Teori Atom Rutherford

teori atom rutherford

teori atom rutherford – Setiap materi di alam semesta ini tersusun atas partikel-partikel yang terlampau kecil yang oleh para pakar dikenal dengan nama atom. Sejak dahulu selagi pertama manusia berpikir perihal zat penyusun tiap-tiap materi, kemudian dirumuskannya teori atom dan sampai saat ini di zaman yang serba canggih ini, keberadaan atom sudah di terima semua orang, tetapi bagaimana wujud sebenarnya atom berikut serta penyusunnya belum diketahui secara pasti.

Para pakar hanya mereka-reka berdasarkan pengamatan di laboratorium terhadap gejala yang ditimbulkan kecuali suatu materi diberi perlakukan tertentu. Dari pengamatan gejala-gejala berikut para pakar kemudian menyebabkan teori perihal atom dan memperkirakan wujud atom berikut yang dikenal dengan sebutan jenis atom. Model-model atom yang diusulkan oleh para pakar mengalami per-kembangan sampai saat ini dan akan terus berkembang bersamaan dengan makin lama canggihnya instrumen laboratorium yang ditopang oleh kemajuan iptek yang luar biasa.

Teori Atom Rutherford

Model Atom Dalton Tahukah Anda bahwa di dunia ilmu kimia ini patut dikenang satu nama sebagai pencetus teori atom modern yang asli. Dia adalah seorang guru dan pakar kimia berkebangsaan Inggris bernama John Dalton (1776 – 1844). Sumbangan Dalton merupakan keunikan berasal dari teorinya yang meliputi dua hal:

Dia adalah orang pertama yang melibatkan kejadian kimiawi seperti halnya kejadian fisis didalam merumuskan gagasannya perihal atom.
Dia mendasarkan asumsinya terhadap information kuantitatif, tidak menggunakan pengamatan kualitatif atau untung-untungan.teori atom rutherford

Teori atom Dalton dikemukakan berdasarkan dua hukum, yakni hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap. Teori atom Dalton dikembangkan sepanjang periode 1803-1808 dan didasarkan atas tiga kesimpulan pokok, yaitu:

Setiap unsur kimia tersusun oleh partikel-partikel kecil yang tidak mampu dihancurkan dan dipisahkan yang disebut atom. Selama mengalami pergantian kimia, atom tidak mampu diciptakan dan dimusnahkan.
Semua atom berasal dari suatu unsur membawa massa dan sifat yang sama, tetapi atom-atom berasal dari suatu unsur berbeda dengan atom-atom berasal dari unsur yang lain, baik massa maupun sifat-sifatnya yang berlainan.
Dalam senyawa kimiawi, atom-atom berasal dari unsur yang berbeda jalankan ikatan dengan perbandingan angka sederhana.
Model Atom Thompson

Pada th. 1897 J. J. Thompson menemukan elektron. Berdasarkan penemuannya tersebut, kemudian Thompson mengajukan teori atom baru yang dikenal dengan sebutan jenis atom Thompson. Model atom Thompson dianalogkan seperti sebuah roti kismis, di mana atom terdiri atas materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis didalam roti kismis. Karena muatan positif dan negatif bercampur menjadi satu dengan kuantitas yang sama, maka secara total atom menurut Thompson berbentuk netral (Martin S. Silberberg, 2000).

Model Atom Rutherford

Antoine Henri Becquerel (1852-1908), seorang ilmuwan berasal dari Perancis terhadap th. 1896 menemukan bahwa uranium dan senyawa-senyawanya secara spontan memancarkan partikel-partikel. Partikel yang dipancarkan itu tersedia yang bermuatan listrik dan mempunyai sifat yang mirip dengan cahaya katode atau elektron. Unsur-unsur yang memancarkan cahaya itu disebut unsur radioaktif, dan cahaya yang dipancarkan terhitung dinamai cahaya radioaktif. Ada tiga macam cahaya radioaktif, yaitu:

Sinar alfa dan beta merupakan radiasi partikel. Setiap partikel cahaya alfa bermuatan +2 dengan massa 4 sma, namun partikel cahaya beta sama

Pada th. 1908, Hans Geiger dan Ernest Marsden yang bekerja di laboratorium Rutherford jalankan eksperimen dengan menembakkan cahaya alfa (sinar bermuatan positif) terhadap pelat emas yang terlampau tipis. Sebagian besar cahaya alfa itu terjadi lurus tanpa gangguan, tetapi lebih dari satu kecil dibelokkan dengan sudut yang memadai besar, bahkan tersedia terhitung yang dipantulkan kembali ke arah sumber sinar.

Dari hasil percobaan ke-2 asistennya itu, Ernest Rutherford menafsirkan sebagai berikut.

Sebagian besar partikel cahaya alfa mampu menembus pelat karena melalui area hampa.
Partikel alfa yang mendekati inti atom dibelokkan karena mengalami jenis tolak inti.
Partikel alfa yang menuju inti atom dipantulkan karena inti bermuatan positif dan terlampau massif (Martin S. Silberberg, 2000).

Beberapa th. kemudian, yakni th. 1911, Ernest Rutherford mengungkap teori atom modern yang dikenal sebagai jenis atom Rutherford.

Atom tersusun dari:

1) Inti atom yang bermuatan positif.

2) Elektron-elektron yang bermuatan negatif dan mengelilingi inti.

Semua proton terkumpul didalam inti atom, dan menyebabkan inti atom bermuatan positif.
Sebagian besar volume atom merupakan area kosong. Hampir semua massa atom terpusat terhadap inti atom yang terlampau kecil. Jari-jari atom kurang lebih 10–10 m, namun jari-jari inti atom kurang lebih 10–15 m.
Jumlah proton didalam inti mirip dengan kuantitas elektron yang mengelilingi inti, namun atom berbentuk netral.teori atom rutherford

Model Atom Niels Bohr

Dilihat berasal dari takaran energi elektron, ternyata jenis atom Rutherford membawa kelemahan. Ketika elektron-elektron mengelilingi inti atom, mereka mengalami percepatan terus-menerus, supaya elektron kudu melewatkan energi. Lama kelamaan energi yang dimiliki oleh elektron makin lama berkurang dan elektron akan tertarik makin lama dekat ke arah inti, supaya selanjutnya jatuh ke didalam inti. Tetapi terhadap kenyataannya, semua elektron didalam atom tidak pernah jatuh ke inti. Jadi, jenis atom Rutherford kudu disempurnakan.

Dua th. berikutnya, yakni terhadap th. 1913, seorang ilmuwan berasal dari Denmark yang bernama Niels Henrik David Bohr (1885- 1962) menyempurnakan jenis atom Rutherford. Model atom yang diajukan Bohr dikenal sebagai jenis atom Rutherford-Bohr, yang mampu diterangkan sebagai berikut.

Elektron-elektron didalam atom hanya mampu melintasi lintasan-lintasan spesifik yang disebut kulit-kulit atau tingkattingkat energi, yakni lintasan di mana elektron berada terhadap keadaan stationer, artinya tidak memancarkan energi.
Kedudukan elektron didalam kulit-kulit, tingkat-tingkat energi mampu disamakan dengan kedudukan seseorang yang berada terhadap anak-anak tangga. Seseorang hanya mampu berada terhadap anak tangga pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya, tetapi ia tidak barangkali berada di pada anak tangga-anak tangga tersebut.

Model atom Bohr berikut mampu dianalogkan seperti sebuah tata surya mini. Pada tata surya, planet-planet beredar mengelilingi matahari. Pada atom, elektronelektron beredar mengelilingi atom, hanya bedanya terhadap proses tata surya, tiap-tiap lintasan (orbit) hanya ditempati 1 planet, namun terhadap atom tiap-tiap lintasan (kulit) mampu ditempati lebih berasal dari 1 elektron. Dalam jenis atom Bohr ini dikenal istilah konfigurasi elektron, yakni susunan elektron terhadap masing-masing kulit. Data yang digunakan untuk menuliskan konfigurasi elektron adalah nomer atom

suatu unsur, di mana nomer atom unsur membuktikan kuantitas elektron didalam atom unsur tersebut. Sedangkan elektron terhadap kulit terluar dikenal dengan sebutan elektron valensi. Susunan elektron valensi terlampau menentukan sifatsifat kimia suatu atom dan berperan perlu didalam membentuk ikatan dengan atom lain. Untuk menentukan konfigurasi elektron suatu unsur, tersedia lebih dari satu patokan yang kudu tetap diingat, yaitu:

Dimulai berasal dari lintasan yang paling dekat dengan inti, masing-masing lintasan disebut kulit ke-1 (kulit K), kulit ke-2 (kulit L), kulit ke-3 (kulit M), kulit ke-4 (kulit N), dan seterusnya. b. Jumlah elektron maksimum (paling banyak) yang mampu menduduki masing-masing kulit adalah:

Kulit K mampu menampung maksimal 2 elektron.

Kulit L mampu menampung maksimal 8 elektron.

Kulit M mampu menampung maksimal 18 elektron, dan seterusnya.

Kulit yang paling luar hanya boleh mempunyai kandungan maksimal 8 elektron.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *