Teori Atom

teori atom

teori atom“Atom” selanjutnya berasal berasal berasal dari kata yunani yaitu “atomos” yang mempunyai makna “tidak sanggup dipotong”. Sesuai bersama dengan pengertian tersebut,Atom-atom adalah suatu partikel penyusun semua benda yang berukuran bersama dengan terlampau kecil. Didalam atom selanjutnya terhitung terkandung sub-atom, yakni partikel penyusun atom yang ukurannya lebih kecil lagi. Sulit untuk kita untuk sanggup berkhayal seberapa kecil atom ini, satu titik yang terdapat di akhir kata-kata ini saja mempunyai panjang kira-kira 20 juta atom. Pada tiap-tiap atom mempunyai inti, yang terdiri atas proton, neutron dan elektron

Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali terhadap inti atom Hidrogen-1, yang tidak mempunyai neutron). Elektron-elektron terhadap sebuah atom terikat terhadap inti atom oleh jenis elektromagnetik. Sekumpulan atom demikianlah pula sanggup berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang memiliki kandungan jumlah proton dan elektron yang sama berupa netral, namun yang memiliki kandungan jumlah proton dan elektron yang berbeda berupa positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terkandung terhadap inti atom tersebut. Jumlah proton terhadap atom pilih unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron pilih isotop unsur tersebut.

Istilah atom berasal berasal berasal dari Bahasa Yunani (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti tidak sanggup dipotong ataupun suatu perihal yang tidak sanggup dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak sanggup dibagi-bagi kembali pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan menempatkan dasar-dasar analisis ini bersama dengan membuktikan bahwa zat-zat spesifik tidak sanggup dibagi-bagi lebih jauh kembali memanfaatkan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan sukses meraih lapisan dan komponen-komponen subatom di di di dalam atom, membuktikan bahwa ‘atom’ tidaklah tak sanggup dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan setelah itu sukses memodelkan atom.

Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang terlampau kecil yang mempunyai massa yang secara proporsional kecil pula. Atom cuma sanggup dipantau bersama dengan memanfaatkan peralatan spesifik seperti mikroskop jenis atom. Lebih berasal berasal dari 99,9% massa atom berpusat terhadap inti atom, bersama dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak mempunyai satu isotop bersama dengan inti yang tidak stabil, yang sanggup mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini sanggup menyebabkan transmutasi, yang mempengaruhi jumlah proton dan neutron terhadap inti. Elektron yang terikat terhadap atom memiliki kandungan sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan sanggup mengalami transisi di pada aras selanjutnya bersama dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai bersama dengan perbedaan kekuatan pada aras. Elektron terhadap atom pilih sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan mempengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.

Teori – Teori Atom

Teori Atom John Dalton

Pada tahun 1803, John Dalton mengimbuhkan mengimbuhkan pendapatnaya perihal atom. Teori atom Dalton didasarkan terhadap dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum lapisan senantiasa (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum bakal reaksi sanggup senantiasa sama bersama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts membuktikan bahwa Perbandingan massa unsur-unsur di di dalam suatu senyawa senantiasa tetap”. Dari ke dua hukum selanjutnya Dalton mengimbuhkan pendapatnya perihal atom sebagai berikut:

Atom merupakan bagian terkecil berasal berasal dari materi yang telah tidak sanggup dibagi lagi
Atom dilukiskan sebagai bola pejal yang terlampau kecil, suatu unsur mempunyai atom-atom yang sama dan berbeda untuk unsur yang berbeda
Atom-atom berhimpun membentuk senyawa bersama dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali berasal berasal dari atom-atom, agar atom tidak sanggup diciptakan atau dimusnahkan.

Hipotesa Dalton dilukiskan bersama dengan jenis atom sebagai bola pejal seperti terhadap tolak peluru. Seperti gambar selanjutnya ini: jenis atom dalton. Kelemahan: Teori dalton tidak menerangkan hubungan pada larutan senyawa dan kekuatan hantar arus listrik.

Teori Atom J. J. Thomson

Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut perihal cahaya katode dan sanggup dipastikan bahwa cahaya katode merupakan partikel, gara-gara sanggup memutar baling-baling yang di letakkan di pada katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson membuktikan bahwa cahaya katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.

Atom merupakan partikel yang berupa netral, oleh gara-gara elektron bermuatan negatif, maka wajib ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson lakukan perbaikan kelemahan berasal berasal dari teori atom dalton dan mengimbuhkan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang membuktikan bahwa: “Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”

Model atomini sanggup dilukiskan sebagai jambu biji yang telah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata di di dalam bola daging jambu yang pejal, yang terhadap jenis atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Model atom Thomson sanggup dilukiskan sebagai berikut: atom thomson

Kelemahan: Kelemahan jenis atom Thomson ini tidak sanggup menjelaskan lapisan muatan positif dan negatif di di dalam bola atom tersebut.

Teori Atom Rutherford

Rutherford bersama dengan dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) lakukan percobaan yang dikenal bersama dengan hamburan cahaya alfa (λ) terhadap lempeng tidak tebal emas. Sebelumya telah ditemukan terdapatnya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar agar sanggup menembus lembaran tidak tebal kertas. Percobaan selanjutnya memang mempunyai obyek untuk menguji pendapat Thomson, yaitu apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang kalau dikenai partikel alfa sanggup dipantulkan atau dibelokkan.

Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa kalau partikel alfa ditembakkan terhadap lempeng emas yang terlampau tipis, maka lebih dari satu besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut tidak cukup berasal berasal dari 1°), tetapi berasal berasal dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu di pada 20.000 partikel alfa sanggup membelok sudut 90° lebih-lebih lebih. Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh lebih dari satu kesipulan lebih dari satu berikut:

Atom bukan merupakan bola pejal, gara-gara hampir semua partikel alfa diteruskan
Jika lempeng emas selanjutnya dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka di di dalam atom emas terkandung partikel yang terlampau kecil yang bermuatan positif.
Partikel selanjutnya merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 berasal berasal dari 20.000 partikel alfa sanggup dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.

Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan berasal berasal dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan jenis atom yang dikenal bersama dengan Model Atom Rutherford yang membuktikan bahwa Atom terdiri berasal berasal dari inti atom yang terlampau kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa di di dalam inti atom terkandung partikel netral yang berfaedah mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. Kelemahan: Tidak sanggup menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke di di dalam inti atom.

Teori Atom Bohr

pada tahun 1913, ahli fisika Denmark bernama Neils Bohr lakukan perbaikan kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya perihal spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini sukses mengimbuhkan gambaran suasana elektron di di dalam duduki daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr perihal atom hidrogen melibatkan gabungan pada teori klasik berasal berasal dari Rutherford dan teori kuantum berasal berasal dari Planck, diungkapkan bersama dengan empat postulat, sebagai berikut:

Hanya ada seperangkat orbit spesifik yang diperbolehkan bagi satu elektron di di dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai suasana gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
Selama elektron berada di di dalam lintasan stasioner, kekuatan elektron senantiasa agar tidak ada kekuatan di di dalam wujud radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
Elektron cuma sanggup berpindah berasal berasal dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah kekuatan spesifik terlibat, besarnya sesuai bersama dengan persamaan planck, ΔE = hv.
Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran bersama dengan sifat-sifat tertentu, lebih-lebih sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan berasal berasal dari h/2∏ atau nh/2∏, bersama dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.

Menurut jenis atom bohr, elektron-elektron melingkari inti terhadap lintasan-lintasan spesifik yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat kekuatan paling rendah adalah kulit elektron yang terdapat paling dalam, tambah keluar tambah besar nomor kulitnya dan tambah tinggi tingkat energinya. Kelemahan: Model atom ini tidak sanggup menjelaskan spektrum warna berasal berasal dari atom berelektron banyak.

Teori Atom Modern

Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli berasal berasal dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal bersama dengan komitmen ketidakpastian yaitu “Tidak bisa saja sanggup ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama terhadap selagi bersamaan, yang sanggup ditentukan adalah kebolehjadian meraih elektron terhadap jarak spesifik berasal berasal dari inti atom”.

Daerah ruang di kira-kira inti bersama dengan kebolehjadian untuk meraih elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat kekuatan orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk meraih kegunaan gelombang untuk menggambarkan batas bisa saja ditemukannya elektron di di dalam tiga dimensi.

Model atom bersama dengan orbital lintasan elektron ini disebut jenis atom moderen atau jenis atom mekanika kuantum yang berlaku hingga selagi ini, seperti keluar terhadap gambar selanjutnya ini.

Awan elektron disekitar inti menunjukan daerah kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat kekuatan elektron. Orbital-orbital bersama dengan tingkat kekuatan yang sama atau hampir sama sanggup membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit berhimpun membentuk kulit.Dengan demikianlah kulit terdiri berasal berasal dari lebih dari satu sub kulit dan subkulit terdiri berasal berasal dari lebih dari satu orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum pasti sama.

Ciri khas jenis atom mekanika gelombang

Gerakan elektron mempunyai sifat gelombang, agar lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti jenis Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat kegunaan gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron bersama dengan suasana spesifik di di dalam suatu atom)
Bentuk dan ukuran orbital tergantung terhadap harga berasal berasal dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang duduki orbital dinyatakan di di dalam bilangan kuantum tersebut)
Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong berasal berasal dari inti H menurut Bohr bukannya suatu perihal yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan kesempatan terbesar ditemukannya elektron.
Partikel Dasar Atom
Elektron

Teori atom Dalton membuktikan bahwa atom merupakan bagian terkecil berasal berasal dari materi. Pada kenyataannya, atom sanggup dibagi jadi partikel penyusunnya yaitu elektron, neutron dan proton. Hal ini dibuktikan berdasarkan penelitian perihal arus listrik terhadap gas bertekanan rendah. Penelitian di awali terhadap tahun 1855 oleh Heinrich Geissler, yang sukses merancang tabung gelas bertekanan rendah yang disebut tabung Geissler. Pada tahun 1859, Julius Plucker memanfaatkan tabung Geissler alam percobaan elektrolisis gas, di di dalam tabung ia menempatkan 2 plat elektrode, elektrode terhadap kutub positif disebut anode, namun elektrode terhadap kutub positif disebut katode. Setelah diberi tegangan tinggi, ia mengamati terdapatnya berkas cahaya yang dipancarkan berasal berasal dari katode. Namun Plucker menganggap cahaya selanjutnya sebagai cahaya listrik biasa.

Pada tahun 1876, Eugene Goldstein, memanfaatkan tehnik yang sama bersama dengan Plucker, tetapi ia menamakan berkas cahaya yang dipancarkan berasal berasal dari katode sebagai cahaya katode. Pertanyaan yang keluar adalah apakah cahaya katode itu sebagai gelombang elektromagnetik atau partikel?

Wiliam Crookes, terhadap tahun 1880, memodifikasi tabung Geissler untuk menyebabkan vakum lebih baik, tabung ini disebut sebagi tabung Crookes. Pengamatan Crookes tehadap karakteristik cahaya katode sanggup disimpulkan sebagai berikut:

Sinar katode merambat lurus.
Sinar katode mempunyai muatan gara-gara dibelokkan di di dalam medan magnet.
Sinar katode mempunyai massa gara-gara sanggup memutar kincir kecil di di dalam tabung.
Sinar katode menyebabkan materi seperti gas dan zat lain berpijar.
Akhirnya Crookes menyimpulkan bahwa cahaya katode adalah partikel bermuatan.

Pada tahun 1891, George Johnston Stoney, berpendapat bahwa cahaya katode adalah partikel, ia menamakan sebagai elektron. Pada tahun 1897, J.J. Thomson membuktikan bahwa cahaya katode adalah merupakan berkas partikel, bersama dengan memanfaatkan tabung cahaya katode khusus.

Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan biasanya ditulis sebaga e-. Elektron tidak mempunyai komponen dasar ataupun substruktur apa pun yang diketahui, agar ia dipercayai sebagai partikel elementer. Elektron mempunyai massa kira-kira 1/1836 massa proton.

Proton

Proton adalah partikel subatomik bersama dengan muatan positif sebesar 1.6 x 10-19 coulomb dan massa 938 MeV (1.6726231 x 10-27 kg, atau kira-kira 1836 kali massa sebuah elektron).

Pada tahun 1886, Eugene Goldstein, membuktikan terdapatnya muatan positif. Pembuktian dilaksanakan memanfaatkan tabung cahaya katode di mana plat katode telah diberi lubang. Ia mengamati jalannya cahaya katode yang merambat menuju anode, tenyata terkandung cahaya lain yang bergerak bersama dengan arah berlawanan melalui lubang terhadap plat katode. Oleh gara-gara arahnya berlawanan, maka cahaya selanjutnya haruslah terdiri berasal berasal dari muatan positif.

Neutron

Neutron atau netron adalah partikel subatomik yang tidak bermuatan (netral) dan mempunyai massa 940 MeV/c2 (1.6749 x 10-27 kg, sedikit lebih berat berasal berasal dari proton.

Penemuan partikel neutron di awali oleh penelitian Rutherford, di di dalam eksperimennya ia mengusahakan menghitung jumlah muatan positif di di dalam inti atom dan massa inti atom dan ia mendapati bahwa massa inti atom cuma setengah berasal berasal dari massa atom. Pada tahun 1920, William Draper Harkins, menganggap bahwa terkandung partikel lain di di dalam inti atom tak sekedar proton, partikel itu bermassa hampir sama bersama dengan proton dan tidak bermuatan, ia menyebutnya sebagai neutron. Hingga tahun 1932, James Chadwick, membuktikan keberadaan partikel neutron.

Adanya penemuan neutron ini, menyebabkan strukur atom tambah jelas, bahwa atom tersusun atas inti atom bersama dengan elektron melingkari terhadap lintasan kulitnya. Inti atom terdiri berasal berasal dari proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan. Sedangkan elektron bermuatan negatif.

Spektrum Atom Hidrogen (Model Atom Bohr)

Kunci sukses jenis atom Bohr adalah di di dalam menjelaskan formula Rydberg perihal garis-garis emisi spektral atom hidrogen; biarpun formula Rydberg telah dikenal secara eksperimental, tetapi tidak pernah meraih landasan teoretis sebelum bakal jenis Bohr diperkenalkan. Tidak cuma gara-gara jenis Bohr menjelaskan alasan untuk lapisan formula. Rydberg, ia terhitung mengimbuhkan justifikasi hasil empirisnya di di dalam perihal suku- suku konstanta fisika fundamental.

Model Bohr adalah sebuah jenis primitif perihal atom hidrogen. Sebagai sebuah teori, jenis Bohr sanggup dianggap sebagai sebuah pendekatan orde pertama berasal berasal dari atom hidrogen memanfaatkan mekanika kuantum yang lebih umum dan akurat, dan bersama dengan demikianlah sanggup dianggap sebagai jenis yang telah usang. Namun demikian, gara-gara kesederhanaannya, dan hasil yang pas untuk sebuah proses tertentu, jenis Bohr senantiasa diajarkan sebagai pengenalan terhadap mekanika kuantum.

Berdasarkan analisis spektrum atom, Niels Bohr mengajukan jenis atom sebagai selanjutnya :

Dalam elektron terkandung lintasan-lintasan spesifik daerah elektron sanggup mengorbit inti tanpa disertai pemancaran atau menyerap energi. lintasan itu, yang terhitung disebut kulit atom, adalah orbit berupa lingkaran bersama dengan jari-jari tertentu. tiap lintasan ditandai bersama dengan satu bilangan bulat yang disebut bilangan kuantum utama (n), merasa berasal berasal dari 1, 2, 3, 4, dan seterusnya, yang dinyatakan bersama dengan lambang K, L, M, N, dan seterusnya. Lintasan pertama, bersama dengan n = 1, dinamai kulit K, dan seterusnya. tambah besar harga n (makin jauh berasal berasal dari inti), tambah besar kekuatan elektron yang mengorbit terhadap kulit itu.

Elektron cuma boleh berada terhadap lintasan-lintasan yang diperbolehkan (lintasan yang ada), dan tidak boleh berada di pada dua lintasan. lintasan yang sanggup ditempati oleh elektron tergantung terhadap energinya. terhadap suasana normal (tanpa efek luar), elektron duduki tingkat kekuatan terendah. suasana seperti itu disebut tingkat dasar (ground state).

elektron sanggup berpindah berasal berasal dari satu kulit ke kulit lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah spesifik energi. pindahan elektron ke kulit lebih di di dalam sanggup disertai penyerapan energi. sebaliknya, pindahan elektron ke kulit lebih di di dalam sanggup disertai pelepasan energi.

Jika sebuah gas di letakkan di di di dalam tabung setelah itu arus listrik dialirkan ke di di dalam tabung, gas sanggup memancarkan cahaya. Cahaya yang dipancarkan oleh tiap tiap gas berbeda-beda dan merupakan karakteristik gas tersebut. Cahaya dipancarkan di di dalam wujud spektrum garis dan bukan spektrum yang kontinu. Kenyataan bahwa gas memancarkan cahaya di di dalam wujud spektrum garis dipercayai perihal erat bersama dengan lapisan atom. Dengan demikian, spektrum garis atomik sanggup digunakan untuk menguji kebenaran berasal berasal dari sebuah jenis atom.

Spektrum garis membentuk suatu deretan warna cahaya bersama dengan panjang gelombang berbeda. Untuk gas hidrogen yang merupakan atom yang paling sederhana, deret panjang gelombang ini ternyata mempunyai pola spesifik yang sanggup dinyatakan di di dalam wujud persamaan matematis. Beberapa orang yang lain setelah itu meraih deret-deret yang lain tak sekedar deret Balmer agar dikenal terdapatnya deret Lyman, deret Paschen, Bracket, dan Pfund. Pola deret-deret ini ternyata sama dan sanggup dirangkum di di dalam satu persamaan. Persamaan ini disebut deret spektrum hidrogen.

Dalam jenis atom Rutherford, elektron berputar melingkari inti atom di di dalam lintasan atau orbit. Elektron yang berputar di di dalam lintasan seolah-olah bergerak melingkar agar mengalami percepatan di di dalam geraknya. Menurut teori elektromagnetik, elektron yang mengalami percepatan sanggup memancarkan gelombang elektromagnetik secara kontinu. Ini berarti elektron lama kelamaan sanggup kehabisan kekuatan dan jatuh ke di di dalam tarikan inti atom. Ini berarti elektron tidak stabil. Di pihak lain elektron memancarkan kekuatan secara kontinu di di dalam spektrum kontinu. Ini bertentangan bersama dengan kenyataan bahwa atom memancarkan spektrum garis.

Ketidakstabilan elektron dan spektrum kontinu sebagai konsekuensi berasal berasal dari jenis atom Rutherford tidak sesuai bersama dengan fakta bahwa atom haruslah stabil dan memancarkan spektrum garis. Diperlukan penjelasan lain yang sanggup menjelaskan kestabilan atom dan spektrum garis atom hidrogen.

Model atom Bohr dikemukakan oleh Niels Bohr yang mengusahakan menjelaskan kestabilan atom dan spektrum garis atom hidrogen yang tidak sanggup dijelaskan oleh jenis atom Rutherford. Model atom Bohr memuat tiga postulat sebagai berikut.

di di di dalam atom hidrogen, elektron cuma sanggup melingkari lintasan spesifik spesifik yang diijinkan tanpa membebaskan (melepaskan) energi. Lintasan ini disebut lintasan stasioner dan mempunyai kekuatan spesifik yang sesuai.
elektron sanggup berpindah berasal berasal dari satu lintasan ke lintasan yang lain. Energi di di dalam wujud foton cahaya sanggup di lepaskan terkecuali elektron berpindah ke lintasan yang lebih dalam, namun Energi di di dalam wujud foton cahaya sanggup diserapkan agar elektron berpindah ke lintasan yang lebih luar.
lintasan-lintasan stasioner yang diijinkan untuk ditempati elektron mempunyai momentum sudut yang merupakan kelipatan bulat berasal berasal dari nilai atom.

Model atom Bohr sukses menjelaskan kestabilan elektron bersama dengan memasukkan rencana lintasan atau orbit stasioner di mana elektron sanggup berada di di di dalam lintasannya tanpa membebaskan energi. Spektrum garis atomik terhitung merupakan efek lain berasal berasal dari jenis atom Bohr. Spektrum garis adalah hasil mekanisme elektron di di di dalam atom yang sanggup berpindah lintasan bersama dengan menyerap atau membebaskan kekuatan di di dalam wujud foton cahaya.

Dengan demikian, lapisan atom berdasarkan jenis atom Bohr adalah elektron sanggup berada di di di dalam lintasan-lintasan stasioner bersama dengan kekuatan tertentu. Lintasan elektron sanggup terhitung dianggap sebagai tingkat kekuatan elektron Elektron yang berada di lintasan spesifik yang stasioner bersama dengan jari-jari spesifik dikatakan mempunyai kekuatan tertentu. Elektron yang berada di lintasan ke-n berada terhadap jari-jari lintasan dan kekuatan sebagai berikut.

Meskipun jenis atom Bohr sanggup menjelaskan kestabilan atom dan spektrum garis atom hidrogen, jenis atom Bohr tidak sanggup digunakan untuk pilih spektrum atom berelektron banyak. Selain itu, terkandung garis-garis spektra misterius akibat efek Zeeman yang senantiasa wajib penjelasan lebih lanjut. Ini adalah kelemahan jenis atom Bohr yang senantiasa belum lengkap biarpun telah lebih maju dibanding jenis atom Rutherford.

Massa dan Gaya Atom
Masa Atom

Atom di di di dalam unsur yang berbeda mempunyai massa yang bervariasi. Massa itu tergantung terhadap jumlah suatu proton dan terhitung neutron di di di dalam intinya. Sebuah atom hidrogen selanjutnya mempunyai satu proton dan terhitung tidak mempunyai  neutron, agar cuma mempunyai massa atom satu. Semakin besarmassa atom tersebut, maka sanggup tambah kecil atom itu.

Nomor Atom

Atom-atom selanjutnya berasal berasal dari zat yang berbeda mempunyai jumlah proton yang terhitung tidak sama di di dalam intinya. Jumlah proton di di dalam suatu inti ini disebut bersama dengan  Nomor Atom. Jika jumlah proton di di dalam inti atom itu berubah, maka atom itu akan berubah jadi suatu atom bersama dengan sifat yang berbeda berasal berasal dari sebelumnya.

Gaya Atom

Elektron yang bermuatan negatif selanjutnya sanggup dijaga senantiasa berada di di di dalam orbit sekeliling inti yang bermuatan positif bersama dengan suatu gaya elektromagnetik. Gaya tarik inti, yang mejaga suatu proton dan terhitung neutron senantiasa di di dalam inti atom adalah suatu gaya yang paling kuat dialam semesta ini. Gaya selanjutnya 100(seratus) kali lebih kuat dibandingkan bersama dengan jenis elektromagnetik.

Muatan Listrik

Kebanyakan berasal berasal dari atom-atom yang terdapat mempunyai muatan listrik yang netral, yang berarti jumlah terhadap proton yang bermuatan positif dan terhitung jumlah elektron yang bermuatan negatif selanjutnya sama banyak. Muatan-muatan yang mempunyai jenis tarik menarik ini saling meniadakan.

Bentuk Atom

Atom selanjutnya mempunyai bentuk yang bervariasi, yang disebut bersama dengan Isotop. Masing-masing terhadap wujud  tersebut mempunyai jumlah proton serta juga elektron yang sama namun jumlah neutron yang berbeda. Jadi semua isotop berasal berasal dari suatu atom mempunyai nomor atom yang sama tetapi nomor massa yang berbeda.
Isotop-isotop selanjutnya mempunyai sifat-sifat fisik yang sama, tetapi memiliki sifat kimia yang berbeda. Sebagian besar berasal berasal dari atom di di dalam sebuah unsur selanjutnya merupakan 1jenis unsur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *