

Planet-planet di tata surya selalu bergerak mengitari matahari dikarenakan terdapat gaya gravitasi matahari. Besarnya gaya gravitasi matahari 28 kali lebih kuat dibanding gaya gravitasi bumi, dikarenakan massa matahari jauh lebih besar dibanding massa bumi.

Panas dan cahaya yang dihasilkan oleh matahari sangat bermanfaat bagi kehidupan di  bumi. Energi yang dipancarkan matahari bermanfaat untuk merawat supaya suhu di permukaan bumi selamanya hangat, menunjang proses sirkulasi air dan hawa di bumi, dan lain sebagaianya.

Seperti bintang lainnya, matahari tersusun atas bermacam type gas bersama dengan suhu yang sangat panas. Suhu permukaan matahari berkisar antara 5000 ºC-6000 ºC sedang suhu intinya dapat raih 15 juta ºC. Unsur gas yang membentuknya adalah hidrogen, helium, karbon, nitrogen, dan unsur-unsur lainnya.

Lapisan-lapisan Matahari

Matahari merupakan benda lanngit yang benetuknya layaknya bola api raksasa yang suhunya sangat panas sekali. Jika dilihat dari bumi, permukaan matahari muncul halus dan rata. Padahal faktanya tidaklah demikian. Pada permukaanya berjalan lompatan-lompatan lidah api tiap-tiap waktu. Matahari tersusun atas beberapa anggota yang mempunyai tanda-tanda yang berbeda-beda.

1. Atmosfer Matahari

Atmosfer matahari merupakan lapisan terluar yang mempunyai kerapatan gas paling kecil. Di tempat yang dekat bersama dengan permukaan matahari, temperaturnya lebih kecil daripada lapisan terluar yang dapat raih suhu sampai jutaan derajat celcius. Kondisi ini terlihat aneh dan sampai selagi ini masih belum diketahui apa penyebabnya.

Atmosfer matahari tersusun dari dua lapisan, yakni lapisan kromosfer dan korona.

Kromosfer merupakan lapisan yang dekat bersama dengan permukaan matahari dan mempunyai kerapatan yang rendah. Kromosfer dapat dilihat selagi berjalan gerhana matahari, yakni cincin atau mantel merah yang menutupi bola matahari. Berdasarkan warna ini, para ilmuwan memperkirakan suhunya raih 4.500 ºC.
Korona merupakan lapisan terluar pada matahari, yang berarti mahkota. Sebagai lapisan terluar matahari, suhu korona diperkirakan raih 1.000.000 ºC. Tebal laipsan korona adalah 2.000 km. Bagian ini dapat dilihat sebagai lapisan yang mengitari matahari dan bentuknya layaknya mahkota. Dimana bakal lebih menyadari muncul selagi gerhana matahari.
2. Fotosfer Matahari

Fotosfer atau permukaan matahari tersusun atas gas bersama dengan suhu dan kerapatan yang sangat tinggi. Lapisan ini adalah lapisan yang tidak tembus pandang dikarenakan partikel-partikel gas penyusunnya sangat tebal dan padat. Fotosfer bermanfaat sebagai selimut supaya matahari tidak sangat banyak mengeluarkan energi. Suhu di Fotosfer berkisar antara 5.000-6.000 ºC.

3. Inti Matahari

Inti matahari ukurannya 1/64 kali dari volume total matahari. Bagian ini tersusun dari partikel-partikel gas yang sangat padat bersama dengan densitas kurang lebih 150 kali lebih padat daripada densitas air. Akibatnya, suhu dan tekanannya jadi sangat tinggi supaya terlalu mungkin terjadinya reaksi fusi hidrogen.

Adapun suhunya dapat raih 15.000.000 ºC. Pada anggota ini, reaksi fusi berjalan pada suhu yang sangat tinggi supaya disebut reaksi fusi termonuklir. Reaksi fusi adalah pengabungan dua inti atom jadi inti atom yang lain. Pada matahari reaksi fusi membawa dampak inti atom hidrogen beralih jadi inti atom helium.

Cahaya Matahari

Cahaya matahari merupakan gelombang elektromagnetik yang diradiasikan oleh matahari. Terdapat bermacam macam spektrum cahaya atau panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh matahari. Tersusun atas spektrum cahaya gamma, sinar-X, cahaya ultraviolet, cahaya tampak, cahaya infrared, gelombang TV, dan gelombang radio.

Manfaat Energi Matahari

Energi matahari dialirkan di dalam wujud cahaya. Cahaya matahari yang masuk ke di dalam atmosfer bumi beberapa dipantulkan ulang ke ruang angkasa dan beberapa yang lain ditransmisikan. Jadi hanya beberapa energi saja yang sampai ke permukaan bumi.

Fungsi utama dari cahaya matahari adalah untuk merawat supaya suhu di bumi selamanya hangat. Sehingga dapat manusia dan makhluk hidup lainnya dapat tinggal di dalamnya. Besarnya energi panas matahri yang dipancarkan ke bumi selamanya sama dan tidak berubah-rubah. Karena jikalau panasnya menyusut sedikit saja, maka bumi bakal membeku demikianpun sebaliknya.

Berikut beberapa kegunaan matahari bagi kehidupan semua makhluk hidup di bumi.

Panas matahari manjadikan hawa dan air dapat jalankan perpuataran aliran atau sirkulasi. Panas dari matahari bakal membawa dampak ari laut menguap dan beralih jadi awan. Karean perbedaan suhu akibat panas matahari membawa dampak angin bertiup dan mendorong awan ke daratan. Awan berikut kemudian menurunkan air hujan.
Sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari bermanfaat untuk membunuh kuman, lebih-lebih kuman penyebab penyakit kulit. Sehingga membawa dampak kulit hewan dan manusia selamanya sehat.
Melalui cahaya matahari dapat diketahui waktu-waktu layaknya pagi, siang, sore, dan malam. Caranya adalah bersama dengan memperjatikan bayangan tongkat yang terkena cahaya matahari.
Sinar ultraviolet juga bermanfaat sebagai provitamin D yang bermanfaat unutk menunjang pertumbuhan tulang pada manusia dan hewan.
Sinar ultraviolet juga menunjang tumbuhan dalm proses fotosintesis. Proses fotosintesis merupakan cara tumbuhan untuk menghasilkan makanan bagi dirinya sendiri.

Masih banyak ulang kegunaan energi matahari bagi kehidupan manusia. Contoh di atas sekedar anggota kecil dari banyaknya kegunaan yang diberikan matahari bagi keberlangsungan hidup semua makhluk hidup.

Planet-planet di Tata Surya

Planet dan benda langit lainnya dapat selamanya berada di orbit dikarenakan adanya gaya gravitasi matahari. Kekuatan gaya gravitasi matahari lebih besar dibandingkan gaya gravitasi yang dimiliki tiap-tiap planet. Hal inilah yang membawa dampak planet selamanya bergerak mengitari matahari.

Coba menyaksikan gambar planet-planet di atas, Anda dapat menyaksikan bahwa semua planet mengitari matahari bersama dengan jalur berwujud elips. Lintasan planet yang mengitari matahari disebut orbit. Gerakan planet-planet mengitari matahari disebut revolusi planet. Waktu yang diperlukan sebuah planet untuk jalankan satu revolusi disebut periode revolusi.

Selain jalankan revolusi, semua planet juga jalankan gerak rotasi. Gerak rotasi merupaka gerakan planet yang berputar pada sumbu porosnya. Waktu yang diperlukan sebuah planet untuk jalankan satu kali rotasi disebut periode rotasi.

1. Planet Merkurius

Planet yang posisinya paling dekat bersama dengan matahari adalah Merkurius. Atmosfer planet Merkurius sangat tipis supaya pada siang hari suhu di permukaannya dapat raih 430 ºC. Permukaan planet Merkurius tidaklah rata tetapi berlubang-lubang.

Ukuran planet Merkurius jauh lebih kecil dari pada ukuran bumi dan planet ini jadi planet terkecil di tata surya. Planet ini dapat Anda menyaksikan di langit pada selagi matahari bakal terbit dan bakal terbenam. Planet merkurius merupakan planet yang tidak mempunyai satelit.

2. Planet Venus

Planet yang berada pada rangkaian ke-2 berdasarkan jaraknya dari matahari adalah Venus. Ukuran Venus nyaris sama bersama dengan ukuran planet bumi supaya kerap disebut sebagai kembaran bumi. Planet bersama dengan atmosfer tertebal ini mempunyai tekanan atmosfer yang 100 kali lebih kuat daripada atmosfer bumi.

Planet Venus muncul sangat terang, supaya dapat dilihat kurang lebih selama 4 jam sebelum akan matahari terbit. Sehingga planet Venus juga dijuluki sebagai bintang fajar. Venus biasanya juga dikenal sebagai bintang senja dikarenakan muncul bersinar terang di Barat selagi matahari bakal terbenam. Namun, Venus bukanlah bintang dikarenakan tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri.

Atmosfer Venus terdiri dari gas karbondioksida (sekitar 96%), gas nitrogen (3,5%), uap air dan gas-gas lainnya. Atmosfer Venus dapat menghambat cahaya matahari supaya Venus muncul paling terang muncul dari Bumi. Selain itu, atmosfer tebal Venus juga membawa dampak suhu permukaannya jadi sangat panas, yakni 477 ºC.

Arah rotasi planet Venus searah jarum jam, jadi matahari di Venus terbit dari arah barat dan tenggelam di arah timur. Rotasi planet Venus ini berkebalikan bersama dengan arah rotasi pada planet-planet lain yang berputar berlawanan arah jarum jam. Gravitasi planet Venus sama bersama dengan gravitasi palnet bumi dan planet ini juga tidak mempunyai satelit.

3. Planet Bumi

Bumi adalah planet yang berada pada rangkaian ketiga dari matahari. Bumi adalah cuma satu planet yang dapat dihuni oleh makhluk hidup. Bumi mempunyai atmosfer yang terdiri dari nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan uap air. Atmosfer merawat kami dari cahaya ultraviolet yang berbahaya bagi kehidupan

Atmosfer juga merawat bumi dari radiasi yang berasal dari benda-benda langit yang berada dekat bersama dengan bumi. Selain itu, atmosfer juga merawat suhu Bumi supaya selamanya sesuai bersama dengan keperluan makhluk hidup.

Bila dilihat dari langit, bumi muncul biru bersama dengan lapisan atmosfer putih melingkar. Bumi mempunyai satelit, yakni bulan. Bulan mengitari bumi dan secara bersamaan juga mengitari matahari bersama dengan bersama dengan bumi.

4. Planet Mars

Mars adalah planet keempat dari matahari. Mars juga kerap disebut sebagai planet merah dikarenakan muncul berwarna merah. Warna merah planet ini ada akibat banyaknya debu angin yang bertebangan di permukaannya. Di permukaan Mars tersedia kawah dan gunung yang sangat tinggi dan besar.

Seluruh permukaan Mars adalah padang pasir yang ditutupi oleh debu dan batuan padat yang berwarna oranye kemerahan. Lapisan atmosfer planet Mars tersusun atas karbon dioksida dan gas nitrogen. Di planet ini tidak tersedia air dan planet ini mempunyai 2 satelit alami yang bernama Phobos dan Deimos.

5. Planet Yupiter

Yupiter adalah planet terbesar di di dalam proses tata surya. Yupiter mempunyai ukuran 11 kali lebih besar daripada ukuran bumi sehinga kerap disebut planet raksasa. Planet Yupiter berputar pada porosnyadengan gerakan yang lebih cepat dibandingkan bersama dengan rotasi pada planet-planet lain. Kecepatan rotasi ini membawa dampak Yupiter jadi lebih lebar ukurannya pada anggota ekuator.

Sebagian besar atmosfer Yupiter terdiri dari gas hidrogen dan sisanya adalah gas helium. Lapisan atmosfer di planet ini sangat tebal supaya membawa dampak Yupiter muncul layaknya bola gas raksasa. Planet Jupiter mempunyai 16 satelit antara lain adalah satelit Ganymede, Callisto, Europa, dan Io (4 satelit terbesar Yupiter).

6. Planet Saturnus

Saturnus adalah planet terbesar ke-2 di tata surya setelah Yupiter. Ukuran Saturnus adalah 9 kali ukuran bumi. Saturnus mempunyai lapisan atmosfer yang sangat tebal, terdiri dari gas hidrogen dan gas helium dan sejumlah kecil gas metana dan amonia.

Saturnus adalah planet yang sangat indah dikarenakan mempunyai tiga cincin di anggota atmosfernya. Cincin ini diperkirakan tersusun dari partikel-pertikel debu halus, kerikil kecil, dan es yang sangat besar. Planet ini kelihatan kekuningan. Saturnus mempunyai 31 satelit dan tidak benar satunya adalah Titan. Titan adalah cuma satu satelit di tata surya yang mempunyai lapisan atmosfer.

7. Planet Uranus

Planet Uranus ditemukan oleh seorang astronom Inggris bernama Sir William Herschel pada tahun 1781. Uranus diselimuti oleh awan tebal yang membawa dampak permukaannya ada problem untuk dilihat dari bumi. Planet bersama dengan cinicn tipis ini muncul berwarna hijau kebiruan. Atmosfer di planet ini terdiri dari hidrogen, helium, dan metana.

Planet yang berada pada posisi ke-7 ini berputar dari arah timur ke barat layaknya Venus. Namun, arah rotasi tidak searah jarum jam, melainkan dari atas ke bawah. Uranus berputar bersama dengan cepat pada porosnya. Akibatnya, tempat ekuator Uranus ukurannya lebih besar daripada anggota lainnya.

Kecepatan rotasi yang cepat juga membawa dampak angin bertiup di atmosfer Uranus. Uranus juga juga planet yang mempunyai cincin. Namun cincin Uranus tidak dapat dilihat dari bumi, kendati bersama dengan dukungan teleskop. Planet ini mempunyai 27 satelit. Terdapat lima satelit besar yang bernama Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.

8. Planet Neptunus

Neptunus pertama kali ditemukan oleh seorang astronom Jerman bernama Blueish J. G. pada tahun 1846. Planet yang berada pada rangkaian ke-8 di tata surya ini juga mempunyai cincin yang terbuat dari debu. Bahkan, Neptunus juga mempunyai bintik hitam layaknya halnya matahari. Pada anggota bintik hitam berikut diyakini berjalan badai besar.

Sama layaknya planet Yupiter, Saturnus, dan Uranus, planet ini berwujud bola gas raksasa bersama dengan lapisan atmosfer tebal. Atmosfernya terdiri atas gas hidrogen dan gas helium. Neptunus mempunyai 4 cincin dan 11 satelit alami. Triton merupakan satelit terbesar yang dimiliki planet Neptunus.

Demikian artikel berkenaan tata surya yang disertai penjelasan berkenaan benda-banda langit yang tersedia di dalamnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat jadi referensi belajar Anda. Terima kasih telah datang ke InformaZone.com, baca juga artikel yang terkait bersama dengan tata surya. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *